Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Timur-Timor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Timur-Timor. Tampilkan semua postingan

Operasi Seroja di Timor - timur sejarah operasi militer terbesar Indonesia

Euvoria politik yang berkepanjangan di timor - timur tersebut, memaksa Indonesia meningkatkan operasi militernya menjadi operasi Sandhi Yudha (combat inteligence) terbatas, dengan sandi “Operasi Flamboyan”.

Operasi  tersebut dipimpin oleh Kolonel Dading Kalbuadi dengan inti pasukan dari pemukul operasi Grup-1 Para Komando/Kopassandha yang menempatkan Detasemen Tempur-2 (Denpur) yang sebelumnya telah berada di perbatasan sejak bulan Oktober 1975 yang kemudian berubah wujud menjadi “Operasi Seroja”.

Operasi Seroja di Timor - timur adalah merupakan sejarah operasi militer terbesar Indonesia. Lewat operasi lintas udara (Linud) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, minggu 7 Desember 1975 hanya dalam kurun waktu tujuh jam, berhasil menguasai Kota Dili Timor - timur.

Peristiwa Sejarah Operasi Seroja Timor - timur
Operasi Seroja 1975 timor timur
Operasi Seroja 1975 

Operasi seroja adalah wujud sikap tegas yang juga sekaligus untuk menandingi deklarasi berdirinya Republik Demokrasi Timor - Timur yang dilakukan secara sepihak oleh partai Fretilin.

Operasi Seroja adalah merupakan kelanjutan dari “Operasi Komodo” awal tahun 1975, guna untuk mengantisipasi makin keruhnya peta persaingan politik di Negeri Matahari Terbit (Timor Loro Sae) Timor - timur.

Grup -1 Kopassandha dan Brigade -18/Linud Kostrad yang sebagian besar adalah berasal dari Batalion-502/Raiders Jawa Timur diterjunkan dengan sembilan pesawat angkut C-130B Hercules milik TNI AU.

Menjelang jam 05.00 WITA, BTP-5 pasukan Marinir, mengendap-endap di sekitaran pantai Kampung Alor dengan di dukungan persenjataan kanon kapal perang TNI AL, BTP-5 mengawali langkah besar dalam operasi perebutan Kota Dili, tanggal 7 Desember 1975 tersebut.
Kopassandha koppasus operasi seroja
pasukan baret merah Kopassus
( Kopassandha sekarang adalah pasukan baret merah Kopassus) Mereka diterjunkan dari udara. dan bertugas merebut lokasi-lokasi strategis dari tangan musuh, yakni kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan. Tugas lainnya adalah membantu mengamankan Korps Marinir yang akan masuk melalui laut.

Perebutan kota Dili yang didahului operasi ampibi ini, diputuskan Menhankam/Pangab Jenderal TNI M Panggabean pada 4 Desember di Kupang dan Operasinya sendiri dilakukan melalui pertimbangan dan juga analisa lapangan setelah melihat pergerakan pasukan Fretilin.

Hal tersebut bukanlah tanpa sepihak, ketegasan sikap yang ditunjukan Indonesia juga didasari atas keinginan rakyat Timor - Portugal untuk berintegrasi dengan Indonesia.

Sikap yang diwakili oleh empat partai yaitu partai Apodeti (Associacao Popular Democratica de Timor), UDT (Uniao Democratica de Timorense), KOTA (Klibur Oan Timor Aswain), dan juga partai Trabalista tersebut dikenal dengan istilah Deklarasi Balibo tanggal 30 Nopember 1975.

Sikap tegas yang juga sekaligus untuk menandingi deklarasi berdirinya Republik Demokrasi Timor - Timur secara sepihak oleh partai Fretilin (Fronte Revolucionaria de Timor Leste Independente) yang terjadi dua hari sebelumnya.

Sebelum perebutan Dili oleh pasukan ABRI, Fretilin sudah terlebih dulu terlibat baku tembak dengan dalam perebutan Benteng Batugade ( tanggal 7 Oktober). Kemudian alasan berikutnya yaitu karena meningkatnya pelanggaran terhadap perbatasan yang banyak diselingi dengan berbagai perampokkan seperti perampokan ternak yang dilakukan oleh Fretilin di Kabupaten Belu, NTT.

Pelanggaran yang meningkat tersebut terjadi sejak Juni 1975 dan sering tertangkap basah oleh ABRI hingga menimbulkan baku tembak yang menimbulkan jatuh korban di kedua belah pihak.
oktober 1975 dili timor - timur
kapal perang
Sejak 1 Oktober, Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) Operasi Seroja mendeteksi keberadaan adanya dua kapal perang kelas frigat AL milik Portugal di sekitar wilayah Timor yang celakanya, pada tanggal 7 Desember tepatnya pada pagi hari, ternyata kedua kapal tersebut kedapatan malah merapat di lepas pantai Dili dan peristiwa tersebut disaksikan oleh wartawan TVRI yang saat itu sedang meliput.

Di selat yang memisahkan pulau Atauro dan pulau Alor ini juga, tiga formasi arrow Hercules dan satu formasi tiga pesawat Indonesia sedang akan membuat manuver abeam (posisi pesawat 90 derajat terhadap suatu check point di sisi kiri atau kanan pesawat).

7 Desember 1975 jam 05.00 WITA, gugus tempur laut TNI Angkatan Laut terlihat diperairan lepas pantai kota Dili, Timor - Timur. Gugus tempur laut tersebut dinamakan Gugus Tugas Ampibi Operasi Seroja yang terdiri atas KRI Martadinata(342) yang bertugas sebagai pemberi bantuan tembakan pada operasi pendaratan Batalion Tim Pendarat (BTP 5) atau Infanteri Marinir, dan KRI Ratulangi (400) sebagai kapal komando, lalu KRI Barakuda (817) difungsikan  sebagai kapal buru kapal selam, kemudian KRI Teluk Bone (511) sebagai kapal pengangkut BTP5 atau Infanteri Marinir dan tank - tank ampibi (PT76 & BTR-50) yang akan didaratkan. Ada juga KRI Jayawijaya (921) sebagai kapal bengkel yang berfungsi sebagai kapal pendukung, dan yang terkahir adalah KRI Sorong (911) sebagai kapal tanker bahan bakar.

Gugus tempur dan juga Gugus Rajawali Flight ( terdiri dari 9 pesawat Herculus TNI AU) adalah merupakan ujung tombak dari Operasi Seroja yang melakukan aksinya lewat penyerbuan pantai dan operasi lintas udara.

Gugus tempur tersebut terlihat di lepas pantai kota Dili dalam upaya penyerbuan Kota Dili yang diawali dengan tembakan-tembakan ke arah pantai guna memberikan perlindungan dan juga tembakan bantuan dari meriam 76 mm milik KRI Martadinata.
Operasi Seroja timor timur
Operasi Seroja timor - timur
Pada saat bersamaan Batalion Tim Pendarat Marinir 5 juga berhasil mendarat dan mengendap-endap di Kampung Alor dan mulai melakukan pergerakan menuju Kota Dili untuk upaya penguasaan wilayah. Sebenarnya gerakan gugus tugas ini sejak awal sudah dibayang-bayangi oleh dua kapal perang Portugal.

Kedua kapal perang portugal adalah kapal fregat dari kelas Commandante Joao Belo dan kapal survei bernama Alfonso D. Alburqueque. Kapal-kapal tersebut sudah berada di perairan Timor - Timur sejak bulan Oktober 1975 yang sepertinya keberadaanya disengaja dan sudah mengetahui bahwa akan dilakukannya operasi ampibi seroja.

KRI Martadinata dan KRI Ratulangi bertugas saling membayangi kapal fregat Portugal, namun yang utama mengawasi adalah KRI ratulangi yang dilengkapi dengan meriam utama 100 mm. Sedangkan umtuk KRI Martadinata tetap fokus untuk memberikan bantuan tembakan guna memuluskan pendaratan pasukan marinir dibibir pantai.

Ketika diawasi oleh KRI Martadinata dan KRI Ratulangi, kedua kapal Portugal tersebut tidak melakukan manuver yang mengganggu ataupun membahayakan operasi pendaratan, mereka hanya mengawasi saja. Jarak antara kapal perang Indonesia  dengan kapal perang Portugal yang saling membayangi hanya  berjarak 4 mil laut atau7 kilometer saja, namun beruntung tidak ada kontak senjata sama sekali.

Pertempuran seroja telah dibukukan dalam buku biografi 'Letjen (Purn) Soegito: “ Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen', yang ditulis oleh Beny Adrian. Cetakan pertamanya adalah tahun 2015, diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta. Silahkan kalian bisa cari bukunya jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Operasi Seroja di Timor - timur .

Sejarah Timor – timur melepaskan diri dari Indonesia

Timor-Timur adalah merupakan sebuah wilayah bekas jajahan Portugis yang dianeksasi ( penggabungan) oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi di Indonesia (17 Juli 1976 sampai resminya pada 19 Oktober 1999).

Mengulas tentang sejarah timor-timur mengingatkan admin dengan teman di masa SD dahalu. Teman admin itu bernama "Dian Utami Timtim". Usut punya usut ternyata nama "Timtim" dibelakang nama dian utami tersebut adalah kepanjangan dari "Timor - timur". Menurut cerita dari si Dian Tim - tim ini, bahwa sejarah nama belakang Timur - timornya adalah memang ada hubunganya dengan bekas wilayah ke 27 indonesia tersebut TIMOR - TIMUR.

Nama Dian Utami Timtim diberikan orang tuanya untuk mengingatkan dengan tugasnya sebagai anggota TNI yang pernah bertugas di Timor - timur kala itu. Menurutnya Timur - timor (Tim-tim) sangat mempunyai kesan sejarah yang tak terlupakan bagi Sang Ayah sebagai anggota TNI yang ditugaskan di Timor - timur kala itu.

Baiklah Saya tidak akan panjang lebar lagi, langsung ke topik pembahasan sesuai dengan judul artikel yaitu Sejarah Timor-timur melepaskan diri dari Indonesia.

gambar Sejarah Timor – timur melepaskan diri dari Indonesia
Timor - timur (Timor Leste) 
Sejarah Timor - timur (Timor Leste) melepaskan diri dari Indonesia

Timor - timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh bangsa Portugal. Wilayah provinsi timor - timur meliputi pulau Timor, pulau Kambing / Atauro, pulau Jaco dan sebuah eksklave ( negara atau bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah negara lain.) di timor barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bergabungnya Timor Timur sebagai propinsi ke-27 Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soeharto merupakan suatu cerita panjang bagi kesejarahan Indonesia . Dimulai pada 31 Desember 31 Mei 1976, saat itu dikeluarkan petisi yang mendesak pemerintah RI untuk secepatnya menerima dan mengesahkan integrasi Timor Timur ke dalam negara kesatuan RI tanpa referendum.

Integrasi Timor Timur ke dalam wilayah RI diajukan secara resmi pada 29 Juni 1976. lalu seterusnya, Pemerintah mengajukan RUU integrasi Timor Timur ke wilayah RI kepada DPR RI.

DPR melalui sidang plenonya menyetujui RUU tersebut menjadi UU Nomor. 7 Tahun 1976 pada 17 Juli 1976 dan ketentuan tersebut semakin kuat setelah MPR menetapkan TAP MPR No. VI / MPR/ 1978, hingga pada ahirnya, Timor Timur menjadi Propinsi Indonesia yang ke-27.

Saat masih bergabung dengan indonesia Timor - timur memiliki 13 kabupaten yang terdiri dari beberapa kecamatan. Ketigabelas kabupaten itu adalah Dili, Baucau, Monatuto, Lautem, Viqueque, Ainaro, Manufani, Kovalima, Ambeno, Bobonaru, Liquisa, Ermera dan Aileu.

Arnaldo dos Reis Araujo dan Franxisco Xavier Lopez da Cruz saat itu diangkat oleh Presiden Soeharto menjadi gubernur dan wakil gubernur yang selanjutnya dilantik pada 3 Agustus 1976 oleh Amir Machmud yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia.

Timor - timur (Timor Leste) era Presiden B. J Habibie 

gambar Sejarah Timor – timur melepaskan diri dari Indonesia
Timor – timur
B. J Habibie yang saat itu menggantikan presiden Soeharto mau tidak mau turut tertimpa masalah dan beragam krisis di indonesia, termasuk krisis disentegari yang terjadi di Timor Timur. Presiden Habibie yang saat itu terkesan tidak tegas, plin-plan dalam mengambil keputusan tentang masalah tersebut menjadikan faktor keberuntungan Xanana Goesmao untuk mengacaubalaukan rasa nasionalime rakyat Timor Timur.

Pada saat itu Xanana Goesmao awalnya adalah seorang pemain sepak bola dan wartawan, namun kemudian bergabung dengan para pejuang Timor Leste (Gerilyawan) untuk melawan pemerintahan Indonesia. Xanana Goesmao yang didukung oleh negara luar seperti Australia dan Portugal semakin menggebu-gebu untuk menyuarakan kemerdekaan Timor - timur.

Presiden B.J Habibie berupaya keras untuk menghentikanya, namun Sayang serasa tak mampu hingga presiden membuat Dua opsi (pilihan alternatif) yang dia tawarkan untuk memecahkan masalah Timor Timur.

Dua opsi yang ditawarkan kepada Timor - timor tersebut yaitu pemberian otonomi khusus atau memisahkan diri dari Indonesia.

Otonomi khusus adalah kewenangan khusus yang diberikan kepada daerah tertentu untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya menurut prakarsa sendiri sesuai dengan hak dan aspirasi masyarakat di daerah tersebut. 

Portugal dan PBB menyambut baik tawaran Presiden B.J Habibie tersebut. Selanjutnya, perundingan Tripartit terjadi di New York pada 5 Mei 1999 antara Indonesia, Portugal dan PBB yang kemudian menghasilkan kesepakatan tentang pelaksanaan jajak pendapat mengenai status masa depan Timor Timur / United Nations Mission in East Timor (UNAMET).

Jajak pendapat diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 1999 yang diikuti oleh 451.792 orang pemilih yang dianggap penduduk Timor Timur berdasarkan kriteria yang ditetapkan UNAMET, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun diluar negeri.

Pada tanggal 4 September 1999 di Dili dan di PBB hasil jajak pendapat masyarakat Timor Timur tentang pilihan untuk menerima otonomi khusus atau berpisah dengan NKRI diumumkan. Dan hasilnya 78,5 persen penduduk menolak otonomi khusus. Yang artinya Mereka lebih memilih untuk memisahkan diri dari NKRI. Hanya 21,5 persen yang menerima tawaran otonomi.

Dengan hasil tersebut maka MPR RI dalam Sidang Umum MPR pada 1999 mencabut TAP MPR No. VI/1978 dan mengembalikan Timor Timur seperti pada 1975.

Jika Kalian ingin mempelajari sejarah timor - timur secara mendalam, berikut ada beberapa referensi buku - buku tentang sejarah integrasi timor - timur

Judul Buku - buku sejarah integrasi Timor - timur 

  • Integrasi Kebulatan Tekad Rakyat Timor - timur
  • Saksi Mata Perjuangan Integrasi timor - timur
  • Operasi Udara di Timor Timur
  • Perang Tersembunyi, Sejarah Timor - timur Yang Dilupakan
  • Hari - hari Terakhir Timor - timur, Sebuah Kesaksian
  • Timor- timur Satu Menit Terakhir
  • Timor - timur, Indonesia dan dunia
  • Lahirnya Propinsi Timor - timur
  • Timor - timur Kembalinya Si Anak Hilang
  • Timor - timur The Untold Story
Baca juga : [ Top 5 Buku Satra Klasik Indonesia ]

Buku - buku sejarah integrasi Timor - timur tersebut, dapat kalian beli di gramedia atau toko buku online. Demikian semoga bermanfaat.