Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sepak Bola di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sepak Bola di Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sejarah Desain Jersey Timnas Indonesia sejak 2007 hingga sekarang

Di setiap desain Jersey Timnas Indonesia selalu tersimpan sejarah yang tak terlupan bagi Saya, karena sejatinya timnas Indonesia adalah bagian dari perjalanan hidup Saya. Timnas Indonesia memang sudah lama tak berprestasi sejak terakhir kali meraih medali emas di ajang SEA Games 1991. Namun, sampai kapanpun, Saya masih tetap cinta dan bangga dengan Timnas Garuda. Berikut adalah kilas balik sejarah timnas Indonesia sejak tahun 2007 yang ada di ingatan Saya.

Sejarah Kiprah Timnas Indonesia

Tahun 2004 terahir kali desain jersey timnas Indonesia menggunakan pola tiga garis ikonik khas apparel adidas yang terpasang di bahu, karena sejak tahun 2007, perusahaan perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike resmi menjalin kerjasama dengan PSSI untuk keperluan jersey Timnas Indonesia.

jersey timnas Indonesia 2004
jersey timnas Indonesia 2004 keluaran terakhir Adidas
Foto skuad timnas Indonesia saat pertandingan persahabatan vs australia setelah indonesia jadi runner up di piala tiger 2004 ( Sekarang Piala AFF ). Penampilan impresif timnas indonesia di piala tiger membuat australia penasaran ingin bertanding lawan timnas Indonesia.

Berdiri dari kanan ke kiri : Hendro Kartiko, Mauli Lessy, Ortizan Sollosa, Firmansyah, Ismed Sofyan, Hamka Hamzah

Jongkok dari kanan ke kiri : Ponaryo Astaman, Agus Indra, Samsul Bahri, Ilham Jaya Kusuma, Firman Utina

Pelatih : Peter White

Dari tahun 2007 hingga 2018 menjadi sponsor resmi untuk jersey timnas Indonesia, tercatat Nike telah 5 kali mengeluarkan desain baru untuk seragam tempur pasukan Garuda. Berikut ini adalah sejarah desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 hingga 2018 keluaran Nike.

Evolusi desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 - 2018 ( Keluaran Nike )

1. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Pertama kali bekerjasama dengan PSSI di tahun 2007, Nike merilis desain jersey baru untuk timnas Indonesia dengan memperkenalkan teknologi baru dry fit. Teknologi dry fit ini diklaim dapat dengan mudah menyerap keringat Pemain. Jersey dengan teknologi dry fit, menjadikan keringat yang sudah diserap tersebut lebih cepat diuapkan, sehingga selain mudah menyerap keringat juga membuat nyaman pemain.

Desainnya Jersey Timnas Indonesia tahun 2007 polos dengan dua garis putih miring di bawah bagian kiri. Lalu ada lambang garuda di dada kiri dan logo centang khas apparel Nike di dada kanan. Lambang garuda di dada dibuat tepat di atas jantung pemain, yang menunjukkan betap dekatnya Indonesia di hati, menunjukan bahwa para pemain Timnas berjuang sepenuhnya untuk negara dan bangsa ini.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2007

Tahun 2007 Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Piala Asia bersama tiga negara Asean lainya. Dengan seragam kebanggan tahun 2007 ini, Saya masih ingat, dihadapan sekitar 60 ribu penonton, Tim Merah-Putih yang di asuh pelatih Ivan Kolev, sukses membungkan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Indonesia menang 2-1 atas Bahrain melalui gol membelah lautan Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.

Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2007

Kiper: Jendry Pitoy (Persipura), Marcus Horison (PSMS) dan Feri Rotinsulu (Sriwijaya FC).

Belakang: Supardi (PSMS), Ricardo Salampessy (Persipura), Firmansyah (Sriwijaya FC), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Hary Saputra (Persis), Maman Abdurrachman (PSIS), M. Ridwan (PSIS), Erol Iba (Persik).

Tengah: Ponaryo Astaman (Arema), Firman Utina (Persita), Ismed Sofyan (Persija), Mahyadi Panggabean (PSMS), Eka Ramdhani (Persib), Syamsul Bachri Chaerudin (PSM) dan Atep (Persija).

Depan: Ellie Aiboy (Arema), Bambang Pamungkas (Persija), Budi Sudarsono (Persik), Zaenal Arief (Persib), Rahmat Rivai (Persiter).

Cadangan: Achmad Kurniawan (Arema), Aris Budi Prasetyo (Persik), Bayu Sutha (Persib), Achmad Amiruddin (PSM), Achmad Jufriyanto (Persita), Legimin Raharjo (PSMS), Irsyad Aras (PSM).

Pelatih : Ivan Kolev

2. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Di tahun 2008, Nike kembali merilis jersey untuk timnas Indonesia. Seragam tempur timnas di tahun 2008 menggunakan bahan ramah lingkungan, yaitu berasal botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Jersey timnas tahun 2008 masih mirip dengan desain pada jersey tahun 2007, namun hanya saja kali ini ada dua garis putih berdiri di bawah, dan ditambah pula lambang sayap emas di bagian leher belakangnya.

Logo sayap berwarna emas yang ada di belakang tersebut untuk mengingatkan pemain, bahwa mereka harus bangga sudah terpilih di antara sekian banyak pemain sepak bola di Indonesia.
Mereka berjuang untuk Indonesia yang diwakili lambang garuda, dengan sayap mereka diharapkan, mereka mampu mengepakkan sayap dan terbang setinggi mungkin demi nama bangsa.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2008

Indonesia menjadi Tuan rumah piala AFF 2008 bersama dengan Thailand. PSSI menunjuk Benny Dolo sebagai juru taktik timnas senior dengan target juara AFF 2008. Dengan hasyarat ingin membayar keterpurukan Timnas Indonesia di tahun 2007, hasilnya malah mengecewakan dimana Timnas Indonesia kandas di empat besar, setelah di semi final kalah dari Thailand yang saat itu menggunakan sistem kandang dan tandang, Timnas Indonesia kalah dua kali dari Thailand yaitu di partai kandang di SUGBK tanggal 16 Desember ( Indonesia 0 -1 Thailand ) dan tanggal 20 Desember di Thailand ( Thailand 2 - 1 Indonesia ). Gagalnya Timnas Indonesia di AFF 2008, banyak yang menyebut adalah karena faktor fisik para pemain yang buruk.

AFF 2008, Vietnam tampil mengejutkan, dan mampu menjadi juara setelah berhasil mengandaskan perlawanan Thailand di partai final.

Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2008

Kiper: Markus Horison (Persik), Fery Rotinsulu (Sriwijaya FC)

Belakang: Muhamad Roby (Persik), Richardo Salampessy (Persipura), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Pelita), Fandy Mochtar (Arema Malang), Isnan Ali (Sriwijaya FC), Maman Abdurahman (Persib)

Tengah: Syamsul Bachri (PSM Makassar), Eka Ramdani (Persib), Ian Louis Kabes (Persipura), Arif Suyono (Arema), Firman Utina (Pelita), Heru Nerli (Persipura), Hariono (Persib), Ponaryo Astaman (Persija), Elie Aiboy (Selangor FC)

Depan: Bambang Pamungkas (Persija), Aliyudin (Persija), Saktiawan Sinaga (Persik), Budi Sudarsono.

Pelatih : Benny Dolo

3. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Pada tahun 2010, Nike kembali mendesain jersey baru timnas Indonesia dengan logo Garuda Pancasila di bagian depan seragam timnas. Bahan dasar seragam tetap menggunakan botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Seragan timnas tahun 2010 ini terdapat Aksen hijau di bagian lengan kiri dan kanan serta dibagian dalam guna untuk menonjolkan Indonesia berada di garis Khatulistiwa dengan ciri khas agraris.

Warna hijau sejatinya juga untuk mengingatkan warna jersey timnas Indonesia pada tahun 1950 - 1958. Pada masa itu, timnas Indonesia sering kali meraih kemenangan gemilang dan di takuti di Asia.

Untuk pertama kalinya jersey timnas memakai tanda air bergambar garuda besar di bagian depan. Gambar garuda besar terlihat cukup mencolok . Saya masih ingat dengan jersey ini, timnas Indonesia tampil apik di Piala AFF 2010, sebelum terjadi antiklimaks di final.

Desain jersey timnas tahun 2010 ingin menunjukkan bahwa pemain layak disanjung dan layak dihormati sebagai pembela bangsa. Lambangnya dibuat makin tebal dengan dilapisi lingkaran untuk semakin terlihat terang agar terkesan tajam dan juga berbeda.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2010

Di tahun 2010 adalah awal mula PSSI melakukan naturalisasi untuk Timnas Indonesia dengan memasukan  nama - nama seperti Christian Gonzales, dan juga  Irfan Bachdim di Timnas AFF 2010.

Banyak yang memprediksi, termasuk Saya, bahwa Timnas Indonesia kali ini akan juara Piala AFF, karena Timnas Indonesia saat itu bermain sangat apik dan ciamik di babak penyisihan hingga semifinal Piala AFF 2010.

Naman yang sangat menyedihkan, di partai Final Piala AFF 2010, seakan menjadi anti klimak Timnas Indonesia, Indonesia yang lebih superior karena di babak penyisihan grup berhasil menghancurkan Malaysia 5-1 , pada final leg pertama,Timnas harus tertunduk dari Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Tiga hari setelahnya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sesuatu yang hilang dari timnas Indonesia selama bermain di Bukti Jalil, tak lagi terlihat. Timnas Indonesia tampil ganas dan mampu memang dengan skor 2 - 1, namun tak mampu mengejar agregat ketertinggalan karena di leg pertama Timnas kalah 0 - 3 dari Malaysia di Bukit Jalil.

Penyebab keterpurukan Timnas Indonesia saat itu, di nilai banyak pihak karena Saat itu, popularitas timnas juga dimanfaatkan untuk kegiatan politik.

Berikut daftar skuad timnas Piala AFF 2010 :

Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Made Wirawan

Bek:Zulkifli, Benny Wahyudi, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam, M Roby, M Nasuha, Slamet Riyadi

Gelandang: M Ridwan, Arif Suyono, Toni Sucipto, Firman Utina, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Hariono, Johan Juansyah, Oktovianus Maniani, Octavianus

Penyerang: Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Boas Salossa, Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo,

Pelatih : Alfred Riedl

4. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Tahun 2012, kembali Nike merilis jersey baru timnas dengan tetap mengandalkan bahan daur ulang botol plastik air minum mineral dengan bahan lebih ringan 20 persen dan 23 persen lebih kuat. Kali ini tanda air bergambar garuda besar di bagian depan di hilangkan

warna merah-putih masih mendominasi jersey tersebut, namun yang membedakan adalah di warna hijau yang kali ini menghiasi ujung lengan dan juga bagian bawah kaos dan ditambah estetika desain garis-garis gelap yang menghiasi seluruh kaos. Jika pada 2010 bagian leher modelnya v-neck, versi 2012 lebih cenderung bulat.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2012

Tahun 2012 Timnas Indonesia berada di dalam masa-masa kelam Sepakbola sepanjang sejarah karena terjadi Dualisme kepengurusan PSSI yang berimbas besar kepada Timnasional Indonesia kala itu. Timnas Indonesiapun sempat mengalam dualisme juga karena ada Timnas PSSI Djohar Arifin  dan Timnas KPSI Pimpinan La Nyala Mataliti.

Piala AFF 2012, di MalaysiaTimnas Indonesia memperoleh hasil yang cukup buruk karena gagal lolos babak penyisihan grub. Saat itu Timnas Indonesia di wakili Timnas PSSI pimpinan Djohar Arifin dan Timnas Indonesia dibentuk tidak dari pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia, karena Pemain-pemain asal klub Indonesia Super League (ISL) melakukan aksi boikot sebab takut ancaman diputus kontrak oleh klubnya yang ikut PSSI versi La Nyala Mataliti.

KPSI yang merupakan PSSI versi KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti, tidak bisa mengirimkan skuat ke Piala AFF 2012, karena AFF memutuskan tim versi Djohar Arifin yang sah saat itu.

Hanya Bambang Pamungkas (Persija Jakarta) dan Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat) yang datang memenuhi panggilan.

PSSI saat itu juga mendatangkan pemain naturalisasi, seperti Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, dan Jhon van Beukering, yang sayangnya performanya mereka ternyata di bawah ekspetasi.Timnas Indonesia saat itu mayoritas di isi dari klub-klub Indonesia Premier League (IPL). Timnas berangkat ke Malaysia bermaterikan pemain dari Liga IPL, dengan menunjuk pelatih Nilmaizar.

Walaupun Timnas Indonesia mampu memperlihatkan sebuah titik balik yang bagus dengan meraih kemenangan tipis 1- 0 atas Singapura, melalui gol cantik Andik Vermansah lewat tendangan bebas tajam dari jarak jauh.

Sebenarnya Timnas hanya butuhkan hasil seri di pertandingan terakhir melawan Malaysia untuk bisa lolos ke semifinal. Namun sayang Timnas kalah 0 -2 dari Malaysia di pertandingan ketiga babak penyisihan Grup B yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil.

Hasil tersebut menjadikan untuk kali kedua Indonesia gagal melangkah ke semifinal sejak Piala AFF digelar dari tahun 1996. Sebelumnya, Indonesia pernah bernasib sama pada Piala AFF tahun 2007.

DaftarSkuat pemain Timnas di Piala AFF 2012:

Kiper: Endra Prasetya (Persebaya), Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)

Belakang: Nopendi (Persiba Bantul), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), Handi
Ramdan (Persija IPL), Fakhrudin (PSS Sleman), Valentino Telaubun
(Bontang FC), Novan Setia Sasongko (Semen Padang), Arthur Irawan
(Espanyol B)

Tengah: Elie Aiboy (Semen Padang), Taufik (Persebaya), Andik Vermansyah
(Persebaya), Vendri Mofu (Semen Padang), Cornelis Gedi (Persija IPL),
Rasyid (PSM Makassar), Irfan Bachdim (Persebaya), Oktavianus Maniani
(Persiram), Tonnie Cussel (GVVV Veenendaal)

Depan: M Rahmad (PSM), Syamsul Arief (Persibo), Bambang Pamungkas (Persija
ISL), Johny Van Beukering (Presikhaaf)

5. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Desain jersey timnas Indonesia tahun 2014 berdesain minimalis dan kembali dengan model kerah V-neck, namun untuk jersey awaynya yang warna putih. Aksen hijau di lengan masih dipertahankan, dan ditambah pada bagian bahu, khusu untuk di jersey homenya warna merah.

Masih sama seperti desain jersey tahun 2010, lambang garuda juga dikelilingi dengan lingkaran untuk mempertegas dan juga mempertajam desain. Material utama seragam tersebut tetap menggunakan teknologi Dri-Fit. Teknologi itu digunakan untuk meningkatkan kinerja serta kemampuan bernafas dan aliran udara di sepanjang kulit para pemain.

Tahun 2014 jersey timnas terdapat Identitas khusus di bagian punggung belakang leher bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika" .

Jika sebelumnya dirangkai seperti berbentuk lingkaran, kali ini tulisan "Bhineka Tunggal Ika" berada dalam cetakan berbentuk segitiga terbalik.

Warna hijau di bagian bawah seragam dihilangkan. Warna hijau ada di bagian pundak. . Desain warna hijau di lengan bawah kanan dan kiri dihiasi dengan setrip putih.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2014

Piala AFF 2014 jadi kisah tidak menyenangkan lainnya bagi Indonesia.  Timnas Indonesia, di tahun ini Timnas gagal lolos ke semifinal, hingga mengukir sejarah buruk dimana Indonesia untuk ketiga kalinya gagal lolos ke semifinal di turnamenpiala AFF.

Timnas AFF 2014 adalah korban ke ambisiusan PSSI melalui BTN (Badan Tim Nasional) yang kala itu dipimpin La Nyalla Mattalitti, seusai selesai permasalahan dualisme di kubu PSSI.

Tahun 2014 Kembali Alfred menjadi pelatih Timnas setelah momen pertama di Piala AFF 2010 (membawa Indonesia jadi runner-up). Alfred Riedl tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan timnas di Piala AFF 2014. Imbasnya, seluruh pemain baru bisa berkumpul satu pekan jelang keberangkatan ke Hanoi atau tiga hari sebelum kick-off penyisihan Grup A yang dihuni Indonesia bersama Filipina, Laos, dan tim tuan rumah Vietnam.

Minimnya waktu berlatih bersama dalam pemusatan latihan jadi salah satu faktor utama kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Satu lagi adalah buruknya kondisi fisik dan stamina (kebugaran) pemain untuk bermain dalam turnamen dengan jadwal ketat seperti Piala AFF. Hal itu karena pemain sudah bertarung habis-habisan bersama klub masing-masing dan tidak memiliki waktu jeda ideal.

Piala AFF 2014 adalah debut perdana Evan Dimas di Timnas Senior dengan berstatus sebagai pemain termuda di tim saat itu, ( 19 tahun ), Meski jadi yang termuda, Evan tidak terlihat grogi bermain bersama para seniornya dan mengemban tugas tak ringan sebagai gelandang pengangkut air.

Pada pertandingan terakhir di penyisihan grup, Evan menyumbang satu gol untuk mengantar Timnas Indonesia memetik kemenangan 5-1. Namun, sumbangan satu gol itu tetap tak mampu membawa Indonesia melaju ke semifinal. Piala AFF 2014 akhirnya dimenangi Thailand yang mengalahkan Malaysia di partai final

Daftar Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2014

Kiper: Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Dian Agus Prasetyo

Belakang: Zulkifli Syukur, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, M. Roby, Supardi Nasir, Fachrudin Wahyudi Aryanto

Tengah: Ramdani Lestaluhu, Evan Dimas, Raphael Maitimo, Rizky Pora, Imanuel Wanggai, Firman Utina, Zulham Zamrun, M. Ridwan, Hariono, Manahati Lestusen

Depan: Boaz Solossa, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Sergio van Dijk

Pelatih : Alfred Riedl

Baca juga 
TAHUN 2015 FIFA RESMI BANNED SEPAKBOLA INDONESIA

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 membuat Presiden Jokowi geram dan melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi , Pemerintah membentuk tim investigasi hingga akhirnya aktivitas PSSI di ambil alih oleh pemerintah Indonesia. Karena hal tersebut Badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  dan imbasnya timnas Indonesia tidak bisa ikut dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 atau pertandingan - pertandingan lain dibawah FIFA. Namun FIFA mengizinkan tim nasional Indonesia U-23 tampil di SEA Games Singapura karena event dua tahunan tersebut sudah dimulai.

Klub Persipura Jayapura yang mewakili Indonesia juga dipastikan tidak bisa melanjutkan penampilan mereka di ajang AFC Cup 2015. Namun meskipun demikian, tim "Mutiara Hitam" tetap bangga karena tersingkir tanpa pernah mengalami kekalahan. Demikian semoga bermanfaat. #rindujuara #siapakita #cayoindonesia

Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan

Persip Pekalongan adalah merupakan klub sepak bola Indonesia anggota PSSI dari Kota Pekalongan yang hingga sekarang masih bermain di Divisi Utama Liga Indonesia.

Kesebelasan Persip Pekalongan berdiri pada tahun 1948. Klub sepak Bola Persip Pekalongan ini memiliki julukan Laskar Kalong.

Tim Kebanggaan Masyarakat Pekalongan ini biasa di kenal dengan sebutan ( Pekalongan Raya). Raya yang berarti besar meliputi wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Kajen. Kesebelasan Persip Pekalongan memiliki suporter fanatik yang terkumpul dalam Kalong Mania.

Persip Pekalongan bermarkas di Stadion Kota Batik ( Kompleks Olah Raga Kraton) Kota Pekalongan yang di tahun 2017 stadion ini berubah nama menjadi Stadion Hoegeng dengan kapasitas stadion mencapai 20.000 Penonton.

Profil Biodata Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Sejarah Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Persip Pekalongan
Profil Persip Pekalongan
  • Nama lengkap : Persatuan Sepak Bola Indonesia Pekalongan ( PERSIP )
  • Julukan : Laskar Kalong
  • Didirikan : 1948
  • Nama Stadion : Stadion Hoegeng Pekalongan
  • Kapasitas Penonton : 20.000
  • Asal klub : Pekalongan, Jawa Tengah Indonesia
  • Level Kompetisi saat ini : Liga Divisi Utama Liga Indonesia
  • Kelompok Suporter : Kalong Mania
Sejarah Persip Pekalongan

Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Laskar Kalong Persip Pekalongan
Sepakbola sebagai olahraga rakyat dan kehadirannya di Pekalongan ternyata juga mempunyai sejarah yang panjang. Sejak zaman kolonial sekitar tahun 1920 jauh sebelum PSSI Berdiri ( Sejarah PSSI terbentuk pada tahun 1930), Sepakbola sudah menjadi kegiatan yang banyak di mainkan dan ditonton warga Pekalongan saat itu.

Dahulu kala di pekalongan kehadiran tamu klub asal negara eropa, yaitu dari Austria yang sempat bertanding dengan tim lokal pekalongan, bertempat di alun-alun kota pekalongan. Salah satu klub Sepakbola tertua di pekalongan yang pernah tercatat yaitu Klub Sepakbola THH, klub ini milik warga Tionghoa di pekalongan.

Hebatnya lagi seperti yang tercatat di buku Voetbal 40 Jarr in Nederlands indie, 1894-1934 karya W.Berrety. Klub THH Pekalongan adalah merupakan salah satu klub sepak bola yang mengikuti kompetisi yang diadakan NIVU ( Nederlandsche Indishe Voetbal Unie ) bahasa indonesianya adalah Serikat Sepak Bola Hindia Belanda, yaitu perkumpulan sepakbola yang dilaksanakan oleh Hindia Belanda.

Tidak mengherankan jika jejak sejarah itu kini mulai dirintis kembali oleh Persip Pekalongan yang walau hingga sampai saat ini hanya mampu menembus kasta kedua Liga indonesia yaitu Divisi Utama PSSI. Meskipun begitu Persip Pekalongan tetap dicinta warga Pekalongan terutama suporter setia dan fanatiknya Kalong Mania.

Hadirnya KLUB SEPAKBOLA DI PEKALONGAN, memiliki sejarah panjang dan mengakar. Pada era dekade 1950 - 1960, prestasi sepakbola di Pekalongan mulai terangkat naik. Kesebelasan Persip waktu saat itu, selalu menjadi langganan uji coba Tim Nasional Indonesia asuhan pelatih legendaris Toni Poganic.

Perlu diketahui Toni Pogacknik adalah salah satu pelatih legendaris timnas Indonesia yang didatangkan dari Yugoslavia di era kepemimpinan Ketua Umum PSSI Maladi . Pelatih yang akrab dipanggil Tony ini memang sering terlibat langsung dalam memberikan dasar-dasar teknik sepak bola pada pemain muda. Dia bukan tipikal pelatih yang puas dengan sekadar memberi instruksi.

Dalam masa singkatnya sebagai pelatih timnas Indonesia, Toni berhasil membawa timnas meraih berbagai kemajuan diantaranya meraih tiket semifinal pada Asian Games 1954 di Manila, menahan imbang Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956, dan merebut medali perunggu pada Asian Games 1958 di Tokyo.

Demikian ungkap pemain legendaris Persip Pekalongan dan juga mantan Pemain Nasional Mubarak Sulaiman. Menurutnya, saat itu Persip Pekalongan selalu menjadi pilihan lawan tanding Timnas Indonesia. Pardeteks dan Persija yang waktu itu juara Perserikatan juga sering meminta ujicoba sebelum mereka melakoni pertandingan internasional di jepang, ungkapnya.

Dahulu kala lapangan stadion pekalongan selalu menjadi lokasi ajang pertandingan Persip melawan klub - klub besar tanah air seperti, Persebaya Surabaya, PSM Makasar, PSIS Semarang, Putra Parahiyangan Bandung, UMS 80, Jayakarta dan mahesa Jakarta. Diakuinya, dahulu setiap hari jumat hampir pasti ada pertandingan melawan klub-klub besar indonesia di stadion kraton pekalongan. Seringnya Persip melakukan pertandingan itulah akhirnya para pemainya terpantau dan bisa masuk Tim Nasional indonesia.

Meski kala itu belum ada siaran live sepak bola di Televisi seperti sekarang, namun antusiasme warga pekalongan dengan sepakbola sangat tinggi. Waktu itu sepakbola sangat di gandrungi merata hampir di setiap sudut kampung di pekalongan.

Bahkan hingga sampai warga batang, Comal, pemalang selalu berduyun-duyun datang ke stadion Kraton dengan naik sepdeda ontel, oplet, gelinding, dokar, ungkap Mubarak Sulaiman Kelip yang kini tinggal di salah satu rumah di jalan H.Agus Salim Pekalongan.

Sejarah Persip Pekalongan Disegani Lawan
Tak hanya Persip yang menjadi idola kala itu, tapi juga ada klub sepakbola dari pekalongan yang juga disegani kiprahnya oleh tim dari luar pekalongan. Sebut saja kesebelasan Al-Hilal dan POP, kedua klub ini memiliki segudang pemain muda berbakat, hingga beberapa diantara pemainya ada yang memperkuat timnas Indonesia kala itu.

Menurut Farid Akhwan budayawan yang tinggal di pekajangan, Ia mengatakan bahwa cukup banyak pemain-pemain legendaris PS.POP yang ngetop waktu itu seperti Kasmuri dan beberapa pemain hebat lainnya.

Kita mengenal kakaknya Kasmuri yaitu Wahyono yang bermain sebagai gelandang. Lalu Sukirman Pemain kanan dalam. Barki kiri luar. Barki ini mengingatkan kita pada Ryan Giggs pemain sayapnya MU.

Juga ada Slamet palang pintu POP. ada Babud, back kanan handal. Djasdan yang gayanya mirip Edwin Van de Sar, lalu ada kipernya tim Nasional papar Farid yang juga mantan politisi serta anggota DPR.

Demikian dengan PS-Al-hilal, yang sebagian besar pemainnya keturunan Arab. Klub yang mempunyai markas di lapangan sorogenen ini, sangat hebat dan disegani. Permainanya terkenal dengan permainan bola sambanya ala Brazil.

Pemain-pemain legendarisnya, ada Dillah, Ali Kelip (mantan rektor Unissula), dan yang tak terlupakan pastilah Saleh Saqbal, kiper handal Al-Hilal yang pernah menggagalkan tendangan geledeknya Ramang pemain legendaris PSM Makassar saat bertanding di Stadion Kraton Pekalongan tandas Farid.

Dulu mereka hebat, karena sepakbola benar-benar dikelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Seperti layaknya diposisikan sebagai industri hiburan dan dikelola juga dipimpin oleh orang-orang yang bener-bener mengerti soal falsafah sepakbola, tambah farid.

Jejak kejayaan sepakbola pekalongan sepertinya, perlahan mulai bangkit, meski tak sehebat dulu. Kini Persip pekalongan mulai beranjak naik dengan berada di level Divisi Utama liga indonesia. Harapan Saya sebagai warga pekalongan semoga suatu saat nanti Laskar Kalong Persip Pekalongan bisa merasakan ketatnya persaingan Liga 1 Indonesia. Semoga lahir generasi - generasi Kasmuri dan Mubarak Kelip muda yang bisa menembus Timnas Indonesia.

Sejarah Pemain Persip Pekalongan yang membela Timnas Indonesia 
Muhammad Ridho Djazulie Timnas Indonesia
Muhammad Ridho Djazulie
Akhirnya selama penantian panjangnya, Muhammad Ridho mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan tahap kedua timnas U-23 Indonesia untuk persiapan Asian Games 2018.  Putra asal Baros, Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang saat ini bermain untuk klub Borneo FC itu dipanggil untuk pemusatan latihan bersama tiga kiper lainya  yang sebelumnya pernah memperkuat timnas Indonesia yakni Andritany Ardhiyasa, Satria Tama, dan Kurniawan Kartika Ajie.

Dalam sejarah Pekalongan Muhammad Ridho Djazulie tercatat menjadi orang ketiga asal Pekalongan yang sukses masuk Timnas Indonesia senior. Sebelumnya ada nama Kasmuri yang berhasil masuk skuad Timnas Indonesia pada Olimpiade Melburne 1958 dan Mubarak Sulaiman Kelip yang masuk Timnas untuk ajang Asia Games 1962.

Masuk Timnas bagi Ridho merupakan kebanggaan juga penantian panjang, karena sebelumnya pada Juni 2013 saat Ia menjadi Kiper ke 2 Persip Pekalongan, Ia juga pernah dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-23 asuhan Rahmad Darmawan kala itu, dimana Timnas U-23 ini akan diproyeksikan untuk ajang Sea Games Myanmar.

Saat itu Ridho bergabung bersama dengan 23 pemain lain dari berbagai klub indonesia air untuk mengikuti tahapan seleksi timnas di Jogjakarta tanggal 5 - 8 Juni 2013. Sayang dia gagal bersaing dengan kiper Timnas lainya saat itu.

Selain Muhammad Ridho di bulan September 2016 tiga pilar utama Persip Pekalongan juga dipanggil ikut seleksi Timnas U-19 yang dipersiapkan tampil pada Piala AFF Hanoi, Vietnam. Tiga pemain yang dipanggil adalah Awan Setho Raharjo (kiper), Muhammad Rizky Ramadhan dan Ibrahim Sanjaya (bek). Saat itu ketiga pemain muda tersebut jadi andalan utama bagi Laskar Kalong mengarungi kerasnya persaingan ISC B.

Ini membuktikan bahwa Pekalongan memiliki talenta muda berbakat dalam sepak bola. Dan mudah-mudah ke depan muncul lebih banyak lagi pemain-pemain muda yang mampu berprestasi mengharumkan nama Bangsa dan daerah kelahiranya. Jadi jangan patah semangat adik-adiku yang di pekalongan. Jika Kalian mau kerja keras, Saya yakin suatu saatnanti Kalian juga mampu.

Profil Stadion Stadion Hoegeng Pekalongan

Profil Stadion Stadion Hoegeng Pekalongan
Stadion Hoegeng Pekalongan
Stadion Kota Batik adalah sebuah Stadion Sepak Bola di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang juga merupakan markas klub sepak bola Persip Kota Pekalongan. Dalam Memeriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke-105 1 April 2011 nama Stadion Kraton pada Jumat 18 Maret 2011, diubah menjadi Stadion Kota Batik.

Kembali di tahun 2017, Stadion kebanggaan warga Kota Pekalongan, resmi berubah nama menjadi Stadion Hoegeng. Nama stadion tersebut terinspirasi dari seorang Jenderal bernama Hoegeng yang merupakan polisi jujur yang lahir di Pekalongan.

Peresmian nama Stadion Hoegeng saat itu dihadiri langsung oleh istri almarhum Jenderal Hoegeng, Mary Hoegeng, yang ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, pada hari Jumat (21/4/2017).

Menurut Keterangan Ketua KONI Kota Pekalongan H Risca Mangkulla, pemberian nama itu disesuaikan dengan budaya batik yang kini sudah terkenal di manca negara. Stadion ini dibangun pada tahun 1986 Kemudian direnovasi tahun 2005. Stadion Kota Batik memiliki kapasitas 20.000 tempat duduk.

Sejarah Suporter Persip Kalong Mania

Sejarah Suporter Persip Kalong Mania
KALONG MANIA terbentuk dari gabungan nama – nama Suporter Persip Pekalongan seperti BATMAN (Batik Mania) dengan logo Kelelawar, di Medono ada Lowo Biru, ada Serdadu Grogolan, Panther (Panjang Suporter) Sneper Bendan, Krapyak, Yosorejo ada juga dari Kabupaten Pekalongan dan masih banyak lagi tersebar di seantero pekalongan hinga keduwungi wonoppringgo kajen.

Kalong Mania
Suporter Persip Kalongmania
Di awal Maret Tanggal 11 Tahun 2006 kelompok-kelompok supoter setia Persip ini akhirnya menyatakan bersatu menjadi satu Nama yaitu Kalong Mania. Rapat Pembentukan Kalong Mania dilaksanakan di rumah H. Budi Setiawan ( yang pada waktu itu belum masuk dalam Persip Pekalongan ). Demikian Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan, semoga bermanfaat dan tetap semangat Persip Laskar Kalongku. #cayoindonesia.


Sejarah Berita Sepak bola di Media Cetak

Sejarah Berita Sepak bola di Media Cetak. Surat kabar harian Kompas pertama kali dalam sejarah mencapai penjualan 500 ribu eksemplar berkat pemberitaan Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko. Surat kabar harian Kedaulatan Rakyat pada edisi 6 Januari 1951 memberitakan tentang proses pembentukan tim nasional Indonesia yang untuk pertama kalinya dipersiapkan untuk ajang pesta olahraga negara Asia pertama yaitu Asian Games di New Delhi India pada Januari 1951.
gambar koran jadul berita timnas indonesia kedaulatan rakyat
koran jadul berita timnas indonesia kedaulatan rakyat
Pada saat itu jumlah halaman olahraga di Surat kabar harian porsinya sedikit. Hanya terdapat satu halaman khusus berita tentang sepak bola dan itupun harus berbagi dengan cabang olahraga lain. Berita Sepak bola di surat kabar harian memperoleh porsi pemberitaan besar tatkala ada pertandingan internasional atau perhelatan olahraga internasional.

Sepak Bola menjadi headline di berbagai surat kabar harian Indonesia, apalagi saat ketika Timnas Indonesia mampu menahan imbang kesebelasan Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade Melbourne tahun 1956.
gambar koran jadul berita timnas kedaulatan rakyat 1956
koran jadul berita timnas kedaulatan rakyat 1956

Berangkat dari keterbatasan halaman olahraga di Surat kabar harian serta semakin banyaknya informasi seputar olahraga khususnya sepak bola yang layak untuk diinformasikan kepada publik, maka muncul media cetak yang fokus mengupas seputar olahraga. Kedaulatan Rakyat pada tahun 1962 menerbitkan “Madjalah Sport” yang memiliki tagline “Madjalah Lembaran Berisikan Chusus Olah Raga”. Majalah ini menjadi majalah mingguan yang terbit setiap minggunya yaitu di hari Selasa.

Beberapa tahun kemudian, semakin banyak bermunculan media cetak baru yang fokus pada olahraga yang menghadirkan seputar berita sepak bola sebagai sajian utamanya. Banyak pula media cetak yang kemudian seluruh isinya hanya informasi seputar sepak bola, baik cerita di dalam lapangan maupun berita pemain sepak bola diluar lapangan. Di antara sederet nama, yang paling fenomenal saat itu, tentu adalah Tabloid BOLA yang terbit pertama tahun 1984. Beberapa tahun kemudian muncul TopSkor sebagai koran olahraga harian pertama di Indonesia hingga banyak menjamur media cetak versi berita sepak bola.
gambar koran jadul berita timnas indonesia tabloid bola 1986
koran jadul berita timnas indonesia tabloid bola 1986

Berita Sepak bola memang selalu diminati sepanjang zaman, namun cara orang untuk menikmatinya tersebut yang senantiasa dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. 

Hadirnya internet menjadi satu-satunya alasan media cetak khusus berita Bola mengalami kemunduran signifikan. Kamis pagi, 9 Oktober 2014, melalui (tagar) #SoccerPamit menjadi salah satu trending topik pembicaraan terhangat di Twitter.

Artikel terkait :
Tagar tersebut merujuk pada keputusan Tabloid Soccer untuk berhenti terbit pada 11 Oktober 2014. Our Final Match, begitu yang tertulis di sampul tabloid yang pertama kali terbit pada Juni 2000 dengan nama Hai Soccer. Demikian semoga menambah wawasan . Source pindai.org

Inilah Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Sejarah Sepak Bola di Indonesia . Beruntung bangsa indonesia pernah dijajah belanda (Sekedar ungkapan), beruntung Saya cinta dan bangga dengan Sepak Bola Indonesia dan Alhamdulilah beruntung Saya masih diberi kesehatan dan umur oleh Allah SWT, sehingga Saya masih bisa membuat tulisan ini.

Sepak Bola di Indonesia
gambar Sejarah Sepak Bola di Indonesia
Rindu Juara
Pada awalnya Sepak bola di Indonesia ini hanyalah sebagai sarana untuk kesenangan belaka, hingga ahirnya sepak bola mampu menjadi jembatan terbentuknya komunitas - komunitas dan menjadi alat perjuangan di masa pra-kemerdekaan.

Lalu pada ahirnya Sepakbola di Indonesia menjadi sebuah olahraga yang sangat dicintai pasca kemerdekaan hingga sekarang walaupun Timnas Indonesia masih kering prestasi di level Sepak Bola Dunia bahkan Asia sekalipun, namun Sepak Bola tetap menjadi Olah Raga terpopuler dan digemari hampir sebagian besar Masyarakat Indonesia.

Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Sejarah sepak bola di Indonesia tidak lepas dari masa penjajahan belanda yaitu saat kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia. Sepak Bola pada masa penjajahan di indonesia hanyalah sebagai permainan kaum kolonial, hingga kemudian Sepak Bola dimainkan oleh kaum Tionghoa dan juga pribumi.

Sepak bola saat itu menjadi sebuah simbol tumbuhnya Jong-jong (perhimpunan pemuda) di daerah yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan melalui si kulat bundar tersebut. Peran Sepak Bola pada saat itu bukanlah untuk berperang, namun ditujukan sebagai alat persatuan para pemuda pada saat itu.

Pasca kemerdekaan, sepak bola menjadi alat perdebatan; apakah ia digunakan sebagai pelekat persatuan dan kesatuan, atau justru menjadi alat perpecahan dengan lahirnya kelompok suporter yang bermusuhan satu sama lain.

gambar Tim Sepak Bola Hindia Belanda (Timnas Indonesia )

Tim Sepak Bola Hindia Belanda (Timnas Indonesia ) 
Proses awal masuknya sepak bola di Indonesia tidak bisa di lepaskan dari masa penjajahan bangsa Belanda di Indonesia( jaman Hindia Belanda)  yang bahwa dalam proses kolonialisasi tersebut telah terjadi persilangan budaya salah satunya adalah budaya Sepak bola.

Sepak bola yang sejatinya berasal dari Inggris besar dan berkembang disebarkan melalui praktik kolonial di daratan Eropa, Amerika, Afrika, dan juga Asia.

Persebaran sepak bola ke kota-kota besar tak luput dari masyarakat Tionghoa dan masyarakat Bumiputera. Ini juga seakan-akan menegaskan bahwa sepak bola mudah diterima oleh sebagian golongan dan kalangan masyarakat yang ada di Hindia Belanda saat  itu, sehingga membuat olahraga ini sangat cepat penyebarannya di indonesia.

Sejarah juga mencatat bahwa Tim sepak bola Hindia Belanda adalah tim sepak bola yang mewakili Hindia Belanda yang merupakan koloni Belanda. Tim nasional ini ikut dalam kompetisi internasional yaitu Piala Dunia 1938 - 1947.

Baca juga [ Sejarah Desain Jersey Timnas Indonesia ]

Video Rekaman Piala Dunia 1938 Hindia Belanda (Timnas Indonesia) vs Hongaria




Hindia Belanda pada tahun 1938 menjadi tim Asia pertama yang lolos ke Piala Dunia. Mereka bermain hanya satu pertandingan, dimana mereka kalah 6-0 atas Hongaria. Setelah Perang Dunia II dan dekolonisasi pada tahun 1947, timnas sepak bola Hindia Belanda secara resmi tidak ada lagi dan dilanjutkan oleh timnas sepak bola Indonesia. Demikian semoga bermanfaat.  Di kutip dari wikipedia dan Rappler.com.