Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perjuangan Pers Indonesia ada di Museum Penerangan [ Muspen ]

Memori dan kenangan tentang sejarah perjuangan Pers di Indonesia untuk mencari kebenaran berita masih tersimpan apik di sebuah museum bernama Muspen ( Museum Penerangan ) yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Seperti Kita ketahui bersama bahwa dalam sejarahnya Pers di Indonesia telah melewati beberapa fase hingga dapat merasakan kebebasannya seperti sekarang ini.

Museum Penerangan Muspen TMII
Museum Penerangan ( Muspen ) di TMII
Museum Penerangan (Muspen) sebagai tempat pelestarian mengenai benda-benda bernilai sejarah dan ilmiah di bidang informasi. Muspen adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik yang berdiri pada tahun 1993 diresmikan oleh Presiden Indonesia saat itu yaitu Soeharto.

Benda - benda bersejarah yang merupakan koleksi museum muspen ini terbagi ke dalam lima bidang yang sesuai dengan histori kelembagaannya, yaitu meliputi pers dan grafika ( termasuk juga media massa cetak), penerangan umum, lalu ada film, televisi, dan juga radio dengan total koleksi benda bersejarah yang menggambarkan tentang sejarah Pers di Indonesia tersebut berjumlah sekitar 452 buah benda.

Koleksi Benda - benda bersejarah Museum Penerangan TMII

1. Bidang Pers cetak dan Grafika
Beberapa koleksi benda bersejarah Pers Indonesia di muspen di bidang pers cetak dan juga grafika yaitu diantaranya ada surat kabar harian Andalas di tahun 1917, lalu ada Mesin cetak kuno dengan berat 3,5 ton, tersimpan juga Koleksi tertua yaitu sebuah mesin tik huruf Jawa.
Mesin Ketik Huruf Jawa
Mesin Ketik Huruf Jawa koleksi Museum Penerangan
Mesin tik tersebut digunakan sejak tahun 1917 – 1960 oleh Keraton Surakarta yang dipakai untuk mengetik pengumuman perintah dengan huruf Jawa yang penyebaranya di daerah Jawa Tengah dan juga Jawa Timur.
Sepeda motor 49 cc Cyrus Sundapp
Sepeda motor 49 cc Cyrus Sundapp koleksi Museum Penerangan
Terdapat juga peninggalan berupa satu unit sepeda motor tipe 49 cc Cyrus Sundapp yang digunakan untuk transportasi dalam tugas-tugas kantor berita Antara yang pada saat itu di pimpin oleh Adam Malik.

2. Bidang Penerangan Umum
Kentongan berukir
Kentongan berukir koleksi Museum Penerangan
Koleksi benda di bidang Penerangan umum yaitu diantaranya ada Kentongan berukir, terompet To’is, koleksi wayang kuno dan masih banyak lagi koleksi -koleksi benda dari bidang penerangan umum yang tersimpan di Muspen.

3. Bidang Pertelevisian
Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971
Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971
Lalu di bidang televisi, ada Kamera Tvri Perekam Pelantikan Presiden Soeharto 1971, Kamera Video Elektronik Perekam Kampanye Pemilu Tahun 1971, kamera film yang digunakan untuk meliput Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia, lalu terdapat juga banyak foto - foto kenangan dari penyiaran TVRI seperti Foto Penyiar Tvri, Drs Rudiansyah Tahun 1966 dan masih banyak lagi.

4. Bidang Perfilman
Foto Amoroso Katamsi, Pemeran Mayjen Soeharto Dalam Film ?Pengkhianatan G 30 S / Pki
Foto Aktor Amoroso Katamsi, Pemeran Mayjen Soeharto Dalam Film Pengkhianatan G 30 S / Pki
Sedangkan di bidang film diantaranya ada peninggalannya berupa megafon punya Sutradara film dan juga ada proyektor film dari tahun 1940, lalu ada berbagai Piala penghargaan insan perfilman indonesia seperti Piala Kartini, Piala Citra, Piala Bing Slamet juga terdapat foto - foto yang menggambar tentang perfilman Indonesia seperti Foto Adegan Dalam Film Lewat Jam Malam Tahun 1955, Foto Warkop Dki 1980, ada juga properti berupa Seragam Tentara Yang Digunakan dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI.

5. Bidang Radio
Radio Masa Nirom digunakan sejak zaman kolonial Belanda
Radio Masa Nirom digunakan sejak zaman kolonial Belanda
Bidang radio juga banyak terdapat koleksi - koleksi yang tidak kalah menariknya diantaranya ada peninggalan berupa gramaphone, lalu ada alat pemutar piringan hitam, macam - macam radio jaman dulu terdapat juga koleksi foto - foto Insan radio jaman dulu seperti Foto Mang Koko Pelopor Seni Sunda Di Rri, lalu ada juga Foto Salah Satu Komponis Indonesia, Mochtar Embu, foto saat pembuatan drama radio, dll

Tidak hanya koleksi berupa benda - benda, museum penerangan juga ada diorama yang menceritakan sejarah penerangan Indonesia. Salah satu dioramanya menceritakan tentang perjuangan penyiar RRI melawan pasukan PKI guna memberitakan hal-hal yang tidak benar melalui siaran radio meskipun nyawa mereka terancam. Silahkan datang ke Museum Penerangan Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang sejarah penerangan di Indonesia.
Diorama Penyerbuan Studio Rri Oleh Pki
Diorama Penyerbuan Studio Rri Oleh Pki di Muspen TMII
Koleksi diorama yang menceritakan sejarah penerangan Indonesia tersebut berada di lantai dua museum. Koleksi dan juga berbagai peninggalan museum ini benar-benar menggambarkan betapa cukup lamanya waktu yang telah dilalui oleh pers Indonesia untuk bisa meraih kebebasannya seperti sekarang ini, oleh sebab itu marilah Kita stop berita Hoax.

Sejarah Singkat Penerangan di Indonesia

Dalam sejarahnya fungsi dari lembaga penerangan di masa penjajahan hingga kemerdekaan yaitu untuk memberikan tentang informasi kondisi pemerintahan kepada masyarakatnya. Dan seseorang yang memberitakan tentang informasi tersebut disebut dengan juru penerangan ( Jurpen ).


Kegiatan penerangan di Indonesia dimulai sejak tanggal 20 Mei 1908 yaitu masa sebelum kemerdekaan yang kemudian sekarang disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bentuk-bentuk kegiatan penerangannya berupa munculnya surat kabar seperti Java Post dan De Banier di awal abad 19. Setelah itu, berbagai macam propoganda menentang pemerintahan kolonial terus bermunculan.

Dua hari setelah merdeka, yaitu tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuklah Kementerian Penerangan ( Kementrian penerangan dibubarkan pada tahun 1999, setelah lengsernya Presiden Soeharto )

Awal kebangkitan kegiatan penerangan di Indonesia sendiri ditandai dengan awal munculnya Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945 dan juga hadirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tanggal 24 Agustus 1962 untuk penyiaran Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia.

Demikian semoga bermanfaat, silahkan boleh di share untuk pengetahuan agar mereka yang sering buat atau share berita hoax sadar bahwa kebebasan pers di Indonesia tidaklah di dapat dengan mudah.

Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair

Ikan Mujair adalah merupakan jenis ikan air tawar yang bisa dikonsumsi. Penyebaran alami ikan mujair adalah di perairan Afrika dan juga di Indonesia. Nama ilmiah ikan mujair adalah Oreochromis mossambicus, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau terkadang juga secara tidak tepat disebut "Java tilapia".

Ciri-ciri dari ikan mujair adalah ikan ini berukuran sedang, panjangnya  total maksimum yang dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badan ikan mujair pipih dan memiliki warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau juga kekuningan. Sirip punggung ikan mujair  memiliki 15-17 dengan duri tajam dan juga memiliki duri berujung lunak
ikan mujair
Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair 
Ikan mujair ini memiliki toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga ikan mujair dapat hidup di air payau. Jenis ikan ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat, namun setelah dewasa, pertumbuhanya akan menurun.

Ikan mujair mulai berbiak pada saat umur sekitar 3 bulan, dan setelahnya dapat berbiak setiap satu setengah bulan sekali.  Puluhan butir telur yang telah dibuahinya  akan ‘dierami’ dalam mulut induk betinanya, sekitar seminggu hingga menetas. Dan hingga saat beberapa hari setelahnya pun, mulut tersebut tetap akan menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak ikan mujair yang masih kecil, hingga anak-anaknya siap disapih oleh induknya.

Dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan mujair dapat meningkat begitu pesat. Apalagi ditambah ikan mujair ini cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dengan kondisi ketersediaan makananya.

Sejarah Asal - usul dari Ikan Mujair

Sejarah ikan mujair berawal dari tahun 1936, yaitu pada saat Belanda masih di Indonesia. Pada saat itu terdapatlah seorang pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar jawa tengah yang pergi ke Teluk Serang yang terletak di laut selatan.

Nah sesampainya Ia di sana, pegawai tersebut menangkaplah 5 ekor ikan berbeda yang tidak diketahui jenis ikanya tersebut. Dan lalu Ia kemudian membawanya pulang kelima ekor ikan tersebut dan melepaskan kelima ikan tersebut di empang pekarangan rumahnya.

Selang berapa bulan dari kelima ekor ikan yang dilepaskanya tersebut, ternyata ada seekor ikan yang berkembang dengan cepat. Ikan tersebut bahkan dapat bertelur dan menyimpan telurnya tersebut di dalam mulutnya hingga masa menetas dan menjadi anak ikan.

Hal tersebut hingga diketahui oleh para Warga desa hingga mereka menjadi heran dan lalu mereka berbondong-bondong datang untuk melihat kejadian yang dianggap aneh tersebut.
Kabar kehebohan tersebut lalu hingga terdengar kepada seorang Belanda bernama Schuster.

Schuster adalah merupakan kepala penyuluhan perikanan di Jawa di era Belanda.
Schuster merasa penasaran dan lalu kemudian Ia mengunjungi pegawai desa Papungan tersebut untuk melihat ikan itu. Akhirnya Schuster melakukan penelitian dan ternyata ikan tersebut diidentifikasi sebagai Tilapia Mossambica yaitu jenis ikan yang berasal dari Afrika.

Menurut K. F. Vaas dan A. E. Hofstede dalam Studies on Tilapia Mossambica Peters (ikan Mujair) in Indonesia. Pada November 1939 Schuster menghadiri konferensi ahli perikanan dan ia mengemukakan tentang temuan ikan Tilapia Mossambica di pulau Jawa.

Dan semenjak itu pemerintah kolonial Belanda menaruh perhatian tinggi terhadap ikan Tilapia Mossambica tersebut. Karena pertumbuhan ikan itu cepat, perawatan tak ribet dan mudah beradaptasi di rawa-rawa, maka pihak kolonial belanda membudidayakan ikan tersebut secara besar-besaran. Dan bahkan pada masa pendudukan Jepang, para serdadu Jepang, membawa ikan tersebut ke seluruh penjuru nusantara untuk dibudidayakan di tambak-tambak.

Lantas lalu kenapa akhirnya Ikan ini bisa dinamakan sebagai ikan Mujair ?

Jadi Pegawai Desa Papungan yang pertama kali menemukan ikan tersebut, ia bernama Bapak 'Moedjair.' Saat pendudukan Jepang di indonesiapun, Pak Moedjair juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil karena melihat jasanya yang telah mengembangbiakkan ikan tersebut, bahkan hingga setelah enam tahun Indonesia merdeka, Moedjair mendapatkan surat tanda jasa dari Kementerian Pertanian atas usaha serta perintisanya dalam perkembangan ikan mujair.

Bapak Moedjair wafat pada tanggal 7 September 1957, namun ikan mujair yang telah ditemukan dan dikembang biakanya akan selalu ada dan menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia.

Pada masa Orde Baru, saat itu Pemerintah Indonesia melakukan penyebaran secara besar-besaran bibit ikan mujair di seluruh waduk dan pekarangan rumah di seluruh Indonesia.

Profil Biodata Pak Moedjair penemu Ikan Mujair


Profil Biodata Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia

Profil Biodata Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia
Pak Moedjair penemu dan pengembangbiak Ikan Mujair di Indonesia
Pak Moedjair
Mbah Moedjair atau Pak Mujair yang bernama asli Iwan Dalauk, adalah seorang warga Blitar yang pertama kali menemukan dan membudidaya ikan mujair pada jaman Hindia Belanda.

Pak Moedjair 1890-1957.
Mbah Moedjair lahir tahun 1890 di Desa Kuningan dekat kota Blitar. Nama ayahnya adalah Bayan Isman dan nama ibunya adalah Rubiyah, Mbah Moedjair meninggal tahun 1957 karena sakit asma, dan dikuburkan di Blitar.
Ikan Mujair.

Mbah Moedjair ini menemukan ikan mujair ketika sedang menangkap ikan di muara Sungai Serang selatan Blitar tahun 1939. Beliau pada pertama kali menemukan ikan tersebut merasa tertarik akan kebiasaan induk ikan "menelan" anak-anaknya ketika ada bahaya dan memuntahkannya ketika sudah aman, sehingga dia berniat untuk memeliharanya.

Rentetan Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia ( 14 Agustus )

Rentetan Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia. Hari Pramuka di Indonesia diperingati setiap tahunya. Tanggal 14 agustus dipilih sebagai hari Pramuka berdasarkan hari terbit Keputusan Presiden tentang Penganugerahan Panji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana ( PRAMUKA ).

Pramuka atau dulu istilahnya adalah Pandu masuk ke Indonesia tak lepas dari sejarah kepramukaan di dunia, yaitu pada awal abad ke-20.
Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia 14 Agustus
Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia 14 Agustus 
PRAMUKA atau Scouting Movement, pertama kali dikembangkan oleh Lord Baden Powell. Pada awal mulanya Scouting ini dijadikan sebagai upaya pembinaan terhadap para pemuda yang terlibat dalam tindak kekerasan dan kejahatan. BP ( Baden Powell ) saat itu adalah merupakan anggota tentara Inggris yang berpangkat letnan jenderal. BP menerapkan scouting dengan ketat kepada 21 pemuda. Ia mendirikan perkemahan di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907.

Nah pengalaman dan juga kesuksesan Baden Powell dalam menangani sejumlah pemuda yang bermasalah dalam scouting ini, baik itu sebelum atau sesudah perkemahan di Brownsea, lalu ditulisnya dan dijadian sebuah buku dengan judul “Scouting for Boy”.

Sejarah lahirnya Hari Pramuka Indonesia

Buku “Scouting for Boy” yang di ciptakan Lord Baden Powell ( Bapak Pandu sedunia) tersebut berisi tentang kepanduan menjadi sangat berkembang di dunia hingga ke Indonesia. Selama rentang waktu antara tahun 1950 -1960 organisasi kepanduan tumbuh menjadi semakin banyak jumlah dan juga ragamnya, yang diantaranya ada sebuah organisasi kepanduan yang berafiliasi dengan partai politik, yang pastinya hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dasar dan juga metode kepanduan.

Adanya kepanduan ini dianggap tidak efektif serta tidak bisa mengimbangi kemajuan zaman serta kurang berguna untuk mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang nantinya bisa melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Melihat keadaan yang seperti itu serta atas dorongan para tokoh kepanduan di masa itu, Melalui Presiden Soekarno sebagai mandataris MPRS di tanggal 9 maret 1961, beliau memberikan amanat untuk pimpinan Pandu di Istana Merdeka.

Presiden Soekarno merasa ada keharusa dalam menunaikan amanat MPRS, agar organisasi kepanduan yang merupakan komponen bangsa yang begitu potensial pada pembangunan bangsa dan negara bisa lebih efektif.
gambar sejarah hari pramuka di indonesia
sejarah hari pramuka di indonesia
Oleh sebab itu Presiden Soekarno membubarkan organsiasi kepanduan yang ada di Indonesia sebagai gantinya beliau meleburnya menjadi suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dan diberi namalah Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka ini tugasanya melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan juga kepada pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang Tunas Kelapa dan di bentuk melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, pada tanggal 20 Mei 1961.

Baca juga [ Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu 22 Desember ]

Meskipun Gearakan Pramuka ini keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resminya Gerakan Pramuka diperkenalkan ke Masyarakat umum pada 14 Agustus 1961, yaitu sesaat sesudah Presiden RI Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka. Nah sejak saat itulah, maka setiap tanggal 14 Agustus menjadi dan diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pramuka Indonesia.

Karena begitu panjang rentetan sejarah pramuka dan hari pramuka di indonesia, maka sebagai generasi penerus bangsa yang peduli, Kalia wajib ikut dalam gerakan Pramuka. Demikian semoga bermanfaat. Source pramuka.or.id

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia ( Batavia )

Sejarah surat kabar pertama yang terbit di Indonesia. Media cetak / Surat Kabar bernama Bataviasche Nouvelle ini adalah surat kabar pertama di Belanda yang terbit pada Agustus 1744.

Bataviasche Nouvelle ini juga merupakan surat kabar pertama di Batavia (Jakarta) Indonesia. Bataviasche Nouvelle adalah surat kabar Belanda, karena memang dicetak dan diterbitkan oleh Vereenigde Oost Compagnie (VOC). Surat kabar ini Hampir seluruh isi halamannya dipenuhi oleh iklan.

Ada kemungkinan juga sejarah nama "Bataviasche" yang dipakai pada nama Bataviasche Nouvelle diambil dari kata "Batavia" yaitu nama sebutan Jakarta pada abad 18. Lalu "nouvelle" dalam bahasa Perancis artinya novel sedangkan dalam bahasa Belanda adalah "novelle"

Surat kabar ini diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coen dan ia juga adalah penerbit dari Bataviasche Nouvelle. Dengan terbitnya surat kabar Bataviasche Nouvelle ini, JP Coen membuktikan bahwa berita-berita dapat disampaikan dengan metode periklanan juga. Ia juga memuat iklan tentang produk-produk baru sebagai salah satu upaya promosi.

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia

Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia
Sejarah Surat Kabar Pertama yang terbit di Indonesia 
Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal VOC periode 1743-1750, tak hanya membangun gedung Toko Merah, Academi de Marine, mendirikan masyarakat candu di Batavia, tapi juga Ia memperkenalkan warga Batavia dengan yang namanya surat kabar. Izin terbit surat kabar Bataviasche Nouvelle sendiri baru diberikan setelah sekitar lima bulan. Diajukan pada 7 Agustus 1744, izin terbitnya baru keluar Februari 1745.

Artikel terkait [ Sejarah Berita Sepak bola di Media Cetak ]

Sifat penguasa VOC yang enggan pada kritik menjadi salah satu alasan Imhoff ogah-ogahan menerbitkan izin. Padahal isi surat kabar yang pertama kali terbit itu hanya memuat aneka berita tentang kapal dagang VOC, mutasi pejabat, berita perkawinan, kelahiran, kematian dan pembacanya pun juga terbatas pada masyarakat Belanda sendiri.

Surat kabar pertama di indonesia Bataviasche Nouvelles, pada awalnya halamanya kebanyakan berisi pengumuman, koran ini kemudian berkembang dengan cepat menjadi koran yang berisi tentang kritik terhadap perbudakan di Batavia dan perilaku penguasa VOC.  Imhoff yang berusia pendek, meninggal pada tahun 1750, ketika ia masih menjabat sebagai gubernur jenderal. Lalu 30 tahun kemudian selepas kepergian Willem Baron van Imhoff. Verdu Nieuws, meneruskan surat kabar Bataviasche Nouvelles, dalam bentuk surat kabar mingguan.

Surat Kabar Sinpo


Sinpo adalah merupakan nama sebuah surat kabar Tionghoa yang berbahasa Melayu, sinpo terbit di Indonesia sejak zaman Hindia - Belanda hingga tahun 1965. Sinpo untuk pertama kali diterbitkan di Jakarta sebagai surat kabar mingguan pada tanggal Oktober 1910. Dua tahun kemudian lalu Sin Po berubah menjadi surat kabar harian.

teks lagu indonesia raya di surat kabar sinpo
teks lagu indonesia raya
Harian Sinpo ini adalah harian pertama yang memuat naskah teks lagu kebangsaan Indonesia, " Indonesia Raya", pada tanggal 10 November 1928. Sinpo juga turut mempelopori penggunaan nama "I n d o n e s i a" untuk menggantikan nama "Hindia-Belanda" sejak Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Pada saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, akhirnya harian Sin Po berhenti terbit  namun Sinpo kembali lagi terbit pada tahun 1946. Pada tahun 1962 harian Sinpo ini berganti nama menjadi Warta Bhakti sebelum akhirnya dibredel pemerintah pada tahun 1965 setelah kejadian Gerakan G30S PKI. Source themanfromthepast.blogpot.com

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu ( 22 Desember )

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Sumpah persatuan dan kesatuan yang diikrarkan di kongres pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 telah membakar semangat para kaum wanita di indonesia.

Kongres pemuda indonesia tersebut telah membakar semangat pergeralan wanita Indonesia untuk juga menyelenggarakan kongers perempuan Indonesia yang pertama, hingga akhirnya kongres ini diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Hari Ibu di Indonesia adalah tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang dilandasi oleh cita-cita juga semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, sentosa tenteram, damai, adil, dan makmur.

kongers perempuan Indonesia pertama
Kongers perempuan Indonesia 
Hari Ibu pertama kali dideklarasikan dalam Kongres Perempuan Indonesia yaitu pada tanggal 22 Desember 1928, bertempat di Yogyakarta, di pendopo Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero.

Kongres Perempuan dihadiri oleh diantaranya wakil-wakil dari perkumpulannya Boedi Oetomo, PNI, Pemuda Indonesia, PSI, Walfadjri, Jong Java, Jong Madoera, Muhammadiyah, dan Jong Islamieten Bond. Dan hadir juga tokoh-tokoh populer yang antara lain Mr. Singgih dan Dr. Soepomo dari Boedi Oetomo, Mr. Soejoedi (PNI), Soekiman Wirjosandjojo (Sarekat Islam), A.D. Haani (Walfadjri). 

Dalam kongres tersebut juga dihadiri oleh sekitar 600 perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia yang kesemuanya hadir di Kongres Perempuan Indonesia Pertama ini.
Organisasi-organisasi yang terlibat dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan itu antara lain. Wanita Utomo, Putri Indonesia, Wanita Katolik, Aisyah, Wanita Mulyo, perempuan-perempuan Sarekat Islam, Darmo Laksmi, perempuan-perempuan Jong Java, Jong Islamten Bond, dan Wanita Taman Siswa, demikian yang dicatat Susan Blackburn dalam Kongres Perempuan Pertama, tinjauan Ulang (2007).

Hampir seluruhnya acara Kongres Perempuan ini membicarakan relasi mengenai perempuan. Hal tersebut bisa dilihat dari pertemuan hari kedua kongres, dimana Moega Roemah membahas soal perkawinan anak.

Perwakilan Poetri Boedi Sedjati (PBS) dari Surabaya juga menyampaikan tentang derajat dan juga harga diri dari perempuan Jawa. Kemudian disusul Siti Moendji'ah dengan “Derajat Perempuan” dan Nyi Hajar Dewantara ( istri dari Ki Hadjar Dewantara) yang membicarakan soal adab perempuan.

Namun, yang tak kalah pentingnya adalah pidato dari Djami yang berasal dari organisasi Darmo Laksmi dengan  judul “Iboe”. Di awal pidatonya, ia menceritakan pengalaman pada masa kecilnya yang dipandang rendah karena menjadi seorang perempuan. Pasalnya, di masa kolonial, hanya anak laki-laki yang menjadi prioritas dalam mengakses sebuah pendidikan.

Sementara kaum perempuan, dianggap tak jauh dari urusan kasur, sumur, dan juga dapur. Pandangan usang itu mengakar kuat hingga sekarang. Pendidikan bagi perempuan juga tak dianggap penting karena pada akhirnya dianggap hanya selalu berakhir ke dapur.

Tapi, Djami punya pendapat lain soal hal tersebut. Ia mengatakan: “Tak seorang akan termasyhur kepandaianya dan pengetahuannya yang ibunya atau perempuannya bukan seorang perempuan yang tinggi juga ilmu pengetahuan dan budinya.” 

Djami melanjutkan “selama anak ada terkandung oleh ibunya, itulah waktu yang seberat-beratnya, karena itulah pendidikan Ibu yang mula-mula sekali kepada anaknya.”

Itulah kenapa pembangunan sekolah-sekolah untuk memajukan perempuan seperti yang dilakukan Rohana Koedoes, Kartini juga Dewi Sartika memiliki peran penting. Seorang ibu yang pintar dan cerdas akan memiliki modal besar untuk menjadikan anaknya pintar.

Pada tanggal 22 Desember 1953 dalam peringatan kongres Perempuan yang ke-25, melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953, akhirnya Presiden Sukarno menetapkan bahwa setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. 

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila. Seperti yang Kita semua ketahui bahwa ideologi dasar negara Indonesia adalah Pancasila yang merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Dalam sejarahn lahirnya Pancasila terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan sebagai upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar Negara yang resmi oleh Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI )

Rentetan Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila 
Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila
Sejarah Peristiwa Lahirnya Pancasila 
Pada pidato tanggal 29 mei 1945 Muhammad Yamin mengemukakan lima dasar rumusan Pancasila, yaitu

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat
Muhammad Yamin menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan tersebut berakar pada sejarah, peradaban, Agama dan kehidupan ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.

Selain dalam pidotonya, Muhammad Yamin juga mengajukan usulan secara tertulis yang isinya adalah sbb

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Persatuan Indonesia
  3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontanya Ir.Soekarno mengajukan usulan mengenai dasar negara yaitu

  1. Nasionalisme (kebangsan Indonesia)
  2. Internasionalisme (perikamanusiaan)
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Dalam pidato tersebut Ir.Soekarno berkata 

Sekarang banyak prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan , lima bilangan. Namun bukan panca dharma tetapi Saya namakan ini, dengan petunjuk seorang teman Kita ahli Bahasa namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah Kita mendirikan Negara Indonesia kekal dan abadi.

Pada pidato Ir.Soekarno pada tanggal 1 juni 1945 tersebut kemudian dikenal dengan istilah Lahirnya Pancasila.

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta.

Adapun anggota dari panitia kecil tersebut yaitu

  1. Ir. Soekarno
  2. Ki Bagus Hadikusumo
  3. K.H. Wachid Hasjim
  4. Mr. Muh. Yamin
  5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
  6. Mr. A.A. Maramis
  7. R. Otto Iskandar Dinata dan
  8. Drs. Muh. Hatta 
Hasil yang dicapai dalam rapat gabungan tersebut antara lain dengan disetujuinya dan dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usulan - usulan / Perumus Dasar Negara, yang anggotanya yaitu, Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, K.H. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin. 

Panitia Kecil ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA.

Dalam sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar.

Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan sidang, dengan agenda utamanya yaitu :

  1. Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan)
  2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemui Drs. Muhammad Hatta. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan.

Usulan tersebut lalu oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. 

Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsam. Karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam menyetujui dicoretnya 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di belakang kata "KETUHANAN" pada sila pertama dan diganti dengan kata ' Yang Maha Esa'. Sehingga pada sila pertama Pancasila berbunyi KETUHANAN YANG MAHA ESA "

Baca juga : Isi makna 4 Pilar Kebangsaan Indonesia

Isi Pembukaan UUD 1945 yang disepakati adalah sebagai berikut  

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( PREAMBULE )    
           
  • Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan. 
  • Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
  • Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.  
  • Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan untuk dapat melaksanakan PANCASILA sebagai ideologi dan dasar negara, sekaligus juga sebagai pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia, maka Pancasila diterjemahkan dalam butir - butir Pancasila yaitu sebagai berikut 

Butir - butir Pancasila
Butir - butir Pancasila
Butir - butir Pancasila
SILA PERTAMA KETUHANAN YANG MAHA ESA 

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
  • Menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

SILA KEDUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

SILA KETIGA PERSATUAN INDONESIA 

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

SILA KEEMPAT KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN 

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

SILA KELIMA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasaN terhadap orang lain.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gayA hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikaN kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Demikian artikel tentang sejarah lahirnya Pancasila disadur dari halaman wikipedia bahasa indonesia dan dari berbagai sumber.

Makna dari lirik lagu Nasional Indonesia Raya

Makna dari lirik lagu Nasional Indonesia Raya. Naskah lagu Indonesia Raya ditulis oleh W.R. Soepratman. Lagu ini sengaja diciptakan untuk menandakan kelahiran pergerakan pergerakan nasional di seluruh seluruh Indonesia.

Selain itu, lagu Indonesia Raya juga sekaligus sebagai tanda hari sumpah Pemuda pada momen Kongres Pemuda II. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan tempo dan kecepatan 96 ketukan dalam waktu satu menit. Dengan not seperempat sebagai satuan hitungannya.


Makna dari lirik lagu Nasional Indonesia Raya
Makna dari lirik lagu Nasional Indonesia Raya

Makna lirik lagu Nasional Indonesia raya ciptaan W.R. Soepratman

Lirik Lagu Indonesia raya 

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya


Makna lirik lagu Nasional Indonesia raya ciptaan W.R. Soepratman

Pada lirik pertama " Indonesia Tanah Airku ", mengandung arti bahwa setiap warga memiliki tanah air. Setiap warga juga memiliki hak dan kewajiban terhadap tanah airnya, yaitu Indonesia. Setiap warga juga harus menggunakan kemampuan dirinya dalam upaya mewujudkan makna sumpah pemuda.

Pada makna lirik lagu Indonesia raya kedua terdapat pada kata " Tanah Tumpah Darahku". Ini memiliki arti bahwa setiap warga telah memiliki ruang atau tempat, termasuk diwilayah Indonesia. Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berjuang dan berdarma bakti dengan kerja keras banting tulang, menguras keringat sampai titik darah terahir.

Makna Lirik lagu indonesia raya ke tiga, ada pada kata " Disanalah Aku Berdiri". Kata tersebut memili arti bahwa setiap warga memiliki derajat yang sama.

Lirik lagu ke empat terdapat pada kata "Jadi Pandu Ibuku". Mengandung makna ibu pertiwi atau pemerintahan yang sah dengan tanggung jawab yang besar. Dengan berperan menjadi penuntun bagi semua warga negaranya untuk meningkatkan kesejahteraan semua warganya. Sikap warga terhadap ibu pertiwi harus bersikap sama seperti sikapnya terhadap ibu kandung atau orang tuanya.

Makana Lirik lagu Indonesia Raya ke lima ada pada kata "Indonesia Kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku". Memiliki makna, setiap warga memiliki kebangsaan yaitu berbangsa Indonesia dan warga negara Indonesia. Dengan memiliki kebangsaan yang sama yaitu bangsa Indonesia diharapkan setiap warga harus bersikap tegas sebagai bangsa dan tanah air Indonesia.

Lirik lagu ke enam " Marilah Kita Berseru, Indonesia Bersatu", kedua kalimat ini menanamkan kesadaran. Selain itu setiap warga juga harus bersikap dan berusaha untuk membina persatuan dan kesatuan Negara Indonesia. Hal ini dilakukan agar Indonesia benar-benar bersatu, baik melalui sikap, kata, tingkahlaku dan perbuatan sehari-hari. Setiap warga juga harus berusaha menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah persatuan Indonesia.

Lirik lagu ke tujuh dengan kata " Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku, Bangsaku Rakyatku, Semuanya". Kalimat tersebut berarti setiap warga selalu berusaha agar Indonesia menjadi tanah air yang hidup dengan waktu yang tidak terbatas.

Setiap warga Negara Indonesia harus menjadi penduduk yang hidup dengan ide kreatif untuk merubah keadaan, agar bangsa ini lebih baik. Semua rakyat atau warga harus berusaha agar jangan sampai rakyat mati dan jangan sampai punah ataupun bubar.

Makan Lirik lagu Indonesia Raya ke delapan, dengan kalimat " Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya". Yang berarti setiap warga Indonesia harus mengutamakan membangun jiwa kebangsaan, rasa nasionalisme, juga serta semangat berbangsa dan bernegara. Sebagai Warga negara juga harus membangun badannya untuk melaksanakan pembangunan fisik secara maksimal demi kesejahteraan lahir batin.

Pada makna lirik lagu ke sembilan, dengan kata " Untuk Indonesia Raya". Yang berarti, bahwa setiap warga harus berusaha disegala bidang untuk pembangunan Indonesia seutuhnya. Selain itu, warga juga harus melaksanakan usahanya agar bisa maju dan berjalan bersama menuju Indonesia Raya. Setiap warga negara harus saling bersinergi, dan harus diupayakan tidak boleh ada yang saling menghambat.

Makna Lirik lagu ke sepuluh Indonesia Raya, ada pada kalimat " Indonesia Raya, Merdeka Merdeka". Kalimat ini berarti, bahwa seluruh wilayah Indonesia harus merdeka dan bebas dari segala bentuk penjajahan.

Tidak ada penjajahan, penyerobotan dari berbagai pihak asing, atau penguasaan daerah oleh pihak asing. Bahwa setiap warga harus berusaha agar tidak ada lagi penjajahan diseluruh wilayah Indonesia dalam bentuk apapun dan dalam bidang apapun.

Makna Lirik lagu Indonesia Raya ke sebelas, " Tanahku Negeriku yang Kucinta". Ini berarti memiliki arti, setiap warga berprestasi, berkreasi, atau berinovasi harus berdasarkan atas cintanya kepada negeri dan tanah airnya.

Dan pada lirik lagu Indonesia Raya ke duabelas, pada bait kata " Hiduplah Indonesia Raya". Adalah Cita-cita tertinggi dari setiap warga, dimaknai sebagai bangsa harus mampu berjuang hidup untuk waktu yang tidak terbatas.

Bangsa Indonesia juga harus mampu bersaing dalam globalisasi internasional di semua bidang. Dan Indonesia harus hidup terus dengan menjadi negara yang besar dan negara yang disenangi dunia internasional.

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 lagu Indonesia Raya ini dinyanyikan dengan khidmat, dengan menaikkan bendera merah putih ke angkasa. Marilah sebagai bangsa Indonesia, terutama generasi Muda, hendaknya bisa lebih hafal lirik dan Makna dari lirik lagu Nasional Indonesia Raya. Demikian semoga bermanfaat.

Sejarah Asal - usul Naskah Lagu Indonesia Raya

Sejarah Asal usul naskah Indonesia raya ini adalah persembahan W.R Soepratman untuk masyarakat indonesia pada acara konggres pemuda Indonesia yang saat itu berlangsung di Gedung Indonesiche Club, yang berlokasi di Jalan Kramat no.106, Jakarta.

Naskah Indonesia raya merupakan salah satu naskah lagu kebangsaan republik Indonesia. Naskah lagu Indonesia raya ditulis oleh W.R Soepratman pada tanggal 28 oktober 1928. Karena semangat nasional yang mengisi jiwa soepratman, hingga beliau mampu menciptakan lagu kebangsaan Indonesia raya ini.

Sejarah Asal usul Naskah Lagu  Indonesia Raya
Sejarah Asal usul Naskah Lagu  Indonesia Raya

Silsilah Keluarga W.R Soepratman 

Wage Rudolf Soepratman ternyata juga pernah tergabung dengan sebuah band di makasar sebagai penggesek biola, dan beliau juga kerap kali tampil pada setiap acara yang digelar. Hingga akhirnya terjadi pergolakan pada jiwanya dan dia lalu memilih untuk hijrah ke Pulau Jawa.

Beliau transit di Surabaya tempat kakaknya, namun setelah beberapa langkah dia harus mendekam di penjara karena dicurigai sebagai pemuda pergerakan. Beliau bisa keluar dari penjara karena berhasil meyakinkan tentara belanda bahwa dia bukan pemuda pergerakan bermodalkan gesekan biolanya. Pada masa itu memang dimana hampir tidak ada pemuda pribumi yang mampu memainkan biola kecuali berasal dari keluarga yang loyal terhadap belanda.

Wage Rudolf Soepratman adalah seorang yang diasuh oleh kakaknya Rukiyem dan juga iparnya yang seorang belanda totok bernama Van Eldik. Mereka tinggal di Makassar, dari iparnya inilah Wage mengembangkan bakat seni musiknya dalam bermain biola, juga menggubah / mengarasement lagu - lagu, hingga pada akhirnya iparnya memberikan sebuah biola kepada wage sebagai hadiah atas kemajuannya dan bermusik.

Naskah TEKS lagu kebangsaan Indonesia raya pertama kali diperdengarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Lagu ini sengaja diciptakan untuk menandakan kelahiran pergerakan pergerakan nasional di seluruh seluruh Indonesia. Selain itu, lagu ini juga sekaligus sebagai tanda hari sumpah pemuda pada momen Kongres Pemuda II.

Lagu Indonesia raya pertama kali dinyanyikan pada acara konggres pemuda. Dan mulai saat itu bila partai-partai politik mengadakan konggres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan tempo dan kecepatan 96 ketukan dalam waktu satu menit. Dengan not seperempat sebagai satuan hitungannya. Lagu Indonesia raya ini merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk

Perlu diketahui bahwa Naskah lirik lagu Indonesia raya sekarang dan lirik resmi pada tahun 1958 memang sudah mengalami perbedaan dengan lirik lagu Indonesia yang sekarang ini. Perbedaan mencolok terdapat pada penulisannya yang tidak baku dan masih sesuai dengan tempo dulu. Naskah lagu Indonesia raya pada awal tahun 1958 ini terdapat 3 stanza. Berikut isi naskah teks asli lagu Indonesia raya pada tahun 1958

Naskah Teks asli Lagu Indonesia Raya 1958


Lagu Indonesia Raya 1958

Indonesia Raja
Stanza I
Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja.

Stanza II
Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Stanza III
Indonesia Tanah Jang Seotji
Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji. Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja
S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja


Lirik Lagu Indonesia Raya ( sekarang )

Indonesia Raya

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Sejarah Asal - usul Naskah Lagu Indonesia Raya ini telah membuktikan bahwa lagu kebangsaan indonesia raya ini mempunyai sejarah yang cukup panjang, penuh dengan makna dan semangat perjuangan bangsa indonesia terutama kaum muda.  Semoga bermanfaat.

Alex Kawilarang, Tentara hebat yang terlahir untuk Indonesia

Alex Kawilarang lahir di Batavia (Jakarta), 23 Februari 1920 . Kolonel (purn) Alex Kawilarang meninggal pada umur 80 tahun di Jakarta, 6 Juni 2000.

Alex Kawilarang memiliki peran penting dalam penyusunan organisasi TNI di awal - awal kemerdekaan Indonesia.

Alex Kawilarang berjasa dalam membangun pondasi pasukan elite yang saat ini dikenal sebagai Pasukan Kopassus. 

Alex Kawilarang, Tentara hebat yang terlahir untuk Indonesia

Alex Kawilarang
Alex Kawilarang
Di zaman Belanda, Alex Kawilarang mengikuti pendidikan perwira Koninklijk Militaire Academie (KMA) di Bandung. Sebenarnya KMA Bandung merupakan sekolah perwira darurat karena saat itu Belanda telah dikuasai Jerman dalam perang dunia II. KMA Breda di Belanda pun tutup.

Alex tak lama menjadi perwira Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Tahun 1942, Jepang keburu masuk dan KNIL dibubarkan. Walau begitu dia tercatat sebagai satu dari sedikit orang Indonesia yang bisa menjadi perwira KNIL.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Alex bergabung dengan TNI. Awalnya dia menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris. Karir Alex Kawilarang terus merangkak naik. Kawilarang dipercaya memimpin ekspedisi TNI menumpas berbagai pemberontakan di hari-hari awal republik. Mulai dari Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. 

Pengalamanya dalam menumpas berbagai pemberontakan inilah yang membuat Alex Kawilarang berpikir tentang perlunya Indonesia memiliki pasukan kecil namun dengan kemampuan tempur yang hebat. Kawilarang begitu kagum dengan kemampuan musuhnya, yaitu pasukan baret merah dan hijaunya Belanda dari Korps Speciale Troepen. Dia banyak berdiskusi dengan Letkol Slamet Riyadi soal pembentukan pasukan elite ini.

Pada 1951 - 1956, Alex Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar. Nah saat itu Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa kondisi Makassar sudah aman. Tapi Soekarno malah menunjukkan radiogram yang memberitakan bahwa Makassar diserang pasukan KNIL.

Kawilarang mencari Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto yang saat itu bertugas menjaga Kota Makassar. Dia kesal melihat anak buah Soeharto malah melarikan diri.

"Lelucon macam apa ini", kata Kawilarang pada Soeharto. Plak!!! Soeharto ditamparnya. 

Saat menjabat Panglima TT III/Siliwangi, Alex Kawilarang merintis pembentukan Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwang pada bulan April 1951. Kesatuan inilah yang sekarang menjadi Kopassus. 

Artikel terkait  mengenal 9 Pasukan Khusus Milik Indonesia

Walau telah merintis pasukan elite tersebut, namun baru tahun 1999 Kawilarang mendapat pengakuan atas jasanya. Tepat Pada peringatan hari jadi Korps tersebut yang ke-47, Kawilarang diterima sebagai Warga Kehormatan Kopassus di Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Sebagai tandanya, ia dianugerahi sebuah baret merah dan pisau komando. Hal ini baru bisa dilakukan setelah Soeharto lengser keprabon. 

Alex Kawilarang juga pernah dianggap bersalah telah menyeberang ke pihak PRRI/Permesta yang saat itu memberontak pada pemerintah Jakarta. Tapi Soekarno kemudian mengeluarkan abolisi walau masih memberikan sanksi pangkat Brigjen Kawilarang diturunkan menjadi Kolonel.

Kawilarang kemudian memilih mengundurkan diri dari TNI. Padahal bersama Nasution, Kawilarang banyak memberikan saran dalam membangun TNI.

Saat Orde Baru, hubungan Kawilarang dan Soeharto tetap kurang harmonis. Soeharto rupanya belum lupa pernah ditempeleng Alex Kawilarang. Ditahun itu Alex Kawilarang hidup sebagai pengusaha. Dia akhirnya meninggal pada 6 Juni 2000, pada usia 80 tahun. Alex Kawilarang Bapak Kopassus ini dimakamkan di taman makam pahlawan Cikutra, Bandung.

Sejarah Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa

Generasi muda  atau GENERASI MILENIA ada baiknya mengetahui tentang Sejarah Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa / arti keistimewaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Perlu diketahui bahwa status wilayah daerah Istimewa ini adalah sebagai konsesi (pemberian hak atau izin) dan juga penghargaan Pemerintahan Republik Indonesia terhadap peranan rakyat Yogya yang mempertaruhkan eksistensi Republik ini.

Sejarah Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa tak lepas dari Rakyatnya juga Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang pada waktu itu telah mempertaruhkan kedudukan politiknya, tidak mempedulikan tawaran Ratu Juliana yang akan memberikan kedudukan Sri Sultan sebagai Pemimpin Koalisi Indonesia-Belanda. Karena bagi Sri Sultan Indonesia adalah tujuan hidupnya.

Sejarah Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa
Sejarah Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa
Tak lama setelah Proklamasi 1945, pemimpin pusat seperti Sukarno, Hatta, Subardjo dan Amir Sjarifudin menyatakan bahwa "Eksistensi pengakuan pernyataan Pegangsaan harus didukung kekuatan riil di daerah, Belanda atau pihak asing hanya akan mengakui kemerdekaan itu bila kekuatan-kekuatan daerah mendukung" memang pada hari-hari pertama Jawara Banten sudah mendukung pernyataan kemerdekaan RI dengan mengirimkan pendekar-pendekarnya mengamankan Jakarta.

Kekuasaan Jepang di seluruh wilayah Banten direbut oleh para pendekar. Tapi kekuasaan pendekar itu bukan jenis kekuasaan formal yang teratur rapi. Begitu juga dengan dukungan jago-jago silat Djakarta dan Bekasi yang kemudian membentuk laskar bersendjata untuk langsung tarung di jalan-jalan Cikini sampai Kerawang. Kekuasaan Informal langsung mendukung Sukarno. Tapi bagaimana dengan kekuasaan formal yang telah didukung administrasi rapi dan memiliki massa pengikut jutaan. Kekuasaan formal itu terletak di Solo dan Yogyakarta.

Solo dan Yogyakarta disebut dengan daerah Voorstenlanden, atau daerah yang diberi kekuasaan khusus oleh Hindia Belanda sebagai buntut perjanjian Giyanti 1755. Setiap terjadi suksesi Belanda sebagai pemerintah pusat bernegosiasi terus menerus dengan raja baru untuk menambah konsesi wilayah dan peraturan-peraturan baru.

Lama kelamaan daerah Voorstenlanden hanya sebatas wilayah Yogyakarta dan Surakarta seluruh wilayah Mataram asli semuanya masuk ke dalam pemerintahan Hindia Belanda. Namun wilayah boleh direbut tapi pada hakikatnya rakyat  Jawa Tengah dan Sebagian Jawa Timur menganggap raja mereka berada di Solo dan Yogya.

Seperti orang Madiun yang lebih berorientasi pada Mangkunegaran atau Blitar yang menganggap Yogya lebih representatif ketimbang Solo. Namun terlepas dari itu semua raja-raja Yogya dan Solo dianggap bagian dari trah resmi raja-raja Jawa.

Pengumuman kemerdekaan Indonesia dilakukan pada sebuah rumah di Pegangsaan ini artinya : Kemerdekaan itu lahir bukan dalam situasi formal. Pemerintahan pendudukan Jepang tidak lagi pegang kuasa di Indonesia setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom dan Hirohito dipaksa menandatangani surat pernyataan kalah tanpa syarat dihadapan Jenderal MacArthur dan sebarisan perwira AS bercelana pendek.

Pemerintahan Jepang dipaksa oleh pihak sekutu sebagai pemenang perang untuk mengamankan seluruh aset-aset di wilayah Asia yang diduduki Jepang termasuk yang ada diIndonesia. Namun perwira-perwira jepang itu juga sudah pernah berjanji pada sebarisan kaum Nasionalis untuk memerdekakan Indonesia, tapi tujuan kemerdekaan itu adalah membentuk Persekutuan bersama Asia Timur Raya. 

Kemerdekaan itu ditunda beberapa kali sehingga sempat membuat berang Sukarno. Namun pada malam 16 Agustus 1945 Laksamana Maeda dengan garansi dirinya pribadi membantu kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk pemenuhan janji. Hanya saja statement kemerdekaan dikesankan bukan dari Jepang.

Dan Sukarno butuh formalitas. Ia butuh rakyat Jawa, hatinya orang Jawa untuk berdiri dibelakang dia setelah pengumuman kemerdekaan. Sementara Tan Malaka sendiri yang belakangan muncul meragukan kemampuan Sukarno menggalang dukungan rakyat secara utuh, Tan Malaka bilang pada Subardjo "Suruh Sukarno cepat cari dukungan di tingkat daerah, dia jangan bermain di wilayah elite melulu".  Apabila tidak mendapat dukungan formal minimal di Jawa maka sekutu dengan cepat bisa melikuidir Indonesia.

Barulah pada pagi hari saat Sukarno sedang rapat dengan beberapa menteri datang sebuah surat kawat (telegram) dari Yogyakarta. Sukarno membuka telegram itu dan langsung melonjak dari tempat duduknya. Mukanya yang sedari awal kusut kurang tidur sontak gembira. Di depan menterinya Sukarno berkata "Surat ini adalah langkah awal eksistensi secara de facto bangsa Indonesia, sebuah functie yang bisa mendobrak functie-functie selanjutnya. De Jure kita sudah dapatkan secara aklamasi pada Proklamasi Pegangsaan tapi De Facto surat ini menjadi pedoman kita semua". 

Surat 5 September 1945 yang berisi maklumat itu berasal dari Sri Sultan yang berisi

Pertama : Bahwa daerah istimewa Ngayogyokarto Hadiningrat bersifat kerajaan adalah daerah Istimewa dari negara Republik Indonesia.

Kedua : Bahwa kami sebagai kepala daerah memegang kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarto Hadiningrat dan oleh kerna itu berhubung dengan keadaan dewasa ini segala urusan pemerintahan Ngayogyokarto Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan kami dan kekuasaan lainnya kami yang pegang.

Ketiga : Bahwa perhubungan antara Negeri Ngayogyokarto Hadiningrat dengan pemerintahan pusat negara Republik Indonesia bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas negeri kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Tiga poin dalam isi surat itu sesungguhnya adalah sebuah negosiasi politik kepada Pemerintahan Republik Indonesia dari kekuasaan Yogya. Bahwa Raja Yogya bersedia masuk ke dalam struktur Indonesia apabila kekuasaan di Yogyakarta terjamin oleh Pemerintahan RI.

Sesungguhnya Sri Sultan membuat statement ini adalah merupakan kecerdasan Sri Sultan, karena ia tidak mau kelak Yogya akan banjir darah oleh revolusi sosial dan kemudian Yogya dipimpin oleh kelompok-kelompok revolusioner yang tidak bertanggung jawab.

Pandangan visioner Sri Sultan ini terbukti jitu. Beberapa waktu kemudian, Kesultanan Deli di Sumatera Timur dan Surakarta terjadi revolusi sosial. Seluruh bangsawan Deli dibantai oleh pasukan yang mendukung terjadinya gerakan anti kerajaan.

Sementara di Surakarta yang sebelumnya diberikan status juga sebagai DIS ( Daerah Istimewa Surakarta), terkena serbuan pasukan Tan Malaka yang menolak adanya pemerintahan Swapradja, akibatnya status DIS dihapus karena para penguasa di Solo tidak bisa mengendalikan keadaan yang take over.

Pada saat itu Sunan Pakubuwono XII dan Sri Mangkunagoro VIII masih bimbang mau berpihak pada Republik atau menunggu Belanda datang. Pada tahun 1940-an seluruh penguasa Kasunanan Solo, Mangkunegaran, Pakualaman dan Kasultanan Yogyakarta adalah raja-raja baru yang terdiri dari anak muda berusia 30-an tahun. Rupanya Sunan PB XII dan Mangkunegoro VIII tidak memiliki kejelian politik seperti Hamengkubuwono IX yang masuk langsung ke dalam struktur pemerintahan RI dan mengendalikan Angkatan Bersenjata serta mengamankan rakyat Yogya dari "Kekacauan-Kekacauan Revolusi".

Tindakan Sri Sultan yang cepat ini justru menguntungkan jalannya sejarah Republik Indonesia di kemudian waktu, karena Sultan dengan kekuasaannya menciptakan suatu daerah kantong yang terkendali. Daerah kantong inilah yang kemudian dijadikan basis perjuangan menegakkan pemerintahan Republik setelah sekutu masuk ke Tanjung Priok. Saat sekutu masuk yang kemudian diboncengi NICA membuat penggede-penggede Republik terancam nyawanya.

Sjahrir sendiri pernah merasakan mobilnya diberondong peluru. Hampir tiap malam Sukarno berpindah-pindah tempat karena diburu pasukan intel Belanda, bahkan sering juga Sukarno tidur di kolong tempat tidur. Hal ini jelas membuat pemerintahan tidak berjalan efektif.

Adalah Tan Malaka sendiri yang menganjurkan agar Jakarta segera dikosongkan dari pemerintahan Republik dan Pemerintahan menyingkir ke pedalaman sembari mengefektifkan pemerintahan. Tapi pedalaman mana yang bisa dikendalikan.

Dan Hatta menjawab "Yogyakarta adalah tempat yang tepat, karena di wilayah sana semua rakyatnya dikendalikan oleh Sultan hanya saja apakah Sultan akan menjamin kita" mendengar ucapan Hatta, Sukarno memerintahkan stafnya menghubungi Sri Sultan.

Dalam pembicaraan tidak resmi ditelepon, Sri Sultan berkata "Saya Sultan Yogya, Sabdo Pendhito Ratu. Menjamin bahwa Pemerintahan Republik Indonesia aman di Yogyakarta" Jaminan Sri Sultan inilah yang dijadikan titik paling penting keberadaan Republik Indonesia ditengah ancaman serbuan pasukan bersenjata Belanda.

Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa untuk menghadapi sekutu dan melobi penggede-penggede sekutu adalah Sutan Sjahrir yang ditinggalkan di Jakarta sementara Presiden dan Wakil Presiden sebagai lambang kekuasaan negara dibawa ke Yogyakarta dengan Kereta Luar Biasa (KLB) yang sekaligus memboyong seluruh keluarga mereka. Keberangkatan KLB itu juga menandai perpindahan Ibukota. Peristiwa itu terjadi pada 4 Januari 1946.

Di Yogyakarta, Sri Sultan bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan seluruh penggede Yogya. Seluruh pejabat ditempatkan dilingkungan Keraton. Sukarno ditempatkan di Gedong Agung dan Sri Sultan menghormati kekuasaan Republik Indonesia walaupun sesungguhnya Republik ini baru berdiri. Pejabat-pejabat RI itu rata-rata dalam kondisi miskin.

Sultan sendiri yang kerap mengambil emas simpanannya untuk membiayai seluruh operasional pemerintahan. Sri Sultan memberikanya tanpa dihitung, bahkan pernah gaji pegawai Republiek belum terbayar dan Sri Sultan dengan dana kekayaan pribadinya sendiri membiayai gaji-gaji pegawai republik Indonesia.

Tahu bahwa Yogyakarta menjadi pusat kendali Republik. Tentara Belanda tidak berani langsung mengebom Yogya. Hal ini terjadi karena Ratu Juliana dulu adalah teman sekolah Sri Sultan di Belanda. Mereka berdua dari SD sampai Kuliah berada dalam lingkungan yang sama. Sri Sultan dipanggil Juliana sebagai Hengky. Bahkan ada gosip bahwa Ratu Juliana memiliki benih cinta pada Sri Sultan.

Sebelum Yogya digempur, ada pesan dari Kerajaan Belanda bahwa nyawa Sri Sultan tidak boleh dikutak-kutik. Karena sikap keras Juliana yang tidak memperbolehkan kekuatan militernya menyenggol Sri Sultan, maka staff militer di Belanda mengambil kebijakan untuk mempengaruhi Sri Sultan agar berpihak pada Belanda.

Sri Sultan ditawari menjadi pemimpin pemerintahan bersama Indonesia-Belanda, tapi Sultan menolak. Baginya Indonesia adalah tujuan hidupnya. Karena tidak sabar atas sikap keras Sri Sultan yang berdiri dibelakang pemerintahan Republik indonesia, maka Belanda mau tidak mau harus menguasai Yogyakarta.

Pada tahun 1948 setelah terjadinya peristiwa Madiun, Belanda punya taktik yang khas dengan caranya yang licik, yaitu menikam pemerintahan Republik di Yogya. Belanda awalnya mengadakan perjanjian kerjasama latihan militer dengan TNI sebagai wujud gencatan senjata, namun kemudian malah dari Semarang pasukan Van Langen menerobos Yogya dengan Operasi Kraai. Sepuluh ribu penerjun payung menghujani udara Maguwoharjo, dan Yogyakarta diserbu tanpa adanya persiapan.

Saat itu yang jadi komandan keamanan Kota Yogya adalah Suharto ( yang kelak jadi Presiden RI kedua).Tapi entah pasukan Suharto ada dimana. Letkol Latif Hendraningrat sendiri langsung mencari-cari Suharto tapi tidak ketemu. Sudirman saat itu masih terbaring sakit karena paru-parunya menghitam. Sedangkan Bung Karno cs sedang rapat di Gedong Agung.

Pasukan Van Langen dengan cepat masuk ke Gedong Agung. Tapi sebelumnya terjadi perdebatan keras. Sukarno menyerah atau melawan sekutu. Sukarno berpendapat bahwa dengan ia menyerah maka dunia internasional akan meributkan agresi militer Belanda dan memberikan dukungan bagi Indonesia. Tapi pihak Sudirman menghendaki diadakannya perlawanan total, Sukarno dan Hatta harus ikut berperang di pedalaman. Sukarno memilih tidak ikut cara Sudirman.

Sebelum ditangkap pasukan Van Langen Sukarno berpesan pada Sri Sultan agar keutuhan Republik Indonesia dijaga. Sultan hanya mengangguk namun sebagai Raja Jawa ia selalu memenuhi janji. Sri Sultan berpikir keras dengan apa Yogyakarta harus mendapatkan kemenangan politiknya.

Suatu sore Sri Sultan mendengar perdebatan melalui BBC bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Delegasi Belanda di PBB menyatakan "Pemerintahan Illegal Republik Indonesia sudah Hilang secara de facto yang berkuasa adalah Belanda kota Yogya sepenuhnya dibawah kendali Pemerintahan Belanda". Mendengar hal tersebut Sultan mendapat ide untuk mengejutkan dunia Internasional.

Dipanggilnya Suharto sebagai Komandan Wehrkreise X untuk membangun serangan kejutan. Lalu terjadilah Serangan Umum 1949 yang kemudian mengubah jalannya sejarah. Setelah serangan umum Pemerintahan Belanda di PBB kalah suara dan dukungan Internasional mendukung Pemerintah Republik Indonesia, akhirnya pada 27 Desember 1949 Belanda mengakui kemerdekaan RI. Karena Juliana sangat membenci Sukarno, maka yang datang menandatangani adalah Hatta sementara di dalam negeri yang menandatangani adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX di depan AJ Lovink.

Penandatangan Pengakuan Kedaulatan adalah pengakuan de facto, dan Republik Indonesia yang masih bayi benar-benar diselamatkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono, sebagai pengasuh yang benar-benar menjamin keselamatannya.

"Sebuah bangsa yang tidak mengerti sejarahnya sendiri hanya akan melahirkan ketololan-ketololan". Pramoedya Ananta Toer.  Demikian semoga bermanfaat untuk pembaca. Source : anton-djakarta.blogspot.co.id.

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Presiden Soekarno terlahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970). Beliau adalah merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru asal Jawa, dengan Ida Ayu Nyoman Rai asal Buleleng, Bali.

Soekarno sebagai Presiden RI pertama merupakan BINTANG yang bersinar diantara para pemimpin negara-negara besar pada saat itu. Beliau merupakan salah satu tokoh besar yang mewujudkan cita-cita dan mempersatukan Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, Ras dan agama.
Pena Soekarno 6 Juni 1957
Pena Soekarno 
Soekarno dengan kharismanya mewakili bangsa Indonesia di kancah politik dunia. Mungkin para tokoh dunia juga mengagumi cita-cita beliau untuk bangsa yang besar dan beragam seperti Indonesia ini. Setiap orang bisa saja mempunyai impian menjadi orang besar dan terkenal, namun tidak banyak orang yang dapat  mewujudkan impiannya sebagai warisan bangsa.

45 tahun lebih Soekarno telah pergi dan berlalu, namun cita-cita dan karya besarnya untuk bangsa Indonesia selama ini akan terus dikenang. Banyak momen penting dan kesulitan - kesulitan yang telah dilalui bangsa ini bersama Soekarno.

Baca Juga Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta 

Cita-cita Soekarno tidak akan lekang oleh panas terik dan tidak akan luntur disapu hujan badai. Soekarno memang telah pergi ke pangkuan Tuhan YME, namun cita-citanya menjadi warisan milik bangsa Indonesia.

Marilah Jangan biarkan cita-cita besar Soekarno MATI oleh ulah segelintir orang yang tidak mengenal kebesaran bangsa Indonesia dan tidak mengerti akan keluhuran budi dan cita-cita para pendiri Republik ini.

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Saya tidak tahu, akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat. Manfaat bagi Tanah Air dan Bangsa, Manfaat Bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang. Sebab Dialah Asal segala Asal, "Dialah Purwaning Dumadi ". Soekarno 6 Juni 1957. 
Demikian, semoga bermanfaat untuk pembaca. CAYO INDONESIA.



Sejarah Gerakan Buruh Dari Waktu Ke Waktu

Sejarah Gerakan Buruh Dari Waktu Ke Waktu. Massa buruh di Indonesia adalah massa buruh terbesar di Asia, bahkan di satu masa pernah melampaui negara Cina. Sebagai catatan Indonesia pernah menjadi negara perkebunan terbesar di dunia, yaitu antara tahun 1840 -1905. Setelah tahun 1905 massa buruh di Cina melonjak akibat kebijakan industrialisasi yang diperkenalkanya.

Di Hindia Belanda buruh perkebunan adalah massa buruh lapis pertama. Tapi tidak tercerahkan. Pergerakan buruh belum dikenal sampai pada tahun 1880-an ketika banyak pemberontakan-pemberontakan radikal petani, kaum buruh masih merasa satu nafas terhadap industri yang pertama kali dibangun di Hindia Belanda, massa buruh perkebunan belum memiliki kesadaran, karena ditempatkan di tempat yang terkucil dan jauh dari peradaban intelektual.

Sejarah Gerakan Buruh
Sejarah Gerakan Buruh di Indonesia
Massa buruh yang tercerahkan justru dibangun dari jaringan kereta api yang dibangun di seluruh pelosok Jawa pada tahun 1862. Saat itu Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele berkunjung ke London dan berpidato di depan forum investor Eropa atas tanah-tanah kolonial, dia berpidato dengan judul "Tanah Jawa dan Jaringan Lalu Lintas Kereta Api" 

Van den Beele dalam pidatonya berkata  "Salah satu fungsi mempercepat kemajuan dalam dunia industri perkebunan di Jawa adalah terdapatnya Kereta api dan Tenaga Buruh" Disini Van Den Beele sudah menempatkan buruh sebagai bagian dari penilaian produksi pemerintahan Hindia Belanda.

Buruh menjadi kekuatan penting, isu terbesar dalam forum investor itu adalah ketersediaan tenaga kerja murah bahkan seperti budak. Namun angin kebebasan yang ditiupkan Lincoln membuat para bandar-bandar modal di Eropa menjadi amat berhati-hati dengan perbudakan, mereka mulai menilai kerja-kerja manusia sebagai kerja yang di 'subkontrakkan'.

Dalam pertemuan investor di London, road show investments Van Den Beele berhasil, ia berhasil menarik beberapa investor. Pooling fund atas investor itu dibentuk dalam badan hukum bernama "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM), yang dipimpin Ir. J.P de Bordes. Tiang pancang pembangunan pertama kali adalah di wilayah Tanggoeng, Semarang, dan selesai pada tahun 1867.

Apa yang dikatakan Van Den Beele menjadi kenyataan, pekerja kereta api meningkat pesat jumlahnya, mereka menjadi pekerja-pekerja intelektual, lapisan paling elite dalam jajaran pekerja pribumi dan tidak diperlakukan sebagai budak.

Setiap jaringan kereta api menjadi pusat dari segala seluruh pergerakan politik di Indonesia yang paling realistis namun karena bersifat agak cenderung kiri dan kemerah-merahan, gerakan ini tidak pernah dicatat sebagai sejarah resmi negara.

Gerakan kebangsaan dicatat hanya sebagai gerakan kaum elite menengah atas, kaum bangsawan yang banyak terdapat di sekolah-sekolah bentukan Hindia Belanda, pergerakan kesadaran kebangsaan tidak dicatat dalam rapat-rapat politik di stasiun kereta api atau berada di kafe-kafe tempat para pekerja kereta api berkumpul.

Barulah pada tahun 1915 gerakan buruh kereta api menjadi sangat penting dalam percaturan politik setelah Sarekat Islam membuka afdeeling (Pengurus Cabang) di stasiun-stasiun penting di Jawa seperti Semarang dan Surabaya.

Pada tahun 1918 di Garut terjadi pemberontakan yang ditengarai dilakukan SI Afdeeling B (Afdeeling B adalah kode, cabang rahasia yang sampai saat ini tidak ditemukan susunan pengurusnya, ini macam biro chusus pada masa DN Aidit di tahun 1965).

Pemberontakan di Garut itu mendorong radikalisasi gerakan buruh di berbagai lini, pemogokan yang paling efektif dan menekan kaum pemodal justru terjadi pertama kali di industri percetakan Van Dorp yang berhasil menaikkan gaji 20% dan uang makan 10%, kemenangan kaum buruh dalam lingkungan percetakan Van Dorp membuat kaum agen-agen intelektual buruh mengembangkan dialektikanya atas sasaran perdjoangan.

Pergerakan buruh mencapai momentum terbesarnya ketika Soerjopranoto seorang bangsawan Jawa dari Trah Pakualaman masuk ke dalam Sarekat Islam dan mampu membius dengan pemikiran-pemikiran gerakan buruh yang taktis dan tepat.

Soerjopranoto menjadikan gerakan buruh sebagai bagian tak terpisahkan dalam pembentukan pertama kali sebuah bangsa, sebagai bagian dari gerakan intelektual radikal. Soerjo mengatur pemogokan-pemogokan sebagai agenda gradual dalam menekan pemerintahan Hindia Belanda, lewat gerakan pemogokan ala Surjopranoto, Pemerintahan Hindia Belanda rugi jutaan gulden. Surjopranoto mendapat perhatian khusus oleh dinas intelijen Belanda dalam rapat khusus mereka di Istana Bogor tahun 1919.

Rapat khusus penggede “Politieke Inlichtingen Dienst” (PID) di awal tahun 1922 itu memutuskan dikenakannya  “exorbitante rechten”, penangkapan berdasarkan kecurigaan intelijen tanpa harus lewat proses hukum, yang jadi contoh kasus dalam operasi ini adalah Soerjopranoto.

"Operasi Bogor" inilah yang kemudian menjadi amat keras bagi pergerakan-pergerakan buruh di masa selanjutnya dan pergerakan politik yang lain. Puncak dari "Operasi Bogor" adalah kekejian pemerintah Hindia Belanda dalam menumpas gerakan kemerdekaan yang dilakukan PKI pada tahun 1926/1927 lewat pemberontakan yang mereka lakukan di Prambanan, Semarang, Banten dan juga Silungkang Sumatera Barat.

Gerakan buruh setelah era pemberontakan PKI dan ditangkapnya Bung Karno pada tahun 1930-an nyaris tak terdengar, dimasa-masa ini pula muncul generasi baru yang lahir pada tahun 1920-an awal dan bersemi antara tahun 1941-1949 menjadi kalangan kelas menengah namun menjadi agen intelektual atas gerakan-gerakan buruh dalam masa revolusi kemerdekaan 1945-1949.

Gerakan buruh menjadi terdengar gaungnya ketika terjadi perebutan massa buruh oleh kekuatan-kekuatan politik di sekitar revolusi 1945. Pada 1 Mei 1946, gerakan buruh didekati kelompok pemegang kekuasaan Perdana Menteri Sjahrir untuk dimasukkan ke dalam barisan Partai Sosialis.

Saat itu Sjahrir masih akur dengan Amir Sjarifuddin dan membentuk Partai Sosialis yang memegang jalannya pemerintahan. Di pihak lain kelompok Tan Malaka amat ingin sekali buruh masuk ke dalam garis perjuangan mereka. Kelompok Tan Malaka tak ingin kaum buruh masuk ke dalam kelompok pemerintah yang cenderung lebih kepada perjuangan diplomasi.

Pada tahun 1946 tren diplomasi sudah ditengarai oleh Tan Malaka yang salah satunya adalah sikap begitu kompromisnya Sjahrir pada Inggris. Tan Malaka menghendaki tanpa kompromi perang dengan seluruh pasukan asing apapun alasannya dan menguasai seluruh perkebunan-perkebunan dan kilang.

Sjahrir dan Amir lalu memamerkan penguasaan kekuatan buruh mereka pada 1 Mei 1946, gerakan buruh 1 Mei 1946 sesungguhnya merupakan gerakan tandingan atas aksi Rapat Ikada 17 September dimana rapat raksasa itu adalah mainan dari kelompok Tan Malaka dan menjadi gema atas kekuatan rakyat paling spektakuler pada masa awal revolusi. Sementara kelompok Sjahrir menjadikan gerakan 1 Mei 1946 sebagai bentuk kekuatan massa milik mereka di depan kelompok oposisi.
Perayaan hari buruh 1 mei 1946 di alun - alun Yogyakarta
Perayaan 1 mei 1946 di alun - alun Yogyakarta
Gerakan buruh di masa Revolusi dan kemudian di masa Sukarno sama sekali tak menjadi kekuatan otentik, mereka tidak mendirikan partainya sendiri, mereka diageni banyak Partai dan banyak kepentingan, sehingga apa yang terjadi dalam dinamika gerakan buruh yang menjadi bagian dari sejarah Partai Politik bukan lagi sebagai bagian gerakan buruh murni, ini berbeda di lapangan perjuangan intelektual kelas menengah yang menjadikan gerakan intelektual sebagai gerakan otentik.

Di masa Suharto, kemanusiaan buruh menjadi titik paling rendahnya, dalam konferensi di Swiss, dimana Frans Seda, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik melakukan lobi-lobi politik Internasional untuk mendapatkan bantuan keuangan internasional.

Buruh dimasukkan sebagai free warrant atas garansi instrumen hutang yang diterbitkan pihak Indonesia. Buruh menjadi sumber murah dalam pemanis sebuah investasi, hal ini bahkan lebih keji daripada yang dilakukan Van den Beele, dimana Van den Beele secara gentleman mengakui bahwa buruh diakui sebagai bagian subkontrak kerja.

Artikel terkait Sejarah Sistem Kerja Tanam Paksa (1830 - 1870)

Kebijakan 'benda mati buruh' dalam masa Orde Baru berlangsung terus menerus dan sistematis, kekuatan buruh dihajar habis-habisan, buruh dianggap sebagai bagian dari gerakan politik kiri. Bahkan di tahun 1998 saat gerakan reformasi yang digerakkan mahasiswa terjadi kelompok buruh dilarang ikut-ikutan sehingga cap gerakan penggulingan Suharto hanya dilakukan oleh kelompok mahasiswa.

Marginalisasi politik kaum buruh kemudian membuat buruh belajar sendiri, bahwa pergerakan mereka tidak membutuhkan agen-agen intelektual kelas menengah, mereka mengorganisir dirinya sendiri, bahkan sekarang kekuatan buruh adalah kekuatan paling terorganisir diantara seluruh kekuatan politik masyarakat yang ada.

Kekuatan buruh adalah kekuatan raksasa yang tenor perjuanganya lebih lama ketimbang tenor perjuangan mahasiswa. Bahkan bisa dikatakan, apabila kaum buruh mampu membentuk Partainya sendiri, membentuk jaringannya sendiri tanpa menggantungkan diri pada kekuatan Partai Politik mapan,  maka bisa dipastika, Partai Buruh akan menjadi Partai politik paling kuat di Indonesia.

Dan apabila garis-garis realistis perjuangan kaum buruh bisa diletakkan dengan dasar yang baik, mampu menemukan hukum-hukum revolusi dalam perubahan bentuk susunan masyarakat yang adil makmur, maka tak pelak lagi, Partai Buruh akan menjadi Partai terkuat seperti dalam tradisi negara Inggris dan Negara-Negara Commonwealthlainya. Source : anton-djakarta.blogspot.co.id