Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa Alam. Tampilkan semua postingan

Penyebab Cuaca dingin di Indonesia menurut BMKG

Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca dingin pada pagi hari. Cuaca dingin terjadi di beberapa daerah seperti di Jakarta yang suhu udaranya mencapai mencapai 21 derajat celcius, sedangkan di Bandung cuaca hingga sampai 15 derajat celcius, bahkan di lembang bandung cuaca mencapai 9 derajat celcius, lalu di Malang suhunya mencapai 17 derajat celcius.
perubahan cuaca dingin di pagi hari
Perubahan cuaca dingin di pagi hari
Menghadapi cuaca dingin di pagi hari, Masyarakat tidak perlu hawatir dengan terjadinya perubahan suhu yang cukup drastis, ada baiknya masyarakat mempersiapkan diri jika tidak terbiasa dengan cuaca dingin dengan mengenakan pakaian yang hangat.

BMKG menyebut perubahan cuaca di Indonesia adalah wajar, dan inilah penyebabnya.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perubahan suhu seperti ini adalah hal yang biasa setiap tahunya, dan hal ini masih dalam tataran normal di bulan Juli - Agustus.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan perubahan cuaca drastis di Indonesia, disebabkan karena negara Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari negara Australia yang menuju ke Asia pada Juli sampai dengan Agustus 2018 mendatang.

Ada pengaruh Monsun Australia yang anginnya ini melewati Indonesia,” kata Kepala Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko kepada JawaPos.com, Jumat (6/7/2018).

Dirinya menuturkan, aliran massa dingin ini menyebabkan perubahan suhu di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan Khatulistiwa. “Mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawabarat, DKI Jakarta, Jawatengah, Jawatimur, NTT, hingga Bali,” terang dia.

Harry menerangkan penurunan suhu ini bila dirata-ratakan bervariasi di seluruh Indonesia. Dia mencatat angka yang terendah mencapai 5 derajat celcius seperti di wilayah dataran tinggi, seperti di Dieng.

“Pagi udara dingin, siang ada angin cukup kencang, dan sore dingin lagi, dan di laut ada gelombang tinggi. Bisa dirasakan juga saat mandi sore air terasa lebih dingin,” pungkasnya

Jadi masyarakat persiapkan dirinya jika tidak kuat dengan cuaca dingin harap mengenakan pakaian yang hangat” terangnya. source JawaPos.com

Sejarah Mengerikan Erupsi Gunung Tambora, Sumbawa, Indonesia

Tercatat dalam sejarah umat manusia yang mengerikan, tahun 1815, Gunung Tambora, Sumbawa, Indonesia menguncang dunia dengan letusan dahsyatnya.
gambar Letusan Gunung Tambora
Letusan Gunung Tambora
Erupsi Tambora setidaknya telah memuntahkan abu dan juga batuan - batuan piroklastik hingga ratusan kilometer kubik. Bisa di bayangkan betapa spektakuler erupsi Tambora, karena telah memangkas tinggi gunung tersebut menjadi 2.851 MDPL, yang awalnya sekitar 4.000 MDPL.

Dari 12.000-an warga yang mendiami pinggang Gunung Tambora, nyaris seluruhnya binasa dalam sehari pada letusan pertama Tambora yang terhempas abu vulkanik dan aliran piroklastik.
gambar Gunung Tambora, Sumbawa, Indonesia
Gunung Tambora, Sumbawa, Indonesia 
Tak hanya itu, pasca letusan tambora, juga menyisakan tragedi mengerikan yang pernah dialami umat manusia saat itu, diantaranya kelaparan yang disebabkan gagal panen dan juga merajalelanya wabah penyakit. Korban untuk Pulau Sumbawa dan Lombok saja sekitar 92.000-an orang. Mereka tewas karena berbagai penyakit dan kekurangan pangan

Di Jawa saja, tercatat 125,000-an orang meninggal karena wabah penyakit, yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan korban saat tragedi letusan langsung Tambora.

Efek  Letusan Tambora ternyata lebih mematikan, tidak hanya di indonesia. Tahun 1817, cuaca buruk yang tidak menentu dan juga hujan yang tiada henti menyebabkan wabah Kolera di India, hingga membunuh 10 Juta penduduknya.

Letusan dasyat Gunung Tambora juga telah menghancurkan peradaban yang ada di sekitar gunung. Menurut para ahli sejarah dan juga arkeologi, terdapat setidaknya tiga kerajaan lokal yang hilang akibat dampak letusan Tambora tahun 1815, yaitu kerajaan Sanggar, Tambora dan juga kerajaan Pekat. Source nationalgeographic.com

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979. Dieng kini menjadi objek wisata yang sangat dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara apalagi setelah hadirnya Dieng Culturue Festival (DCF) menjadikan Wisata Dieng makin dikenal. Dataran tinggi dieng banyak di anugrahi keunikan alam oleh sang pencipta.

Di dieng yang disebut sebagai negeri diatas awan banyak menyimpan nilai - nilai sejarah yang terlihat dari banyak candi - candi di dieng. Anugrah alam dieng banyak menyimpan seribu keunikan seperti danau alami telaga warna dan banyaknya kawah - kawah historis yang tersebar di wisata dieng culture. Namun di balik keindahan dan pesona alam dieng juga terdapat banyak kisah misteri yang mengerikan seperti kisah Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979.

gambar Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979

Sebagian Masyarakat Indonesia, terutama Penduduk Desa di Dieng, pasti pernah mendengar yang namanya Tragedi Sinila. Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng merupakan peristiwa nyata nan mencekam yang terjadi pada malam hari tepatnya menjelang shubuh.

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng terjadi pada tanggal 20 Februari 1979. Tragedi  mengerikan tersebut disebakan oleh fenomena alam, yaitu meletusnya kawah Sinila di dataran tinggi dieng.
gambar Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979, Tragedi mengerikan di malam mencekam yang menewaskan 149 orang tewas dalam kejadian tersebut. kawah Sinila terletak di antara Desa Batur, Desa Sumberejo, dan Desa juga Pekasiran, Kecamatan Batur.

Pada malam mencekan nan mengerikan tersebut, Kawah gunung Sinila meletus dan mengeluarkan banyak gas karbondioksida dari dalam kawah tersebut menyembur ke udara,  gas – gas  beracun keluar dari dalam kawah tersebut . Para penduduk yang berlari untuk mengungsi banyak yang menghirup gas beracun tersebut.

Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979 menelan korban nyawa sebanyak 149 orang, yang diantaranya terdiri dari orang dewasa, orang tua, dan juga anak-anak, Mereka banyak ditemukan tewas bergelimpangan di jalan-jalan disekitar pemukiman penduduk. Bahkan sejumlah hewan ternak pun ikut menjadi korban dalam tragedi mengerikan tersebut. kawah Sinila Dieng saat itu  meletus setelah sebelumnya terjadi gempa bumi di sekitar kawasan Dieng.

Beruntung berkat PFN Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979 berhasil di abadikan dalam bentuk Film dan pernah disiarkan di stasiun Swasta TVRI Kala itu. Dengan Film tersebut Kita bisa menyaksikan bagaimana ke ngerian tragedi Kawah Sinila Dieng tersebut. 

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979


Sinopsisnya Film Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Kawah Sinila di pegunungan Dieng meletus. Keluarga Warso dari desa Kepucukan harus menyingkir karena lahar menerjang desanya.


Karena panik, Warso meninggalkan mbahnya yang sudah renta. Peristiwa itu membuat desa tak layak huni lagi dan penduduknya diminta bertransmigrasi. Warso berangkat dengan sedih hati karena mbahnya belum ketemu juga. Ternyata mereka jumpa di pemukiman transmigran Baturaja. Demikian semoga bermanfaat dan menambah wawasan.