Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Pena Soekarno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pena Soekarno. Tampilkan semua postingan

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Presiden Soekarno terlahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970). Beliau adalah merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru asal Jawa, dengan Ida Ayu Nyoman Rai asal Buleleng, Bali.

Soekarno sebagai Presiden RI pertama merupakan BINTANG yang bersinar diantara para pemimpin negara-negara besar pada saat itu. Beliau merupakan salah satu tokoh besar yang mewujudkan cita-cita dan mempersatukan Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, Ras dan agama.
Pena Soekarno 6 Juni 1957
Pena Soekarno 
Soekarno dengan kharismanya mewakili bangsa Indonesia di kancah politik dunia. Mungkin para tokoh dunia juga mengagumi cita-cita beliau untuk bangsa yang besar dan beragam seperti Indonesia ini. Setiap orang bisa saja mempunyai impian menjadi orang besar dan terkenal, namun tidak banyak orang yang dapat  mewujudkan impiannya sebagai warisan bangsa.

45 tahun lebih Soekarno telah pergi dan berlalu, namun cita-cita dan karya besarnya untuk bangsa Indonesia selama ini akan terus dikenang. Banyak momen penting dan kesulitan - kesulitan yang telah dilalui bangsa ini bersama Soekarno.

Baca Juga Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta 

Cita-cita Soekarno tidak akan lekang oleh panas terik dan tidak akan luntur disapu hujan badai. Soekarno memang telah pergi ke pangkuan Tuhan YME, namun cita-citanya menjadi warisan milik bangsa Indonesia.

Marilah Jangan biarkan cita-cita besar Soekarno MATI oleh ulah segelintir orang yang tidak mengenal kebesaran bangsa Indonesia dan tidak mengerti akan keluhuran budi dan cita-cita para pendiri Republik ini.

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Pena Soekarno 6 Juni 1957

Saya tidak tahu, akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat. Manfaat bagi Tanah Air dan Bangsa, Manfaat Bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang. Sebab Dialah Asal segala Asal, "Dialah Purwaning Dumadi ". Soekarno 6 Juni 1957. 
Demikian, semoga bermanfaat untuk pembaca. CAYO INDONESIA.



Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia

Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia. Penunjukan tuan rumah Asian Games IV tahun 1962 kepada Indonesia telah ditetapkan  pada taun 1958. Ahirnya Soekarno, presiden pertama Indonesia, harus menjawab tantangan tersebut dengan tuntutan pembangunan infrastruktur olahraga dalam kurun waktu hanya empat tahun.

Tak berpikir lama, Soekarno menunjuk "Kampung Senayan" sebagai lokasi pembangunan megaproyek Asian Games 1962 tersebut. Soekarno membangun sebuah stadion megah, yang kini bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno, wisma-wisma atlet, dan sejumlah gelanggang olah raga lain di sekitarnya.

gambar Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia

Soekarno yang kala itu tengah membangun jati diri Indonesia, bersamaan dengan ajang Asian Games 1962, Ia ingin negaranya dikenang semua orang, sehingga meminta pematung kenamaan, Sunarso, untuk membuat patung selamat datang di Bundaran HI. Patung dengan bentuk sepasang remaja melambaikan tangan itu menjadi gerbang kompleks olahraga mewah .

Di kemudian hari, rencana Soekarno kian melebar dengan membangun infrastruktur ke beberapa daerah lainya , termasuk memperluas Bandara Kemayoran, yang menjadi pintu masuk kontingen Asia . Lalu Bundaran Semanggi dan Jalan M.H Thamrin pun ia bangun untuk mempermegah muka Indonesia di kancah dunia.

Rencana itu tentu saja menjadi perdebatan kala itu . Ada yang setuju, dan ada pula yang bertanya-tanya. Mengapa Soekarno mengorbankan biaya besar demi menunjang kegiatan olahraga. Namun, ia mampu menjawabnya dengan mudah. Di matanya, olahraga merupakan salah satu alat perjuangan bangsa. Dengan berkiprahnya Indonesia di dunia olah tubuh, Indonesia  akan mampu berbicara kepada dunia.

gambar kata - kata bijak soekarno

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bangsa yang besar. Yang mampu maju ke muka, memimpin pembebasan bangsa-bangsa di dunia menuju dunia barunya." Soekarno.

Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia bikin Jepang Kagum

Di era 1960-an, bahkan hingga sekarang, Jepang adalah negara Asia dengan kemajuan infrastruktur yang luar biasa. Namun, proyek-proyek akbar Soekarno di Senayan berhasil bikin seorang utusan Jepang untuk persiapan Asian Games 1962 yang tak disebutkan namanya berdecak kagum.

Wajar jika utusan Jepang tersebut terkagum-kagum. Soekarno dan kabinetnya, serta panitia penyelenggara Asian Games 1962, mampu merampungkan mega proyek tersebut, hanya dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun saja.

gambar Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia
Timeline Sejarah Asian Games 1962 Jakarta 
  • 8 Februari 1960. Soekarno menancapkan tiang pancang Stadion Utama sebagai simbol pembangunan awal Kompleks Olahraga Senayan.
  • Juni 1961. Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton rampung dibangun.
  • 25 Desember 1961. Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton selesai dibangun.
  • Juni 1962. Gedung Bola Basket berkapasitas 3.500 penonton selesai dibangun.
  • 21 Mei 1962. Istana Olahraga berkapasitas 10.000 rampung dibangun.
  • Desember 1961. Stadion Madya berkapasitas 20.000 penonton tuntas dibangun.
  • 21 Juli 1962. Stadion Utama Senayan (Kini SU Gelora Bung Karno) berkapasitas 100.000 penonton kelar dibangun dan memecahkan rekor sebagai stadion terbesar di Asia Tenggara.
Asian Games 1962 adalah Asian Games yang ke-4 dan diselenggarakan di Jakarta, Indonesia dari tanggal 24 Agustus 1962 sampai 4 September1962. 18 negara dengan 1.460 atlet berlaga di 15 cabang olahraga yang di pertandingkan Pada Asian Games 1962 Jakarta.

Asian Games 1962 Jakarta Indonesia.


gambar tiket asian games jakarta 1962
tiket asian games jakarta 1962 ( source tua-tradisionil.blogspot.co.id)

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pada 24 Agustus 1962, sekitar 100-an ribu orang berkumpul di Stadion Senayan. Asian Games IV resmi dibuka dengan di hadiri oleh 18 negara dan mempertandingkan 13 cabang olahraga.

Waktu itu, Indonesia diwakili 290 atlet terbaiknya. Hasilnya, Soekarno boleh berbangga diri, sebab Indonesia mampu berada diposisi ke-2, dibawah Jepang. Hasil perolehan akhir medali Asian Games Indonesia berhasil mendapatkan 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu.

gambar perolehan medali asian games 1962

  • 24 Agustus 1962Asian Games 1962 digelar dan Televisi Republik Indonesia pertama kali mengudara dengan siaran dari cabang olahraga Asian Games .
  • Tanggal 4 September, sorak-sorai masyarakat Indonesia dan asing mengantar Sultan Hamengkubuwono IX menutup ajang bersejarah  Asian Games  1962 Jakarta .
Dengan kesuksesanya, maka sejak saat itu, Indonesia dikenal sebagai negara dengan peradaban yang maju dan diperhitungkan. Impian sang proklamator Presiden pertama RI, Soekarno pun tercapai dengan berhasil mengangkat harkat martabat Indonesia di mata dunia.

Baca Juga Pena Soekarno 6 Juni 1957

Demikian Sejarah Asian Games IV tahun 1962 Jakarta Indonesia , semoga bisa menambah rasa Cinta pembaca terhadap Negara Republik Indonesia tercinta ini. #cayoindonesia. (Source Tabloid BOLA )


Sejarah Bung Karno tertinggal di Blitar

Tentang sejarah Bungkarno yang tertinggal diblitar. Soekarno, mendengar kata tersebut tentu Anda akan berpikiran tentang seorang Presiden pertama negara Indonesia. Selain menjabat sebagai kepala negara Soekarno juga dikenal dengan julukannya sebagai Bapak Proklamator. Beliau sangat dikenal sebagai sosok yang mempu menyambugkan aspirasi rakyat sehingga tercapailah cita-cita bangsa Indonesia yakni sebuah kemerdekaan bangsa.

Kemerdekaan sendiri diartikan sebagai sebuah hadiah hasil dari penjajahan Belanda yang kurang lebih berlangsung setama 3,5 abad atau sekitar 350 tahun. Sosok yang akrab disapa Bung Karno ini telah lahir sejak tanggal 6 Juni 1901 yang bertepatan di kota Surabaya.

Sejarah Bung Karno tertinggal di Blitar
Sejarah Bung Karno tertinggal di Blitar

Perjuangannya untuk bangsa Indonesia sangat besar. Bung Karno sendiri juga terkenal dengan kegigihan serta keberaniannya dalam menghadapi penjajah Belanda. Bung Karno bersama pasukannya memiliki peran yang sangat besar bagi tanah air Indonesia. Hingga akhirnya tepat pada tangal 21 Juni 1970 beliau dipanggil oleh Sang Maha Kuasa. Jenazah dari Bung Karno sendiri dimakamkan di kota Blitar, Jawa Timur.

Perlu Anda tahu bahwa sampai saat ini makan dari Bung Karno masih dijadikan sebagai tempat untuk ziarah. Sementara itu, untuk mengenang jasa dari presiden pertama Indonesia ini maka di kota Blitar dibuat sebuah museum dan perpustakaan yang lokasinya masih berada dalam satu kawasan dengan makan Bung Karno. Lokasi dari perpustakaan ini adalah tepat berada di sebelah selatan makam Bung Karno yakni berlokasi di Jl. Kalasan, kelurahan Bendogerit, Blitar.

Perlu Anda tahu bahwa patung Bung Karno di Blitar dapat Anda temukan tepat di bagian antara ruang perpustakaan dan museum.Sejarah perjalanan hidup dari Bung Karno juga dapat anda temukan pada dinding relief yang terdapat di kawasan wisata makan Bung Karno. Relief tersebut menggambarkan kisah perjalanan hidup Bung Karno dari masa muda hingga masa perjuangannya dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Bahkan dalam relief juga telah memberikan gambaran mengenai kisah Bung Karno di masa tuanya.

Perpusatakan yang dibangun untuk mengenang jasa Bung Karno tersebut telah diresmikan tepat pada tanggal 3 Juli 2004 oleh satu-satunya presiden wanita di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Megawati Soekarno Putri.Selain patung Bung Karno, tiang-tiang besar yang ada dalam halaman perpustakaan berhasil menjadi daya tarik dari pengunjung.Dalam perpustakaan tersebut menyediakan beragam koleksi buku.Namun koleksi buku yang disediakan lebih identik mempelajari sejarah dari Bung Karno.Dan sejarah Bung Karno yang tertinggal di Blitar berhasil membuat seseorang merasa penasaran akan kisah sejarahnya.

Selain perpustakaan, dalam kawasan makam Bung Karno juga telah dibangun sebuah museum yang lokasinya berdampingan dengan perpustakaan.Seperti yang Anda tahu, museum adalah tempat dimana barang-barang sejarah disimpan.Nah dengan mengunjungi museum ini, maka Anda akan mendapatkan informasi menarik mengenai sejarah Bung Karno yang tertinggal di Blitar.

Sementara itu, sejarah Bung Karno yang tertinggal di Blitar juga dibuat sebuah patung yang menyebutkan bahwa bentuk dari Patung tersebut sedang menunjukkan Bung Karno yang duduk di kursi sambil membawa sebuah buku. Selain patung yang menjadi daya tarik pengunjung, lukisan foto Bung Karno juga menjadi koleksi unggulan dari musem yang satu ini.

Perlu Anda tahu bahwa lukisan foto Bung Karno ini ternyata menyimpan sebuah misteri, pasalnya jika Anda perhatikan dengan cermat maka pada bagian jantungnya akan berdenyut seperti manusia yang masih hidup. Hal yang demikian itu sampai sekarang masih menjadi sebuah misteri. Demikian artikel tentang sejarah Bung Karno yang tertinggal di Blitar semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang Sejarah terutama sejarah Bung Karno Presiden Indonesia pertama , Proklamator kemerdekaan Indonesia.