Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya. Tampilkan semua postingan

Gunung Bromo dan Masyarakat Suku Tengger

Gunung bromo adalah merupakan sebuah gunung dengan sejuta pesona di dalamnya, gunung bromo ada di provinsi jawa timur. Di setiap harinya gunung Bromo tidak pernah sepi dengan wisatawan, karena memang ada saja wisatwawan baik lokal maupun mancanegara yang datang untuk melihat berbagai pesona keindahan yang tedapat di dalamnya.

Perlu di ketahui bahwa Gunung bromo ini sebenarnya termasuk kedalam kategori gunung berapi aktif di indonesia, jadi bagi kaliaan yang berencana mengunjungi Bromo tentunya harus mematuhi larangan atau peraturan yang telah di buat pengelola wisata Gunung Bromo yaitu Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.392 meter di atas permukaan laut ( mdpl ), berada di empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Yang terkenal di bromo adalah pesona keindahan matahri terbitnya ( sunrise ).

Pemandangan matahari terbit gunung bromo sangat mempesona dengan latar depan Gunung Semeru yang berada di kejauhan yang menambah keindahan panorama yang bisa Kalian saksikan dari puncak Gunung Bromo. Selain itu kalian dapat juga menikmati pemandangan kawah Gunung Bromo.
Sunrise Bromo
Sunrise Bromo
Di tengah-tengah gunung Bromo terdapat sebuah kawah yang dalamnya mencapai 800 meter dari atas gunung, kawah gunung bromo setiap detiknya mengeluarkan asap yang panas, tentunya kalian harus berhati-hati dengan tetap mematuhi larangan - larangan yang telah dibuat di gunung bromo demi keselamatan.

Masyarakat Suku Tengger Bromo 

Suku Tengger adalah merupakan suku aseli yang ada di gunung bromo, suku ini sudah ada sejak dahulu kala. Mereka sebagian besar Masyarakat suku tengger menganut agama hindu yang taat yang tentunya juga sangat berbeda dengan Masyarakat hindu yang ada di bali.

Keberadaan mereka, suku tengger di bromo sangat di akui oleh seluruh warga sekitar, karena keramah tamahanya dan juga sistem kekeluargaanya yang erat, selain itu juga suku tengger sangat berpegang teguh pada adat dan istiadat hindu lama, makanya mereka sangat bersikap agamis dengan agamanya. Sebagian besar profesi dari masyarakat suku tengger adalah sebagai petani.
Masyarakat Suku Tengger Bromo
Suku Tengger Bromo
TENTANG SUKU TENGGER 

  • SUKU TENGGER TINGGAL DI KAWASAN GUNUNG BROMO. 
  • PAKAIAN KESEHARIAN PRIA SUKU TENGGER IDENTIK DENGAN KUPLUK TOPI UNTUK MELINDUNGI KEPALA DARI DINGIN JUGA PANAS MATAHRAI.
  • MEREKA MENGGUNAKAN SARUNG DENGAN CARA KEKEMUL, DISARUNGKAN PADA TUBUH BAGIAN ATAS, DI LIPAT UNTUK MENUTUPI KEDUA BAGIAN TANGAN NYA KEMUDIAN DIGANTUNG KAN DI PUNDAK
Jika kalian ingin bersilahturahmi atau bertemu secara langsung dengan masyarakat suku tengger, maka datang saja langsung ke gunung bromo sambil menikmati pesona keindahan gunung bromo, kalian dapat juga belajar dan mengenal salah satu kekayaan budaya yang di miliki bangsa indonesia.

Bule Australia saja bangga belajar Tarian daerah asal Trenggalek

Selain terpesona dengan keindahan alam Indonesia, ternyata budaya di indonesia juga merupakan salah satu faktor terpenting yang membuat banyak turis asing tertarik datang ke Indonesia.

Budaya - budaya di Indonesia seiring perkembangan jaman, memang semakin sering di kenal di dunia luar, baik itu melalui youtube ataupun melalui berbagai pameran festival budaya Indonesia di beberapa negara.

Memang dengan semakin dikenalnya keragaman budaya di indonesia, hal tersebut tentunya akan semakin membuat banyak turis-turis asing tertarik untuk mengunjungi Indonesia karena mereka penasaran dan ingin melihatnya secara langsung.
gambar Tarian Jaranan Turonggo Yakso, tarian daerah asal Trenggalek
Tarian Jaranan Turonggo Yakso, tarian daerah asal Trenggalek
Seperti yang baru - baru ini dilakukan oleh Mahasiswa asal Summer Program dari Queensland University of Technology (QUT) Australia, Mereka rela jauh - jauh datang ke indonesia hanya untuk belajar budaya indonesia khususnya seni tari. Mahasiswa asal Australia tersebut datang ke indonesia untuk belajar tarian Jaranan Turonggo Yakso, tarian daerah asal Trenggalek.

Baca juga [ Daftar Nama - nama Tarian daerah Indonesia lengkap dengan gambar ]

Wah kalau Orang asing saja mau belajar budaya Indonesia, seharusnya, kita sebagai generasi muda harus lebih semangat untuk belajar budaya kita sendiri. Jangan sampai suatu hari nanti budaya Kita, yang telah di bangun dengan perjuangan yang tidak mudah oleh nenek moyang bangsa Kita pindah ke negara asing .

Sudah sepatutnya generasi muda berjuang untuk mempertahankan aset budaya warisan leluhur bangsa Indonesia. Generasi millenia jangan hanya bisa berteriak anti asing di media sosial. Ayo, mari bersama - sama tunjukan tindakan nyata kalian untuk bangsa ini, untuk melindungi aset budaya negara ini, dan yang lebih penting lagi adalah menjaga kebhinekaan bangsa indonesia, agar lebih kuat dan tidak mudah terpecah belah.

Dikutip dari halaman sindonews.com Mahasiswa Summer Program dari Queensland University of Technology (QUT) Australia belajar budaya Indonesia, yaitu Tarian Jaranan Turonggo Yakso di Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Senin (09/4/2018).

Pembelajaran dalam Tarian Jaranan Turonggo Yakso tersebut diharapkan nantinya mereka dapat memperkenalkan sekaligus mempromosikan Tarian Jaranan Turonggo Yakso di Australia khususnya di Brisbane.

Makna, sejarah dan perkembangan tarian Jaranan Turonggo Yakso, tarian daerah asal Trenggalek

Tari Turonggo Yakso adalah merupakan kesenian tari tradisional asli kabupaten Trenggalek. Pada awalnya kesenian ini berasal dari “baritan” yaitu sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Dongko sejak lama.

Nah konon sejarahnya, yaitu pada tahun 80-an, berkat jasa dari Bapak Puguh yang juga merupakan warga Dongko ini, yang memperkenalkan kesenian Turonggo Yakso hingga akhirnya kesenian ini mulai dikenal sebagai kesenian asli khas daerah Trenggalek.

Makna Tarian Turonggo Yakso

Tari Jaranan Turonggo Yakso ini menggambarkan atau menceritakan tentang kemenangan warga desa dalam mengusir marabahaya atau keangkaramurkaan yang menyerang desanya.

Tari Turonggo Yakso adalah penggambaran tentang sifat ksatria masyarakat Trenggalek, yakni dalam mengendalikan hawa nafsu angkara murka. Turonggo atau kuda ini melambangkan sebuah kekuatan. Sedangkan Yakso atau raksasa adalah melambangkan nafsu angkara, yang dipadukan dalam sebuah sendra tari yang cantik nan mempesona gerak keindahanya .

Dalam tari Turonggo Yakso, menggunakan alat peraga perlambang jaranan berbentuk kuda berkepala raksasa yang di ditunggangi oleh sosok ksatria bersenjatakan cambuk yang disebut pecut ( bahasa Trenggalek). Turonggo Yakso juga menceritakan tentang bagaimana seorang ksatria bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Ending cerita dalam gerak tari Turonggo Yakso adalah menceritakan tentang lima ksatria dengan kesungguhan dan ikhtiarnya berhasil mengalahkan nafsu keangkara murkaan yang secara simbolis digambarkan oleh Patih Celeng Srenggi dan Barongan.

Tarian ini berbeda dengan tarian kepang pada umumnya. Turonggo adalah kuda, yakso adalah raksasa. Dengan berbadan kuda tapi berkepala raksasa menggambarkan potret perjalanan manusia yang selalu diwarnai oleh kebajikan dan keburukan.
Perkembangan

Saat ini tari Turonggo Yakso banyak diminati warga Trenggalek baik dari kalangan para pelajar, mulai dari anak SD hingga pada ibu-ibu dan juga orang tua. Setiap perayaan 17 Agustus hampir  setiap sekolah menampilkan Kesenian Tradisional tari Turonggo Yakso tersebut.

Mungkin saja bagi mereka Warga trenggalek ini semua adalah ungkapan rasa hormat dan kebanggaan mereka dengan aset budaya indonesia terutama budaya aseli asal daerah mereka. Ayo daerah lain di indonesia jangan sampai kalah dengan warga trenggalek yang berhasil menjaga dan mempertahankan warisan budaya nenek moyangnya, karena masih banyak tari - tarian aseli indonesia yang mewakili dan menjadi ciri khas masing - masing daerah di indonesia.

Penampilan tari Turonggo Yakso juga sering digelar pada pagelaran seni yang digelar di Anjungan Jatim TMII .


Penampilan tari Turonggo Yakso pada pagelaran seni yang digelar di Anjungan Jawa timur TMII.

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo, Wonopringgo,  Kabupaten Pekalongan. Gerabah adalah merupakan benda yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan kemudian dibakar dalam suhu tinggi sehingga menghasilkan alat-alat yang berguna seperti Piring, Kendi, Tempayan, Anglo, Kuali, Celengan, Pot bunga, hiasan dan lain sebagainya.

Gerabah diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah menemukan banyak jenis gerabah / tembikar yang berfungsi sebagai alat perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan pemakaman.

Gerabah / tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan, yang bercirikan adonanya kasar dan pada bagian pecahannya dipenuhi oleh  bekas tangan (sidik jari), selain itu bentuknya juga terkadang tidak simetris. Gerabah yang lebih modern Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar / gerabah dibuat dengan menggunakan tatap batu dan roda putar.

Kampung Gerabah
Kampung Gerabah
Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. 

Di kabupaten Pekalongan ada sebuah desa yang terkenal dengan sebutan desa perajin gerabah. Dahulu, hampir semua warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Hampir Warganya menggeluti usaha kerajinan gerabah. Namun sekarang, jumlah perajin di desa yang sempat  terkenal dan menyandang sebutan dengan sentra produksi gerabah terbesar di Jateng itu hanya tersisa sedikit saja.

Produksi gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan semakin hari semakin  memprihatinkan. Karena memang Sangat sedikit generasi muda yang mau meneruskan kerajinan ini, dan membuat keberadaan gerabah di Desa Wonorejo nyaris punah.

Padahal, Kabupaten Pekalongan pernah dikenal sebagai sentra penghasil gerabah terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, berkat kerajinan yang berbahan dasar tanah liat inilah, Desa Wonorejo menjadi terkenal dan sering menjadikan rujukan warga daerah lain untuk menimba ilmu maupun membeli gerabah.

Dahulu, penduduk di kampung tersebut hampir seluruhnya merupakan perajin dan memiliki keterampilan membuat gerabah. Gerabah yang diproduksi pun bermacam-macam, mulai dari pembuat teko, cobek tanah, kendi, mangkuk, pot bunga, mainan anak, celengan, dan yang lainya. kesemuanya terbuat dari bahan tanah liat.

Tapi sayang, sentra produksi gerabah terbesar di Kota Santri ini, lama kelamaan hanya menyisakan sedikit perajin saja. Itu pun merupakan para perajin lama yang masih bertahan, dan mayoritas sudah berusia lanjut.

Usaha gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan ini memang merupakan warisan dari nenek moyangnya secara turun temurun. Tapi, karena tidak ada lagi generasi  muda penerus kerajinan gerabah ,usaha kerajinan itu terancam punah.

Generasi muda sekarang tidak berminat pada kerajinan gerabah karena terdapat beberapa alasan. Mulai dari gengsi, serta menganggap jika usaha tersebut tidak menjanjikan. Namun sebenarnya jika dikelola dengan manajemen yang baik, usaha pembuatan gerabah cukup menjanjikan. Membuat sebuah gerabah yang paling gampang, semisal kendi, hanya membutuhkan waktu lima menit saja.

Misal saja, dengan asumsi satu buah kendi bisa dijual dengan harga Rp 3 ribu, hingga Rp 5 ribu. Setidaknya dalam sehari bisa diproduksi sebanyak 50 buah, dengan modal bahan baku hanya Rp 6 ribu per karung.

Memang, tak dapat dipungkiri kalau pembuatan kerajinan gerabah ini butuh ketelitian. Mulai dari membuat adonan, membentuk pola, hingga masuk proses oven, harus dikerjakan secara teliti.

Dalam pembuatan kerajinan gerabah terdapat banyak kendala yang harus dihadapi para perajin. Kendala tersebut mulai dari minimnya modal, proses pembuatan yang cukup menguras kesabaran, hingga minimnya perhatian pemerintah terhadap usaha yang digeluti warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo tersebut. Seperti penuturan Wahyuti (74), perajin gerabah Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, dikutip dari halaman radar pekalongan.

Artikel terkait  [ Sekolah Alam Pertama di Pekalongan ]

Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan 

pelatihan inovasi gerabah
pelatihan inovasi gerabah 

Sekarang atas perananan generasi muda lewat Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo, dengan mengusung tema "Lestarikan warisan budaya, untuk kemajuan bangsa", nampaknya Mereka ingin membangkitkan kembali gairah perajin gerabah di desa Wonorejo.

Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo kini telah menciptakan Desa Wisata Kampung Gerabah yang bertujuan sebagai wahana edukasi juga pengenalan dan pembelajaran ketrampilan pembuatan gerabah untuk anak-anak sekolah mulai dari Paud, SD, SMP, hingga menengah umum dan Masyarakat luas. Kampung gerabah desa Wonorejo, Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan sekaligus mengenal kerajinan gerabah yang merupakan warisan budaya bangsa indonesia.

Desa Wisata Kampung Gerabah pekalongan
Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Wisata Kampung Gerabah pekalongan
image source instagram @ infopekalongan

Kampung Gerabah pekalongan

pelatihan gerabah pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo ini, juga bertujuan untuk meningkatkan produksi gerabah bagi para pengrajin yang ada di Desa Wonorejo Kec.Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Tutur Ketua Karang Taruna Hasta Karya Desa Wonorejo Sigit Rohmatullah.

Ayo mari ajak generasi Kita untuk mengenal salah satu warisan budaya indonesia, yaitu kerajinan gerabah di Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan.


Demikian semoga bermanfaat. Source radar pekalongan, Instagram @pekalonganinfo

20 Alat musik tradisional Indonesia beserta gambar

Alat musik tradisional adalah merupakan suatu jenis alat musik yang hidup dan berkembang di masyarakat secara turun temurun dan dipertahankan sebagai sarana hiburan.

Alat musik tersebut selain digunakan sebagai sarana hiburan, pada jaman dahalu alat musik tradisional juga berfungsi sebagai alat komunikasi.

Negara indonesia yang terdiri dari banyak suku didalamnya menyimpan banyak alat musik tradisional yang memiliki ciri khas tersendiri. Berikut adalah 20 alat -alat musik tradisional Indonesia

Dibawah ini adalah 20 Alat musik tradisional Indonesia beserta gambar
20 Alat musik tradisional Indonesia beserta gambar
Alat musik tradisional Indonesia
1. Angklung ( Alat musik tradisional angklung dibunyikan dengan cara digoyangkan )
gambar Angklung
gambar angklung

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

2. Bonang ( Alat musik pukul )
gambar Bonang
gambar ala musik tradisional Bonang 
Alat musik bonang barung adalah salah satu bagian dari seperangkat gamelan Jawa. Bonang terbagi menjadi dua yaitu Bonang barung dan Bonang penerus.

3. Calung ( Alat musik pukul )
gambar Calung
gambar alat musik tradisional Calung
Calung adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini dikenal dan berkembang di Banyumas dan Sunda. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la untuk masyarakat Sunda, dan ji-ro-lu-ma-nem untuk masyarakat Banyumas). Ada dua bentuk calung yang dikenal, yakni calungantay dan calung jinjing.

4. Gamelan ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Gamelan
gambar alat musik tradisional Gamelan
Gamelan adalah merupakan musik yang biasanya mengabungkan beberapa alat musik [ seperangkat] musik  seperti , gambang, gendang, demung, gong, Saron. Istilah gamelan tersebut merujuk pada instrumennya / alatnya  yang merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan secara bersama.

Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh,diikuti akhiran an sehingga menjadikannya sebuah kata benda. Pertunjukan  musik gamelan kebanyakan terdapat dipulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

5. Kendang ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Kendang
gambar alat musik tradisional Kendang
Kendang atau kendhang adalah alat musik instrumen dalam gamelan yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama musik. Kendang dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu. Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Alat musik Kendang terkenal di jawa dan sunda

6. Kacapi ( alat musik petik )
gambar alat musik tradisional Kacapi
gambar alat musik tradisional Kacapi
Kacapi merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Cianjuran

6. Karinding ( alat musik tiup )
gambar alat musik tradisional Karinding
gambar alat musik tradisional Karinding
Alat musik Karinding adalah merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. Cara memainkan alat musik  Karinding yaitu denganmenggunakan bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang) 

7. Ketipung ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Ketipung
gambar alat musik tradisional Ketipung
Ketipung adalah salah alat musik tradisional Indonesia yang berbentuk menyerupai Gendang tetapi memiliki ukuran lebih kecil. Ketipung dibuat dari kayu yang dibubut, kemudian kemudian diberi lubang di tengahnya berukuran 20cm hingga 40 cm. Bunyi yang dihasilkan biasanya menghasilkan musik Keroncong, Dangdut, dan Melayu

8. Kolintang ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Kolintang
gambar alat musik tradisional Kolintang
Kolintang atau kulintang adalah alat musik dimainkan dengan diiringi oleh gong. Di indonesia kolintang berasal dari daerah Minahasa Sulawesi Utara yang bahanya terbuat dari kayu. Nama kolintang berasal dari suaranya : tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). TONG TING TANG Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

9. Rebab ( alat musik gesek / senar )
gambar alat musik tradisional Rebab
gambar alat musik tradisional Rebab
Rebab dalam bahasa arab artinya busur (instrumen) adalah merupakan jenis alat musik senar. Ukuran rebab biasanya kecil, badannya bulat, bagian depan yang tercakup dalam suatu membran seperti perkamen atau kulit domba dan memiliki leher panjang terpasang.

Baca juga
10. Rebana ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Rebana
gambar alat musik tradisional Rebana

Rebana (bahasa Jawa: terbang) adalah gendang berbentuk bundar dan pipih yang merupakan khas suku melayu. Bingkai rebana berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk dengan berlapis kulit kambing. Rebana adalah alat musik khas melayu. Rebana juga digunakan untuk melantunkan musik - musik islami qasidah.

11. Saluang ( alat musik tiup )
gambar alat musik tradisional Saluang
gambar alat musik tradisional Saluang
Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang. Dahulu, kabarnya pemain saluang ini memiliki mantera tersendiri yang berguna untuk menghipnotis penontonnya.

12. Sasando ( alat musik petik )
gambar alat musik tradisional Sasando
gambar alat musik tradisional Sasando
Sasando adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan dipetik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Suara sasando ada miripnya dengan alat musik dawai lainnya seperti gitar, biola, kecapi,

13. Tambo ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Tambo
gambar alat musik tradisional Tambo
Tambo adalah alat musik tradisional Aceh. Tambo terbuat dari batang iboh, kulit sapi, dan rotan sebagai alat peregang kulit. Bentuknya sejenis tambur dan dimainkan dengan cara dipukul.

14. Tifa ( Alat musik pukul )
gambar alat musik tradisional Tifa
gambar alat musik tradisional Tifa 
Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas. Tifa terbuat dari kayu dan mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul.

15. Triton ( alat musik tiup )
gambar alat musik tradisional Triton
gambar alat musik tradisional Triton
Triton adalah alat musik tradisional masyarakat Papua. Triton dimainkan dengan cara ditiup. Fungsi utama alat ini adalah digunakan untuk sarana komunikasi atau sebagai alat panggil/ pemberi tanda. Selanjutnya, alat ini juga digunakan sebagai sarana hiburan.

16. Tenun 
gambar alat musik tradisional Tenun
gambar alat musik tradisional Tenun
Alat musik tradisional tenun berasal dari Sumatera Selatan. Bahanya terbuat dari kayu berbentunk segitiga. Dinamakan alat musik tenun karena sering digunakan sebagai penghibur para pekerja yang sedang melakukan aktifitas menenun.

17. Sampe ( alat musik petik )
gambar alat musik tradisional Sampe
gambar alat musik tradisional Sampe
Sampe merupakan alat musik tradisional Suku dayak kalimantan timur. Alat musik tradisional sampe ini dimainkan dengan cara dipetik. 

19. Suling ( Alat musik tiup )
gambar alat musik tradisional Suling
gambar alat musik tradisional Suling
Suling atau seruling adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Seiring dengan berkembangnya zaman, suling modern untuk para ahkli atau musisi juga berkembang dan biasanya terbuat dari perak, emas atau campuran dari keduanya. Sedangkan suling untuk digunakan pelajar umumnya terbuat dari nikel, perak, ataupun logam yang dilapisi perak. Di indonesia sendiri suling seruling identik dengan budaya sunda.

20. Serunai ( Alat musik tiup )
gambar alat musik tradisional Sampe Serunai
gambar alat musik tradisional Sampe Serunai
Serunai berasal dari Nusa Tenggara Barat. Serunai mirip seruling yang cara memainkannya yaitu dengan cara ditiup lalu nadanya diataur dengan jari tangan.

Demikian 20 Alat musik tradisional Indonesia, semoga bermanfaat untuk pembaca. Silahkan boleh share dan sebarkan untuk pengetahuan.

Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia

Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia asal Indonesia. Pernahkah kalian melihat keris, ya keris biasanya di pake pada acara perkawinan adat jawa, dan tahukah Kalian tentang sejarah keris itu sendiri. Berikut adalah sejarah tentang keris indonesia. Keris adalah merupakan senjata tikam golongan belati (berujung runcing ,tajam pada kedua sisinya) budaya senjata keris dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah.

Bentuk keris ini khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris dengan bagian pangkalnya yang melebar, bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor, yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lainya asli Nusantara yang mempunyai kemiripan dengan keris  adalah kerambit.
gambar Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia
Keris Indonesia 
Sejarah Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia

Pada jaman dahulu keris berfungsi sebagai senjata dalam peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.
gambar Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia
pakaian adat jawa
Penggunaan keris tersebar pada masyarakat Indonesia pada wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi. Keris juga terdapat di Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis.

Keris ini di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahanya. Dan tahukah Kalian bahwa Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non - Bendawi Manusia sejak tahun 2005 silam . Demikian semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Kenalilah kesenian Wayang Maka Anda akan Mencintainya

Kenalilah kesenian wayang, maka anda akan mencintainya. Wayang adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Mirisnya, tidak banyak diantara kita yang menyukai wayang, karena itu, kita harus belajar untuk mengenali wayang secara lebih detail dan dalam.

Karena budaya wayang itu, meliputi dan melibatkan banyak seni yaitu seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari jaman ke jaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
gambar seni pertunjukan wayang kulit
wayang
Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi, dan merupakan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Wayang kulit ini sangat populer di Jawa Tengah dan Timur.

SEJARAH WAYANG

Menurut penelitian dari para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad lamanya yaitu sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini itu merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita dalam pewayangan itu banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

ASAL USUL WAYANG

Sejak tahun 1950-an, buku-buku pewayangan sudah bersepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain. Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indonesia, setidaknya pada jaman pemerintahan Prabu Airlangga, Raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmurnya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain seperti naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin yang berbahasa Jawa Kuna, dan ditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana, karangan pujangga Inndia, Walmiki.

Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan dan berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya dengan cerita asli versi In¬dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, Raja Kediri (1130 – 1160).

PEMBUATAN WAYANG KULIT DI DESA SEDONDONG PEKALONGAN JAWA TENGAH

Adalah sosok Bapak Taryono sang seniman pembuat wayang kulit di desa sedondong. Wayang kulit Bapak Taryono dibuat dari bahan kulit kerbau atau bahan kertas karton lembaran. Untuk membuat satu buah wayang itu, Bapak Taryono membutuhkan sekitar ukuran 50 x 30 cm kulit lembaran yang kemudian dipahat atau dipotong-potong. Namun pada dasarnya, untuk menata atau membuat berbagai bentuk lubang ukiranya sengaja dibuat hingga berlubang untuk kemudian dilakukan pemasangan pada bagian-bagian tubuh seperti tangan. Pada tangan, ada dua sambungan yaitu lengan bagian atas dan juga siku.

Cara menyambungnya adalah dengan sekrup kecil yang terbuat dari tanduk kerbau atau sapi. Tangkai yang fungsinya untuk menggerak bagian lengan yang berwarna kehitaman, juga berasal dari bahan tanduk kerbau, dan warna emasnya umumnya menggunakan prada yaitu kertas warna emas yang ditempel, atau bisa juga dengan dibron, dicat dengan bubuk yang telah dicairkan. Wayang yang menggunakan prada, hasilnya jauh lebih baik, karena warnanya bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan yang bront.

Seiring perkembangan zaman pembuatan seni wayang tidak hanya ditujukan untuk digunakan sebagai seni pertunjukan, namun dewasa ini wayang telah bertranformasi menjadi sebuah hiasan , bingkisan , aksesori dan yang lainya yang tentunya masih mempunyai nilai karya seni yang tinggi karena dibuat oleh akhlinya langsung .

Jual Aneka Hiasan Seni Kerajinan Wayang 

gambar kerajinan wayang
Jual hiasan seni wayang

gambar hiasan wayang
Jual hiasan seni wayang

gambar wayang kulit
Jual hiasan seni wayang
Di desa sedondong Rowokembu ada seorang pengerajin wayang kulit yang cukup terkenal dan merupakan potensi usaha yang cukup bagus untuk dikembangkan dan dipasarkan secara online . Kerajinan seni pembuatan wayang kulit ini bisa diajarkan kepada para pemuda agar terjadi penyerapan tenaga kerja di sektor seni pembuatan wayang kulit supaya bisa mengurangi angka urbanisasi pemuda didesa sedondong. Dengan banyaknya pemuda yang tetep berada di kampung halaman, maka tenaga dan pemikiran para pemuda dapat dengan cepat tersalurkan demi kemajuan desanya.

Melalui pembuatan karya seni kerajinan wayang hias selain bisa dijadikan sebagai jembatan penyerapan tenaga kerja, juga sekaligus untuk mengenalkan seni dan budaya wayang di kalangan generasi muda karena dengan mengenali kesenian wayang maka akan timbul kecintaan. Pepatah jawa sering mengatakan "wiwiteng tresno jalaran soko kulino" .

Untuk pemesan Aneka seni kerajinan wayang desa sedondong pekalongan, Anda bisa menghubungi Kontact Admin . Wayang bisa digunakan sebagai hiasan rumah yang tentunya hiasan wayang ini memiliki keunikan seni tersendiri untuk menghias sudut ruang tamu Anda 

Kenalilah kesenian Wayang Maka Anda akan Mencintainya, demikian semoga bermanfaat. Disadur dari berbagai sumber.