Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perjuangan Pers Indonesia ada di Museum Penerangan [ Muspen ]

Memori dan kenangan tentang sejarah perjuangan Pers di Indonesia untuk mencari kebenaran berita masih tersimpan apik di sebuah museum bernama Muspen ( Museum Penerangan ) yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Seperti Kita ketahui bersama bahwa dalam sejarahnya Pers di Indonesia telah melewati beberapa fase hingga dapat merasakan kebebasannya seperti sekarang ini.

Museum Penerangan Muspen TMII
Museum Penerangan ( Muspen ) di TMII
Museum Penerangan (Muspen) sebagai tempat pelestarian mengenai benda-benda bernilai sejarah dan ilmiah di bidang informasi. Muspen adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik yang berdiri pada tahun 1993 diresmikan oleh Presiden Indonesia saat itu yaitu Soeharto.

Benda - benda bersejarah yang merupakan koleksi museum muspen ini terbagi ke dalam lima bidang yang sesuai dengan histori kelembagaannya, yaitu meliputi pers dan grafika ( termasuk juga media massa cetak), penerangan umum, lalu ada film, televisi, dan juga radio dengan total koleksi benda bersejarah yang menggambarkan tentang sejarah Pers di Indonesia tersebut berjumlah sekitar 452 buah benda.

Koleksi Benda - benda bersejarah Museum Penerangan TMII

1. Bidang Pers cetak dan Grafika
Beberapa koleksi benda bersejarah Pers Indonesia di muspen di bidang pers cetak dan juga grafika yaitu diantaranya ada surat kabar harian Andalas di tahun 1917, lalu ada Mesin cetak kuno dengan berat 3,5 ton, tersimpan juga Koleksi tertua yaitu sebuah mesin tik huruf Jawa.
Mesin Ketik Huruf Jawa
Mesin Ketik Huruf Jawa koleksi Museum Penerangan
Mesin tik tersebut digunakan sejak tahun 1917 – 1960 oleh Keraton Surakarta yang dipakai untuk mengetik pengumuman perintah dengan huruf Jawa yang penyebaranya di daerah Jawa Tengah dan juga Jawa Timur.
Sepeda motor 49 cc Cyrus Sundapp
Sepeda motor 49 cc Cyrus Sundapp koleksi Museum Penerangan
Terdapat juga peninggalan berupa satu unit sepeda motor tipe 49 cc Cyrus Sundapp yang digunakan untuk transportasi dalam tugas-tugas kantor berita Antara yang pada saat itu di pimpin oleh Adam Malik.

2. Bidang Penerangan Umum
Kentongan berukir
Kentongan berukir koleksi Museum Penerangan
Koleksi benda di bidang Penerangan umum yaitu diantaranya ada Kentongan berukir, terompet To’is, koleksi wayang kuno dan masih banyak lagi koleksi -koleksi benda dari bidang penerangan umum yang tersimpan di Muspen.

3. Bidang Pertelevisian
Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971
Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971
Lalu di bidang televisi, ada Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971, Kamera Video Elektronik Perekam Kampanye Pemilu Tahun 1971, kamera film yang digunakan untuk meliput Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia, lalu terdapat juga banyak foto - foto kenangan dari penyiaran TVRI seperti Foto Penyiar Tvri, Drs Rudiansyah Tahun 1966 dan masih banyak lagi.

4. Bidang Perfilman
Foto Amoroso Katamsi, Pemeran Mayjen Soeharto Dalam Film ?Pengkhianatan G 30 S / Pki
Foto Aktor Amoroso Katamsi, Pemeran Mayjen Soeharto Dalam Film Pengkhianatan G 30 S / Pki
Sedangkan di bidang film diantaranya ada peninggalannya berupa megafon punya Sutradara film dan juga ada proyektor film dari tahun 1940, lalu ada berbagai Piala penghargaan insan perfilman indonesia seperti Piala Kartini, Piala Citra, Piala Bing Slamet juga terdapat foto - foto yang menggambar tentang perfilman Indonesia seperti Foto Adegan Dalam Film Lewat Jam Malam Tahun 1955, Foto Warkop Dki 1980, ada juga properti berupa Seragam Tentara Yang Digunakan dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI.

5. Bidang Radio
Radio Masa Nirom digunakan sejak zaman kolonial Belanda
Radio Masa Nirom digunakan sejak zaman kolonial Belanda
Bidang radio juga banyak terdapat koleksi - koleksi yang tidak kalah menariknya diantaranya ada peninggalan berupa gramaphone, lalu ada alat pemutar piringan hitam, macam - macam radio jaman dulu terdapat juga koleksi foto - foto Insan radio jaman dulu seperti Foto Mang Koko Pelopor Seni Sunda Di Rri, lalu ada juga Foto Salah Satu Komponis Indonesia, Mochtar Embu, foto saat pembuatan drama radio, dll

Tidak hanya koleksi berupa benda - benda, museum penerangan juga ada diorama yang menceritakan sejarah penerangan Indonesia. Salah satu dioramanya menceritakan tentang perjuangan penyiar RRI melawan pasukan PKI guna memberitakan hal-hal yang tidak benar melalui siaran radio meskipun nyawa mereka terancam. Silahkan datang ke Museum Penerangan Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang sejarah penerangan di Indonesia.
Diorama Penyerbuan Studio Rri Oleh Pki
Diorama Penyerbuan Studio Rri Oleh Pki di Muspen TMII
Koleksi diorama yang menceritakan sejarah penerangan Indonesia tersebut berada di lantai dua museum. Koleksi dan juga berbagai peninggalan museum ini benar-benar menggambarkan betapa cukup lamanya waktu yang telah dilalui oleh pers Indonesia untuk bisa meraih kebebasannya seperti sekarang ini, oleh sebab itu marilah Kita stop berita Hoax.

Sejarah Singkat Penerangan di Indonesia

Dalam sejarahnya fungsi dari lembaga penerangan di masa penjajahan hingga kemerdekaan yaitu untuk memberikan tentang informasi kondisi pemerintahan kepada masyarakatnya. Dan seseorang yang memberitakan tentang informasi tersebut disebut dengan juru penerangan ( Jurpen ).


Kegiatan penerangan di Indonesia dimulai sejak tanggal 20 Mei 1908 yaitu masa sebelum kemerdekaan yang kemudian sekarang disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bentuk-bentuk kegiatan penerangannya berupa munculnya surat kabar seperti Java Post dan De Banier di awal abad 19. Setelah itu, berbagai macam propoganda menentang pemerintahan kolonial terus bermunculan.

Dua hari setelah merdeka, yaitu tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuklah Kementerian Penerangan ( Kementrian penerangan dibubarkan pada tahun 1999, setelah lengsernya Presiden Soeharto )

Awal kebangkitan kegiatan penerangan di Indonesia sendiri ditandai dengan awal munculnya Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945 dan juga hadirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tanggal 24 Agustus 1962 untuk penyiaran Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia.

Demikian semoga bermanfaat, silahkan boleh di share untuk pengetahuan agar mereka yang sering buat atau share berita hoax sadar bahwa kebebasan pers di Indonesia tidaklah di dapat dengan mudah.

Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair

Ikan Mujair adalah merupakan jenis ikan air tawar yang bisa dikonsumsi. Penyebaran alami ikan mujair adalah di perairan Afrika dan juga di Indonesia. Nama ilmiah ikan mujair adalah Oreochromis mossambicus, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau terkadang juga secara tidak tepat disebut "Java tilapia".

Ciri-ciri dari ikan mujair adalah ikan ini berukuran sedang, panjangnya  total maksimum yang dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badan ikan mujair pipih dan memiliki warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau juga kekuningan. Sirip punggung ikan mujair  memiliki 15-17 dengan duri tajam dan juga memiliki duri berujung lunak
ikan mujair
Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair 
Ikan mujair ini memiliki toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga ikan mujair dapat hidup di air payau. Jenis ikan ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat, namun setelah dewasa, pertumbuhanya akan menurun.

Ikan mujair mulai berbiak pada saat umur sekitar 3 bulan, dan setelahnya dapat berbiak setiap satu setengah bulan sekali.  Puluhan butir telur yang telah dibuahinya  akan ‘dierami’ dalam mulut induk betinanya, sekitar seminggu hingga menetas. Dan hingga saat beberapa hari setelahnya pun, mulut tersebut tetap akan menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak ikan mujair yang masih kecil, hingga anak-anaknya siap disapih oleh induknya.

Dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan mujair dapat meningkat begitu pesat. Apalagi ditambah ikan mujair ini cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dengan kondisi ketersediaan makananya.

Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair

Sejarah ikan mujair berawal dari tahun 1936, yaitu pada saat Belanda masih di Indonesia. Pada saat itu terdapatlah seorang pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar jawa tengah yang pergi ke Teluk Serang yang terletak di laut selatan.

Nah sesampainya Ia di sana, pegawai tersebut menangkaplah 5 ekor ikan berbeda yang tidak diketahui jenis ikanya tersebut. Dan lalu Ia kemudian membawanya pulang kelima ekor ikan tersebut dan melepaskan kelima ikan tersebut di empang pekarangan rumahnya.

Selang berapa bulan dari kelima ekor ikan yang dilepaskanya tersebut, ternyata ada seekor ikan yang berkembang dengan cepat. Ikan tersebut bahkan dapat bertelur dan menyimpan telurnya tersebut di dalam mulutnya hingga masa menetas dan menjadi anak ikan.

Hal tersebut hingga diketahui oleh para Warga desa hingga mereka menjadi heran dan lalu mereka berbondong-bondong datang untuk melihat kejadian yang dianggap aneh tersebut.
Kabar kehebohan tersebut lalu hingga terdengar kepada seorang Belanda bernama Schuster.

Schuster adalah merupakan kepala penyuluhan perikanan di Jawa di era Belanda.
Schuster merasa penasaran dan lalu kemudian Ia mengunjungi pegawai desa Papungan tersebut untuk melihat ikan itu. Akhirnya Schuster melakukan penelitian dan ternyata ikan tersebut diidentifikasi sebagai Tilapia Mossambica yaitu jenis ikan yang berasal dari Afrika.

Menurut K. F. Vaas dan A. E. Hofstede dalam Studies on Tilapia Mossambica Peters (ikan Mujair) in Indonesia. Pada November 1939 Schuster menghadiri konferensi ahli perikanan dan ia mengemukakan tentang temuan ikan Tilapia Mossambica di pulau Jawa.

Dan semenjak itu pemerintah kolonial Belanda menaruh perhatian tinggi terhadap ikan Tilapia Mossambica tersebut. Karena pertumbuhan ikan itu cepat, perawatan tak ribet dan mudah beradaptasi di rawa-rawa, maka pihak kolonial belanda membudidayakan ikan tersebut secara besar-besaran. Dan bahkan pada masa pendudukan Jepang, para serdadu Jepang, membawa ikan tersebut ke seluruh penjuru nusantara untuk dibudidayakan di tambak-tambak.

Lantas lalu kenapa akhirnya Ikan ini bisa dinamakan sebagai ikan Mujair ?

Jadi Pegawai Desa Papungan yang pertama kali menemukan ikan tersebut, ia bernama Bapak 'Moedjair.' Saat pendudukan Jepang di indonesiapun, Pak Moedjair juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil karena melihat jasanya yang telah mengembangbiakkan ikan tersebut, bahkan hingga setelah enam tahun Indonesia merdeka, Moedjair mendapatkan surat tanda jasa dari Kementerian Pertanian atas usaha serta perintisanya dalam perkembangan ikan mujair.

Bapak Moedjair wafat pada tanggal 7 September 1957, namun ikan mujair yang telah ditemukan dan dikembang biakanya akan selalu ada dan menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia.

Pada masa Orde Baru, saat itu Pemerintah Indonesia melakukan penyebaran secara besar-besaran bibit ikan mujair di seluruh waduk dan pekarangan rumah di seluruh Indonesia.

Profil Biodata Pak Moedjair penemu Ikan Mujair


Profil Biodata Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia

Profil Biodata Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia
Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia
Pak Moedjair
Mbah Moedjair atau Pak Mujair yang bernama asli Iwan Dalauk, adalah seorang warga Blitar yang pertama kali menemukan dan membudidaya ikan mujair pada jaman Hindia Belanda.

Pak Moedjair 1890-1957.
Mbah Moedjair lahir tahun 1890 di Desa Kuningan dekat kota Blitar. Nama ayahnya adalah Bayan Isman dan nama ibunya adalah Rubiyah, Mbah Moedjair meninggal tahun 1957 karena sakit asma, dan dikuburkan di Blitar.
Ikan Mujair.

Mbah Moedjair ini menemukan ikan mujair ketika sedang menangkap ikan di muara Sungai Serang selatan Blitar tahun 1939. Beliau pada pertama kali menemukan ikan tersebut merasa tertarik akan kebiasaan induk ikan "menelan" anak-anaknya ketika ada bahaya dan memuntahkannya ketika sudah aman, sehingga dia berniat untuk memeliharanya.

Rentetan Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia ( 14 Agustus )

Rentetan Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia. Hari Pramuka di Indonesia diperingati setiap tahunya. Tanggal 14 agustus dipilih sebagai hari Pramuka berdasarkan hari terbit Keputusan Presiden tentang Penganugerahan Panji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana ( PRAMUKA ).

Pramuka atau dulu istilahnya adalah Pandu masuk ke Indonesia tak lepas dari sejarah kepramukaan di dunia, yaitu pada awal abad ke-20.
Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia 14 Agustus
Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia 14 Agustus 
PRAMUKA atau Scouting Movement, pertama kali dikembangkan oleh Lord Baden Powell. Pada awal mulanya Scouting ini dijadikan sebagai upaya pembinaan terhadap para pemuda yang terlibat dalam tindak kekerasan dan kejahatan. BP ( Baden Powell ) saat itu adalah merupakan anggota tentara Inggris yang berpangkat letnan jenderal. BP menerapkan scouting dengan ketat kepada 21 pemuda. Ia mendirikan perkemahan di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907.

Nah pengalaman dan juga kesuksesan Baden Powell dalam menangani sejumlah pemuda yang bermasalah dalam scouting ini, baik itu sebelum atau sesudah perkemahan di Brownsea, lalu ditulisnya dan dijadian sebuah buku dengan judul “Scouting for Boy”.

Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia

Buku “Scouting for Boy” yang di ciptakan Lord Baden Powell ( Bapak Pandu sedunia) tersebut berisi tentang kepanduan menjadi sangat berkembang di dunia hingga ke Indonesia. Selama rentang waktu antara tahun 1950 -1960 organisasi kepanduan tumbuh menjadi semakin banyak jumlah dan juga ragamnya, yang diantaranya ada sebuah organisasi kepanduan yang berafiliasi dengan partai politik, yang pastinya hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dasar dan juga metode kepanduan.

Adanya kepanduan ini dianggap tidak efektif serta tidak bisa mengimbangi kemajuan zaman serta kurang berguna untuk mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang nantinya bisa melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Melihat keadaan yang seperti itu serta atas dorongan para tokoh kepanduan di masa itu, Melalui Presiden Soekarno sebagai mandataris MPRS di tanggal 9 maret 1961, beliau memberikan amanat untuk pimpinan Pandu di Istana Merdeka.

Presiden Soekarno merasa ada keharusa dalam menunaikan amanat MPRS, agar organisasi kepanduan yang merupakan komponen bangsa yang begitu potensial pada pembangunan bangsa dan negara bisa lebih efektif.
gambar sejarah hari pramuka di indonesia
sejarah hari pramuka di indonesia
Oleh sebab itu Presiden Soekarno membubarkan organsiasi kepanduan yang ada di Indonesia sebagai gantinya beliau meleburnya menjadi suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dan diberi namalah Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka ini tugasanya melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan juga kepada pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang Tunas Kelapa dan di bentuk melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, pada tanggal 20 Mei 1961.

Baca juga [ Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu 22 Desember ]

Meskipun Gearakan Pramuka ini keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resminya Gerakan Pramuka diperkenalkan ke Masyarakat umum pada 14 Agustus 1961, yaitu sesaat sesudah Presiden RI Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka. Nah sejak saat itulah, maka setiap tanggal 14 Agustus menjadi dan diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pramuka Indonesia.

Karena begitu panjang rentetan sejarah pramuka dan hari pramuka di indonesia, maka sebagai generasi penerus bangsa yang peduli, Kalia wajib ikut dalam gerakan Pramuka. Demikian semoga bermanfaat. Source pramuka.or.id

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia ( Batavia )

Sejarah surat kabar pertama yang terbit di Indonesia. Media cetak / Surat Kabar bernama Bataviasche Nouvelle ini adalah surat kabar pertama di Belanda yang terbit pada Agustus 1744.

Bataviasche Nouvelle ini juga merupakan surat kabar pertama di Batavia (Jakarta) Indonesia. Bataviasche Nouvelle adalah surat kabar Belanda, karena memang dicetak dan diterbitkan oleh Vereenigde Oost Compagnie (VOC). Surat kabar ini Hampir seluruh isi halamannya dipenuhi oleh iklan.

Ada kemungkinan juga sejarah nama "Bataviasche" yang dipakai pada nama Bataviasche Nouvelle diambil dari kata "Batavia" yaitu nama sebutan Jakarta pada abad 18. Lalu "nouvelle" dalam bahasa Perancis artinya novel sedangkan dalam bahasa Belanda adalah "novelle"

Surat kabar ini diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coen dan ia juga adalah penerbit dari Bataviasche Nouvelle. Dengan terbitnya surat kabar Bataviasche Nouvelle ini, JP Coen membuktikan bahwa berita-berita dapat disampaikan dengan metode periklanan juga. Ia juga memuat iklan tentang produk-produk baru sebagai salah satu upaya promosi.

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia
Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia 
Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal VOC periode 1743-1750, tak hanya membangun gedung Toko Merah, Academi de Marine, mendirikan masyarakat candu di Batavia, tapi juga Ia memperkenalkan warga Batavia dengan yang namanya surat kabar. Izin terbit surat kabar Bataviasche Nouvelle sendiri baru diberikan setelah sekitar lima bulan. Diajukan pada 7 Agustus 1744, izin terbitnya baru keluar Februari 1745.

Artikel terkait [ Sejarah Berita Sepak bola di Media Cetak ]

Sifat penguasa VOC yang enggan pada kritik menjadi salah satu alasan Imhoff ogah-ogahan menerbitkan izin. Padahal isi surat kabar yang pertama kali terbit itu hanya memuat aneka berita tentang kapal dagang VOC, mutasi pejabat, berita perkawinan, kelahiran, kematian dan pembacanya pun juga terbatas pada masyarakat Belanda sendiri.

Surat kabar pertama di indonesia Bataviasche Nouvelles, pada awalnya halamanya kebanyakan berisi pengumuman, koran ini kemudian berkembang dengan cepat menjadi koran yang berisi tentang kritik terhadap perbudakan di Batavia dan perilaku penguasa VOC.  Imhoff yang berusia pendek, meninggal pada tahun 1750, ketika ia masih menjabat sebagai gubernur jenderal. Lalu 30 tahun kemudian selepas kepergian Willem Baron van Imhoff. Verdu Nieuws, meneruskan surat kabar Bataviasche Nouvelles, dalam bentuk surat kabar mingguan.

Surat Kabar Sinpo


Sinpo adalah merupakan nama sebuah surat kabar Tionghoa yang berbahasa Melayu, sinpo terbit di Indonesia sejak zaman Hindia - Belanda hingga tahun 1965. Sinpo untuk pertama kali diterbitkan di Jakarta sebagai surat kabar mingguan pada tanggal Oktober 1910. Dua tahun kemudian lalu Sin Po berubah menjadi surat kabar harian.

teks lagu indonesia raya di surat kabar sinpo
teks lagu indonesia raya
Harian Sinpo ini adalah harian pertama yang memuat naskah teks lagu kebangsaan Indonesia, " Indonesia Raya", pada tanggal 10 November 1928. Sinpo juga turut mempelopori penggunaan nama "I n d o n e s i a" untuk menggantikan nama "Hindia-Belanda" sejak Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Pada saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, akhirnya harian Sin Po berhenti terbit  namun Sinpo kembali lagi terbit pada tahun 1946. Pada tahun 1962 harian Sinpo ini berganti nama menjadi Warta Bhakti sebelum akhirnya dibredel pemerintah pada tahun 1965 setelah kejadian Gerakan G30S PKI. Source themanfromthepast.blogpot.com

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu ( 22 Desember )

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Sumpah persatuan dan kesatuan yang diikrarkan di kongres pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 telah membakar semangat para kaum wanita di indonesia.

Kongres pemuda indonesia tersebut telah membakar semangat pergeralan wanita Indonesia untuk juga menyelenggarakan kongers perempuan Indonesia yang pertama, hingga akhirnya kongres ini diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Hari Ibu di Indonesia adalah tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang dilandasi oleh cita-cita juga semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, sentosa tenteram, damai, adil, dan makmur.

kongers perempuan Indonesia pertama
Kongers perempuan Indonesia 
Hari Ibu pertama kali dideklarasikan dalam Kongres Perempuan Indonesia yaitu pada tanggal 22 Desember 1928, bertempat di Yogyakarta, di pendopo Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero.

Kongres Perempuan dihadiri oleh diantaranya wakil-wakil dari perkumpulannya Boedi Oetomo, PNI, Pemuda Indonesia, PSI, Walfadjri, Jong Java, Jong Madoera, Muhammadiyah, dan Jong Islamieten Bond. Dan hadir juga tokoh-tokoh populer yang antara lain Mr. Singgih dan Dr. Soepomo dari Boedi Oetomo, Mr. Soejoedi (PNI), Soekiman Wirjosandjojo (Sarekat Islam), A.D. Haani (Walfadjri). 

Dalam kongres tersebut juga dihadiri oleh sekitar 600 perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia yang kesemuanya hadir di Kongres Perempuan Indonesia Pertama ini.
Organisasi-organisasi yang terlibat dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan itu antara lain. Wanita Utomo, Putri Indonesia, Wanita Katolik, Aisyah, Wanita Mulyo, perempuan-perempuan Sarekat Islam, Darmo Laksmi, perempuan-perempuan Jong Java, Jong Islamten Bond, dan Wanita Taman Siswa, demikian yang dicatat Susan Blackburn dalam Kongres Perempuan Pertama, tinjauan Ulang (2007).

Hampir seluruhnya acara Kongres Perempuan ini membicarakan relasi mengenai perempuan. Hal tersebut bisa dilihat dari pertemuan hari kedua kongres, dimana Moega Roemah membahas soal perkawinan anak.

Perwakilan Poetri Boedi Sedjati (PBS) dari Surabaya juga menyampaikan tentang derajat dan juga harga diri dari perempuan Jawa. Kemudian disusul Siti Moendji'ah dengan “Derajat Perempuan” dan Nyi Hajar Dewantara ( istri dari Ki Hadjar Dewantara) yang membicarakan soal adab perempuan.

Namun, yang tak kalah pentingnya adalah pidato dari Djami yang berasal dari organisasi Darmo Laksmi dengan  judul “Iboe”. Di awal pidatonya, ia menceritakan pengalaman pada masa kecilnya yang dipandang rendah karena menjadi seorang perempuan. Pasalnya, di masa kolonial, hanya anak laki-laki yang menjadi prioritas dalam mengakses sebuah pendidikan.

Sementara kaum perempuan, dianggap tak jauh dari urusan kasur, sumur, dan juga dapur. Pandangan usang itu mengakar kuat hingga sekarang. Pendidikan bagi perempuan juga tak dianggap penting karena pada akhirnya dianggap hanya selalu berakhir ke dapur.

Tapi, Djami punya pendapat lain soal hal tersebut. Ia mengatakan: “Tak seorang akan termasyhur kepandaianya dan pengetahuannya yang ibunya atau perempuannya bukan seorang perempuan yang tinggi juga ilmu pengetahuan dan budinya.” 

Djami melanjutkan “selama anak ada terkandung oleh ibunya, itulah waktu yang seberat-beratnya, karena itulah pendidikan Ibu yang mula-mula sekali kepada anaknya.”

Itulah kenapa pembangunan sekolah-sekolah untuk memajukan perempuan seperti yang dilakukan Rohana Koedoes, Kartini juga Dewi Sartika memiliki peran penting. Seorang ibu yang pintar dan cerdas akan memiliki modal besar untuk menjadikan anaknya pintar.

Pada tanggal 22 Desember 1953 dalam peringatan kongres Perempuan yang ke-25, melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953, akhirnya Presiden Sukarno menetapkan bahwa setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. 

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila. Seperti yang Kita semua ketahui bahwa ideologi dasar negara Indonesia adalah Pancasila yang merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Dalam sejarahn lahirnya Pancasila terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan sebagai upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar Negara yang resmi oleh Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI )

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila 
Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila
Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila 
Pada pidato tanggal 29 mei 1945 Muhammad Yamin mengemukakan lima dasar rumusan Pancasila, yaitu

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat
Muhammad Yamin menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan tersebut berakar pada sejarah, peradaban, Agama dan kehidupan ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.

Selain dalam pidotonya, Muhammad Yamin juga mengajukan usulan secara tertulis yang isinya adalah sbb

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Persatuan Indonesia
  3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontanya Ir.Soekarno mengajukan usulan mengenai dasar negara yaitu

  1. Nasionalisme (kebangsan Indonesia)
  2. Internasionalisme (perikamanusiaan)
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Dalam pidato tersebut Ir.Soekarno berkata 

Sekarang banyak prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan , lima bilangan. Namun bukan panca dharma tetapi Saya namakan ini, dengan petunjuk seorang teman Kita ahli Bahasa namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah Kita mendirikan Negara Indonesia kekal dan abadi.

Pada pidato Ir.Soekarno pada tanggal 1 juni 1945 tersebut kemudian dikenal dengan istilah Lahirnya Pancasila.

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta.

Adapun anggota dari panitia kecil tersebut yaitu

  1. Ir. Soekarno
  2. Ki Bagus Hadikusumo
  3. K.H. Wachid Hasjim
  4. Mr. Muh. Yamin
  5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
  6. Mr. A.A. Maramis
  7. R. Otto Iskandar Dinata dan
  8. Drs. Muh. Hatta 
Hasil yang dicapai dalam rapat gabungan tersebut antara lain dengan disetujuinya dan dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usulan - usulan / Perumus Dasar Negara, yang anggotanya yaitu, Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, K.H. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin. 

Panitia Kecil ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA.

Dalam sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar.

Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan sidang, dengan agenda utamanya yaitu :

  1. Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan)
  2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemui Drs. Muhammad Hatta. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan.

Usulan tersebut lalu oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. 

Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsam. Karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam menyetujui dicoretnya 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di belakang kata "KETUHANAN" pada sila pertama dan diganti dengan kata ' Yang Maha Esa'. Sehingga pada sila pertama Pancasila berbunyi KETUHANAN YANG MAHA ESA "

Baca juga : Isi makna 4 Pilar Kebangsaan Indonesia

Isi Pembukaan UUD 1945 yang disepakati adalah sebagai berikut  

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( PREAMBULE )    
           
  • Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan. 
  • Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
  • Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.  
  • Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan untuk dapat melaksanakan PANCASILA sebagai ideologi dan dasar negara, sekaligus juga sebagai pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia, maka Pancasila diterjemahkan dalam butir - butir Pancasila yaitu sebagai berikut 

Butir - butir Pancasila
Butir - butir Pancasila
Butir - butir Pancasila
SILA PERTAMA KETUHANAN YANG MAHA ESA 

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
  • Menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

SILA KEDUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

SILA KETIGA PERSATUAN INDONESIA 

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

SILA KEEMPAT KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN 

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

SILA KELIMA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasaN terhadap orang lain.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gayA hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikaN kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Demikian artikel tentang sejarah lahirnya Pancasila disadur dari halaman wikipedia bahasa indonesia dan dari berbagai sumber.