Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekalongan. Tampilkan semua postingan

Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC) Peduli Korban Rob

Merasa peduli dengan Bencana Rob Pekalongan, sekelompok pemuda yang tergabung dalam club Motor Honda CB150R melakukan Kegiatan penggalangan dana bagi korban rob di wilayah Pekalongan, club Motor tersebut bernama Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC).
Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC) Peduli Korban Rob
Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC) Peduli Korban Rob
Kegiatan penggalangan dana tersebut di laksanakan di Pertigaan Podo Kedungwuni pada hari Minggu 27 Mei 2018. Hasil dari penggalangan dana tersebut kemudian diserahkan ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan di Bener Wiradesa pada hari Minggu 3 Juni 2018.

Ketua Umum Perfec Danu Suyanto mengatakan, Penggalangan dana tersebut di serahkan satu minggu kemudian karena sumber dana bukan saja dari masyarakat/ pengguna jalan tetapi juga dari member/anggota, dan dari penggurus sendiri memberi batas waktu bagi member yang donasi sampai dengan tanggal 3 Mei 2018.

Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC)
Logo Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC)
Logo Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC)
“Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC) sendiri tergabung dalam Paguyuban Streetfire Jateng Jogjakarta (PSJJ), dan pada tanggal 3 Juni 2018 club yang tergabung di PSJJ ini juga telah melakukan kegiatan serentak buka bersama dan sekaligus melaksanakan kegiatan sosial”  terang Danu.

“kegiatan semacam ini adalah murni sosial dan dengan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian para anggota/member Kami terhadap lingkungan sekitar” lebih lanjut kata danu.

Bencana Rob Pekalongan kali ini dinilai warga sebagai yang terparah

Ribuan rumah warga di Kota Pekalongan tergenang karena bencana banjir rob. Ketinggian air rob bervariasi antara 30 cm hingga ketinggian 1 meteran.

Bencana rob di pekalongan terparah terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara dengan ketinggian banjir air rob rata-rata mencapai 1 meteran. Sementara itu di beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan juga Tirto, ketinggian air rob mencapai 70 sentimeter.
bencana rob pekalongan
prayforpekalongan
Bencana Rob Pekalongan kali ini dinilai warga sebagai yang terparah

Banjir rob di pekalongan kali ini datang secara mendadak dengan ketinggian air yang cukup tinggi. Banjir rob di wilayah kota Pekalongan kali ini banyak dinilai warga sebagai yang terparah yang pernah terjadi. warga yang panik dengan datangnya air rob memilih untuk meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke rumah kerabat atau ke tempat pengungsian.
banjir rob pekalongan
Banjir Rob Pekalongan Kamis (24/5/2018) foto Antara
Foto banjir rob di pekalongan di atas diambil dari udara, terlihat kondisi rumah warga yang terkena dampak dari rob di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (24/5/2018). Sebanyak sekitar 2.000 Kepala Keluarga terkena dampak rob dengan ketingggian hingga mencapai sekitar 1 - 1,5 meter. Sumber Foto Antara.

Artikel terkait [ Pekalongan Rider Streetfire Club (PERFEC) Peduli Korban Rob ]

#prayforpekalongan

Silahkan bagi Kalian yang ingin membantu saudara - saudara kita di pekalongan yang sedang ditimpa musibah Banjir Rob, bisa langsung membawa bantuannya ke Posko Peduli Bencana Rob Pekalongan yang berlokasi di GOR Jetayu Pekalongan.
dapur pengungsi rob pekalongan
dapur pengungsi rob pekalongan, foto by instagram pekalonganinfo
Posko Bencana Rob Pekalongan masih siaga hingga 2 Pekan kedepan. Terimakasih, semoga bantuan yang diberikan sekecil apapun dapat sedikit meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Aamiin.

Untuk informasi lengkap penyaluran bantuan korban rob Pekalongan, silahkan Anda bisa menghubungi atau melihat di Instagram @pekalonganinfo atau bisa melalui WA adminya di nomer 085728764020.

How to Reach to Pekalongan City of Batik

How to Reach to Pekalongan City of Batik. Pekalongan is a city of Central Java Indonesia. It was formerly the seat of Pekalongan Regency on the northern coast of the province, but is now an independent municipality within the province. The city is Central Java's most important port, and is known for its batik.
Pekalongan City of Batik
Pekalongan City of Batik
Since December 2014, Pekalongan is a member of  UNESCO's World's Creative Cities Network. Pekalongan Indonesia is the first Indonesian city and first South East Asian city listed as member of UNESCO's World's Creative Cities Network.

How to Reach to Pekalongan City of Batik

Take a flight to Soekarno Hatta Airport of Jakarta (CGK), then take DAMRI Airport Bus (line 5) to Gambir Railway Station. Take an express train to Pekalongan (5 hours).

ALTERNATIVE 2
Take a flight to A. Yani Airport of Semarang, then take a taxi to Poncol or Tawang Railway Stations of Semarang (23 minutes), and from there take a train to Pekalongan (1 hour 25 minutues).

ALTERNATIVE 3
Alternatively, from A. Yani Airport of Semarang, take a taxi to Coyo or Nusantara Express Bus (PATAS) Agents (10 minutes), from there take a PATAS Express Bus to Pekalongan (2 ½ hours).

ALTERNATIVE 4
Take a flight to Juanda Airport of Surabaya, take a taxi to Pasar Turi Railway Station (30 minutes) and from there take a train to Pekalongan (around 6 hours).

Bagaimana Cara menuju ke Pekalongan.

Cara menuju ke Pekalongan
Cara menuju ke Pekalongan

Terbang ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta (CGK), lalu gunakan Bus Bandara DAMRI (jalur 5) ke Stasiun Kereta Api Gambir. Naik kereta ekspres ke stasiun Pekalongan (5 jam).

ALTERNATIF 2
Naik pesawat ke Bandara A. Yani Semarang, kemudian naik taksi ke Stasiun Kereta Api Poncol atau Tawang Semarang (23 menit), dan dari sana naik kereta api ke stasiun Pekalongan (1 jam 25 menit).

ALTERNATIF 3
Alternatif lain, dari Bandara A. Yani Semarang, naik taksi atau Nusantara Express Bus (PATAS) Agen (10 menit), dari sana gunakan PATAS Express Bus ke Pekalongan dan turun di International batik center (IBC) Pekalongan (2 ½ jam).

ALTERNATIF 4
Ambil penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya, naik taksi ke Stasiun Kereta Pasar Turi (30 menit) dan dari sana naik kereta ke stasiun Pekalongan (sekitar 6 jam).

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo, Wonopringgo,  Kabupaten Pekalongan. Gerabah adalah merupakan benda yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan kemudian dibakar dalam suhu tinggi sehingga menghasilkan alat-alat yang berguna seperti Piring, Kendi, Tempayan, Anglo, Kuali, Celengan, Pot bunga, hiasan dan lain sebagainya.

Gerabah diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah menemukan banyak jenis gerabah / tembikar yang berfungsi sebagai alat perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan pemakaman.

Gerabah / tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan, yang bercirikan adonanya kasar dan pada bagian pecahannya dipenuhi oleh  bekas tangan (sidik jari), selain itu bentuknya juga terkadang tidak simetris. Gerabah yang lebih modern Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar / gerabah dibuat dengan menggunakan tatap batu dan roda putar.

Kampung Gerabah
Kampung Gerabah
Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. 

Di kabupaten Pekalongan ada sebuah desa yang terkenal dengan sebutan desa perajin gerabah. Dahulu, hampir semua warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Hampir Warganya menggeluti usaha kerajinan gerabah. Namun sekarang, jumlah perajin di desa yang sempat  terkenal dan menyandang sebutan dengan sentra produksi gerabah terbesar di Jateng itu hanya tersisa sedikit saja.

Produksi gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan semakin hari semakin  memprihatinkan. Karena memang Sangat sedikit generasi muda yang mau meneruskan kerajinan ini, dan membuat keberadaan gerabah di Desa Wonorejo nyaris punah.

Padahal, Kabupaten Pekalongan pernah dikenal sebagai sentra penghasil gerabah terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, berkat kerajinan yang berbahan dasar tanah liat inilah, Desa Wonorejo menjadi terkenal dan sering menjadikan rujukan warga daerah lain untuk menimba ilmu maupun membeli gerabah.

Dahulu, penduduk di kampung tersebut hampir seluruhnya merupakan perajin dan memiliki keterampilan membuat gerabah. Gerabah yang diproduksi pun bermacam-macam, mulai dari pembuat teko, cobek tanah, kendi, mangkuk, pot bunga, mainan anak, celengan, dan yang lainya. kesemuanya terbuat dari bahan tanah liat.

Tapi sayang, sentra produksi gerabah terbesar di Kota Santri ini, lama kelamaan hanya menyisakan sedikit perajin saja. Itu pun merupakan para perajin lama yang masih bertahan, dan mayoritas sudah berusia lanjut.

Usaha gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan ini memang merupakan warisan dari nenek moyangnya secara turun temurun. Tapi, karena tidak ada lagi generasi  muda penerus kerajinan gerabah ,usaha kerajinan itu terancam punah.

Generasi muda sekarang tidak berminat pada kerajinan gerabah karena terdapat beberapa alasan. Mulai dari gengsi, serta menganggap jika usaha tersebut tidak menjanjikan. Namun sebenarnya jika dikelola dengan manajemen yang baik, usaha pembuatan gerabah cukup menjanjikan. Membuat sebuah gerabah yang paling gampang, semisal kendi, hanya membutuhkan waktu lima menit saja.

Misal saja, dengan asumsi satu buah kendi bisa dijual dengan harga Rp 3 ribu, hingga Rp 5 ribu. Setidaknya dalam sehari bisa diproduksi sebanyak 50 buah, dengan modal bahan baku hanya Rp 6 ribu per karung.

Memang, tak dapat dipungkiri kalau pembuatan kerajinan gerabah ini butuh ketelitian. Mulai dari membuat adonan, membentuk pola, hingga masuk proses oven, harus dikerjakan secara teliti.

Dalam pembuatan kerajinan gerabah terdapat banyak kendala yang harus dihadapi para perajin. Kendala tersebut mulai dari minimnya modal, proses pembuatan yang cukup menguras kesabaran, hingga minimnya perhatian pemerintah terhadap usaha yang digeluti warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo tersebut. Seperti penuturan Wahyuti (74), perajin gerabah Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, dikutip dari halaman radar pekalongan.

Artikel terkait  [ Sekolah Alam Pertama di Pekalongan ]

Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan 

pelatihan inovasi gerabah
pelatihan inovasi gerabah 

Sekarang atas perananan generasi muda lewat Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo, dengan mengusung tema "Lestarikan warisan budaya, untuk kemajuan bangsa", nampaknya Mereka ingin membangkitkan kembali gairah perajin gerabah di desa Wonorejo.

Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo kini telah menciptakan Desa Wisata Kampung Gerabah yang bertujuan sebagai wahana edukasi juga pengenalan dan pembelajaran ketrampilan pembuatan gerabah untuk anak-anak sekolah mulai dari Paud, SD, SMP, hingga menengah umum dan Masyarakat luas. Kampung gerabah desa Wonorejo, Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan sekaligus mengenal kerajinan gerabah yang merupakan warisan budaya bangsa indonesia.

Desa Wisata Kampung Gerabah pekalongan
Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Wisata Kampung Gerabah pekalongan
image source instagram @ infopekalongan

Kampung Gerabah pekalongan

pelatihan gerabah pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo ini, juga bertujuan untuk meningkatkan produksi gerabah bagi para pengrajin yang ada di Desa Wonorejo Kec.Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Tutur Ketua Karang Taruna Hasta Karya Desa Wonorejo Sigit Rohmatullah.

Ayo mari ajak generasi Kita untuk mengenal salah satu warisan budaya indonesia, yaitu kerajinan gerabah di Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan.


Demikian semoga bermanfaat. Source radar pekalongan, Instagram @pekalonganinfo

Pekalongan Pertempuran 3 Oktober 1945

Pekalongan 3 Oktober 1945 pukul 07.00 pagi matahari sudah mulai bersinar membakar semangat ribuan orang yang telah bergerombol memadati lapangan Kebon Rojo di seberang markas Kempeitai. Mereka datang dengan bersenjatakan apa saja mulai dari keris, pedang, parang, tongkat besi hingga bambu runcing dengan berteriak kencang MERDEKA ,MERDEKA, MERDEKA..!!! Merdeka atau mati, dengan seruan takbir yang seakan tiada hentinya.

Djunaid berdiri di barisan paling depan di sebelah kiri Kyai Syafii dan Kyai Siraj, mereka memandang lurus pintu masuk markas Kempeitai. Tangan kanannya memegang tangkai keris yang masih terselip dipinggang kirinya. Di belakang mereka puluhan anak muda santri Kyai Syafii dan Kyai Siraj tetap bersiaga, berpakaian sederhana dan sarung yang diselempangkan.

Pekalongan Pertempuran 3 Oktober 1945
Pekalongan Pertempuran 3 Oktober 1945
Di sebelah mereka sekelompok anak muda mengikatkan merah putih di kepala, beberapa diantaranya memanggul senjata jenis AK II, mereka tampak tenang, tidak ada teriakan yang keluar dari mulut mereka, namun mereka juga tetap siaga menunggu komando Margono Jenggot selaku pimpinan.

Ada juga kelompok anak muda yang dipimpin oleh Syaichu, Tari, Abdul Kadir, Aziz Basarail, Agus Sutarto, Huzer Amin, Tarbin, Sanip, Trimo, Umar dan Fadholi, mereka berbaris rapi di depan markas Kempeitai.

Ada juga Sohir yang datang dari Comal dengan senjata cangkul dan sabit serta Kelompok dari Batang yang berpakaian hitam-hitam juga bersiaga di sisi utara dan selatan. Kelompok- kelompok yang terkoordinir dan memiliki pimpinan tampak berbaris rapi, dan ada juga anggota masyarakat lain yang jumlahnya ribuan juga berbaur di belakang mereka baik laki-laki ataupun perempuan.

Pekalongan 3 Oktober 1945  Pukul 09.45 dari arah utara rombongan delegasi Indonesia datang dengan berjalan kaki menuju markas Kempeitai. Tampak Mister Besar berjalan di urutan paling depan, diapit oleh Dr. Sumbadji dan Dr. Maas.

Di belakanya terlihat R. Suprapto, Kadir Bakri dan Jauhar Arifin. Kedatangan mereka dielu-elukan masa dengan teriakan lantang Hidup Republik Indonesia, jangan mundur dari tuntutan, hidup wakil -wakil rakyat Pekalongan.

Saat melihat rombongan delegasi Indonesia datang, masyarakat yang awalnya berbaris bubar dan merangsek mendekati rombongan, ada yang menyalami bahkan mengantar rombongan sampai ke pintu gerbang Kempeitai dengan sorakan dan teriakan "massa Jangan mau ditawar, jangan mundur dari tuntutan, berhasillah kami menunggu, kami tidak akan bubar sebelum bapak-bapak kembali, kembalilah dengan selamat ".

Teriakan-teriakan mereka membuat suasana makin panas dan tak terkendali. Seorang pemuda keturunan Arab menghampiri Margono Jenggot dan berkata "Mas Margono, ini bahaya Mas, mereka bisa jadi sasaran tembak tentara Jepang, lihat itu, tentara Jepang bersiaga dengan senjatanya di pintu masuk gedung". Kata Aziz Basarail pada Margono Jenggot sambil menunjuk.

"Ya, aku juga berpikir seperti kamu. Coba sampaikan pada Kiai Syafii dan kelompok yang lainnya agar mereka mencegah teman-teman kita mendekat markas Kempeitei, akan kuperintahkan anak buahku menarik mereka menjauhi Kempeitei, yang lain tetap siaga." Ucap Margono Jenggot.

"Siap Mas". Jawab Aziz Basarail.

Aziz Basarail berlari menghampiri Djunaid, meminta tolong memberikan informasi pada pemimpin barisan yang lainnya agar menjaga barisannya. karena Pasukan Margono Jenggot akan mengatasi rakyat yang mendekati gerbang markas Kempeitai, yang lain tetap siaga agar barisan tidak kacau. Djunaid segera bertindak.

Anak buah Margono Jenggot segera menahan orang-orang di gerbang yang berebut ikut masuk ke markas Kempeitei agar kembali ke dalam barisan. Diantara keributan itu tampak seorang pemuda yang membawa bendera merah putih yang diikatkan pada tongkat bambu seukuran tubuh mereka, menarik tangan temannya menjauhi kerumunan, pemuda itu berbisik, Kau lihat Bismo, di atas markas Kempeitei itu masih berkibar bendera Jepang.

" Setan jahanam! Jepang mau menipu kita Rahayu". Suara Bismo menggeram.

"Apa yang harus kita lakukan, Bismo?" tanya Rahayu.

" Ssttttttttt, ikut aku. Lepaskan benderamu."

Rahayu melepaskan bendera yang diikatkan pada tongkat yang dibawanya, lalu Bismo menarik tangan Rahayu berjalan perlahan menjauhi kerumunan menuju kampung kecil di sebelah utara markas Kempeitei.

Sementara itu Mister Besar bersama rombongan telah masuk ke dalam markas, rakyat kembali berkumpul dalam barisan.

Di sebuah ruang kosong kantor Syucho, tak jauh dari markas Kempeitei, sekelompok pemuda Indonesia telah menyandra 15 orang Jepang. Para pemuda tersebut mengancam akan membunuh orang-orang Jepang yang mereka sekap apabila perundingan tersebut gagal.

Pekalongan 3 Oktober 1945, Jam dinding kayu di dalam markas Kempeitei berdenting sepuluh kali, perundinganpun dimulai. Meja perundingan ditata menyerupai huruf U. Pihak Jepang duduk dalam satu baris menghadap ke barat, diantaranya adalah Syuchokan Tokonomi, Kempeitaidan Kawabata, Staf Kempeitei Hayashi dan Harizumi si penterjemah bahasa.

Sedangkan pihak Indonesia terbagi dalam dua baris terdiri dari baris utara dan baris selatan. Deret utara duduk Mister Besar, Dr. Sumbadji dan Dr. Maas, sedangkan yang berada di deretan sebelah selatan berturut-turut adalah R. Suprapto, A. Kadir Bakri dan Jauhar Arifin. Mister Besar membuka perundingan dengan terlebih dahulu memperkenalkan delegasi Indonesia, kemudian mengemukakan maksud dan tujuanya mengadakan perundingan dengan pihak Jepang.

Syuchokan Tokonomi mengangguk sambil tersenyum, matanya yang sipit menyapu wajah-wajah anggota delegasi Indonesia. Kempeitaidan Kawabata yang duduk di sebelah Syuchokan Tokonomi menyambut dengan senyum yang sinis, tubuhnya yang pendek gempal dan matanya yang nampak hanya sebuah garis saja itu nampak menyiratkan sikap yang tak bersahabat.

Takonomi bertanya " mengapa pihak Indonesia datang dengan membawa massa yang banyak".

"Indonesia datang membawa banyak pasukan seperti mau mengajak perang saja".Ujar Kawabata menimpali kesinisan Takonomi.

" Mereka rakyat Pekalongan yang hanya ingin menyaksikan pemindahan kekuasaan, karena peristiwa perundingan ini adalah tindak lanjut proklamasi kemerdekaan, yakni terlaksananya pemindahan kekuasaan pemerintah dari tangan Jepang kepada pihak Indonesia dengan damai, Kami bangsa Indonesia tidak menginginkan terjadi insiden yang dapat mengorbankan jiwa". Jawab Dr. Sumbadji.

Mendengar jawaban Dr. Sumbadji, Kempeitaidan Kawabata dan Hayashi saling berbisik. Namun delegasi Indonesia tidak mau terpengaruh dengan tingkah Kempeitaidan Kawabata dan Hayashi. Karena menginginkan perundingan cepat selesai.

Dr. Sumbadji langsung membacakan tiga pasal tuntutan, yaitu
  1. Pemindahan kekuasaan dilaksanakan dengan damai dan secepatnya; 
  2. Penyerahan senjata dari tangan Jepang adalah semua senjata yang ada ditangan Jepang baik yang ada di Kempeitai, Keibitei, maupun Jepang Sakura kepada pihak Indonesia; 
  3. Dan Memberikan jaminan pada pihak Jepang bahwa mereka akan dilindungi, diperlakukan dengan baik, dan dikumpulkan menjadi satu di Markas Keibitei. 
"Ya, ya, ya, Tentara Nippon sudah mendengar proklamasi yang dibacakan Soekarno di Jakarta, namun di daerah ini pemerintah Dai Nippon tidak bisa menerima keinginan pihak Indonesia, karena Dai Nippon masih berkewajiban menjaga status quo yang ada, untuk kepentingan keamanan dan ketentraman rakyat. 

Kami memahami tuntutan dari pihak Indonesia, tetapi kami terikat dengan Sekutu, sebelum ada perintah dari Dai Nippon di Jakarta, kami masih bertanggung jawab mempertahankan status quo. Jawab Tokonomi tegas."

"Sebenarnya soal pemindahan kekuasaan sudah tidak ada persoalan lagi, karena Jendral Terauchi telah berjanji waktu bertemu Bung Karno dan mengakui kemerdekaan Indonesia, bukankah sekarang sudah tepat pada waktunya ?" sanggah Dr. Maas.

Perundinganpun semakin alot saja, kedua pihak saling beradu argumentasi. Saat Harizumi sedang menterjemahkan pembicaraan Dr Sumbadji, tiba-tiba pintu ruang perundingan diketuk, seorang Kempeitai masuk memberikan hormat dengan cara membungkuk. Belum sempat dia melaporkan sesuatu, tiba-tiba terdengar letusan senjata dari luar ruangan dan kemudian disusul dengan teriakan lantang " serbu....,  serbu....., serbu....," berulang-ulang.

" Siapa yang menembakkan senjata!" teriak Mister Besar.

" Ini pasti siasat Jepang". Kadir Bakri geram, ia mengajak delegasi Indonesia menyelamatkan diri, mereka berlari melalui tembok samping kanan menerobos masuk ruang kantor Karesidenan.

Syuchokan Tokonomi, Kempeitaidan Kawabata, Hayashi dan Harizumi juga berlari menuju ruang lain dalam markas Kempeitei. Perundingan menjadi bubar tidak membawa hasil, suasana berubah menjadi kacau, rupanya Jepang sudah membuat siasat, dari dalam gedung mereka melepaskan tembakan dengan senapan mesin sehingga rakyat kacau balau dan banyak korban-korban warga pekalongan berjatuhan.

Akan tetapi rakyat pekalongan tidak gentar , mereka tidak mau mengalah begitu saja. Di luar gedung, suara tembak-menembak bersahutan antara rakyat yang di luar gedung dan pihak Kempeitai, disusul juga beberapa suara rentetan bunyi metraliur dan teriakan - teriakan takbir. Saat itu juga markas Kempeitai dikepung rapat oleh rakyat pekalongan. Rakyat yang berkumpul di Kebon Rojo marah, mereka mengepung markas Kempeitei meski menjadi sasaran tembakan senapan mesin Kempeitai.

Melihat hal tersebut Amarah mereka makan membara, meluap dan tanpa komando, mereka langsung menyerbu markas Kempeitai, ada yang melalui pintu masuk, ada yang memanjat tembok keliling gedung, ada juga yang menaiki atap gedung. Mereka punya satu tujuan yaitu menghancurkan dan juga merampas senjata Jepang walaupun senjata yang mereka bawa seadanya.

Pasukan Margono Jenggot, Kyai Syafii dan Kyai Siraj perlahan merangsek masuk markas, Mereka membunuh setiap tentara Jepang yang dijumpainya. Banyak pula yang mati terkoyak dan tertembus peluru senapan tentara Jepang. Perlawanan yang tak seimbang itu berlangsung sekitar satu jam. Sungguh menyayat hati, Markas Kempeitai banjir darah, darah warga pekalongan yang ingin mempertahankan Kemerdekaanya.

Djunaid bersama Singgih, Kuswadi, Suharjo dan Sarino menerobos kawat berduri di markas Kempeitei, mereka masuk mencari delegasi Indonesia, Mereka ingin memastikan kalau Mister Besar dan rombongannya selamat. Namun ruang perundingan telah sepi, Djunaid dan kawan-kawannya justru terjebak dan tak bisa keluar dari ruang perundingan tersebut.

Di atas gedung markas Kempeitei, dengan keberaniannya Rahayu dan Bismo berhasil merobek - robek bendera Jepang, dan lalu menggantinya dengan bendera sang saka merah putih sebagai tanda bahwa Indonesia, pekalongan telah merdeka. Dua peluru yang dilepaskan tentara Jepang seketika itu langsung bersarang di tubuh Rahayu dan Bismo, mereka terjatuh dengan tangan tetap menggenggam sang saka merah putih .

15 orang Jepang yang disandera sekelompok pemuda di ruang kosong kantor Syucho, akhirnya dibunuh tanpa kenal ampun. Darah segar membasahi lantai diantara gelimpangan mayat-mayat orang Jepang, bau anyir memenuhi ruangan itu.

Setelah pertempuran yang tidak seimbang itu reda, rakyat membubarkan diri. Terlihat banyak Korban bergelimpangan di sekitar Markas Kempeitai. Ada yang terluka dan banyak pula yang tewas. Suasana berubah menjadi sunyi sepi, hanya ada beberapa anggota Kempeitai yang berjaga-jaga di luar markas dengan bayonet terhunus. Beberapa orang pejuang pekalongan menjadi tawanan Jepang, diantara tampak Suhardjo, Sudjono, Kuswadi, Singgih, Sarino dan Djunaid.

Malam selepas pertempuran 3 Oktober 1945. Suasana di kota Pekalongan sangat mencekam, orang-orang tak berani keluar rumah, mereka khawatir bila Kempeitai membalas dendam terhadap rakyat Pekalongan. Diam-diam para pemuda berjalan mengendap - endap mendekati markas Kempeitai, Mereka memotong kabel mematikan aliran listrik, telepon, serta air minum yang mengalir ke markas Kempeitei.

Beberapa hari kemudian karena kesulitan mendapatkan listrik, air minum dan telepon karena telah dimatikan para pemuda, Jepang akhirnya mengibarkan bendera putih. Para tawananpun dibebaskan, dan akhirnya mereka dapat kembali berkumpul bersama sanak keluarga, orang tua, istri dan juga anak-anaknya.
Moumen 3 oktober 45 menjadi Masjid Asy-Syuhada
Tempat ini sekarang menjadi Masjid Asy-Syuhada

Masjid Asy-Syuhada yang beralamat di Jl. Pemuda No. 52-54 Kota Pekalongan. Lokasi tepatnya berada di depan Monumen Joeang 45 Pekalongan. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh KH. Abdurrahman Wahid, tanggal 26 Februari 2000.

Mengapa dinamakan Masjid Asy-Syuhada ?
Penamaan ini sebagai penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur (syahid) di markas Kempetai yang sekarang ini telah menjadi masjid ini. Di lokasi inilah pada tanggal 3 Oktober tahun 1945 terjadi pertempuran besar-besaran warga pekalongan melawan pendudukan Jepang yang banyak memakan korban jiwa dalam upaya mempertahankan Kemerdekaan. Namun Alkhamdulilah pengorbanan Mereka tak sia-sia, karena para pejuang akhirnya berhasil mengusir dan membuat tentara jepang menyerah pada tanggal 7 Oktober 1945.

JASMERAH. Janganlah sekali - kali melupakan sejarah dan pahlawan kemerdekaan Indonesia. Karena sebab jasa - jasa Mereka begitu besar hingga Kita saat ini bisa merasakan Kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dahulu dengan nyawa Mereka. #CAYOINDONESIA



Sesampai di rumah, Ummi Solechah memeluk suaminya dengan erat, ada air mata sebening kristal yang mengalir dipipinya. TangiIs haru bahagia Ummi Solechah untuk orang yang dicintainya, karena mereka akhirnya dapat berkumpul kembali.

"Ini perjuangan kita Chah, penuh resiko dan penderitaan. Aku ikut berdosa jika aku diam saja, aku harus membantu bangsa ini mewujudkan kemerdekaannya, aku harus menjaga kesucian sang saka merah putih agar tetap mulia berkibar di bumi Indonesia, semoga kamu ikhlas memiliki suami sepertiku". Bisik Djunaid.

Insya Allah, aku ikhlas dengan perjuangan Bapak. Pelukan Ummi Solechah semakin kuat, dan tangisnya telah berhenti menjadi senyuman. Source : Mahakarya - Ibnu Novel Hafidz.

Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan

Persip Pekalongan adalah merupakan klub sepak bola Indonesia anggota PSSI dari Kota Pekalongan yang hingga sekarang masih bermain di Divisi Utama Liga Indonesia.

Kesebelasan Persip Pekalongan berdiri pada tahun 1948. Klub sepak Bola Persip Pekalongan ini memiliki julukan Laskar Kalong.

Tim Kebanggaan Masyarakat Pekalongan ini biasa di kenal dengan sebutan ( Pekalongan Raya). Raya yang berarti besar meliputi wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Kajen. Kesebelasan Persip Pekalongan memiliki suporter fanatik yang terkumpul dalam Kalong Mania.

Persip Pekalongan bermarkas di Stadion Kota Batik ( Kompleks Olah Raga Kraton) Kota Pekalongan yang di tahun 2017 stadion ini berubah nama menjadi Stadion Hoegeng dengan kapasitas stadion mencapai 20.000 Penonton.

Profil Biodata Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Sejarah Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Persip Pekalongan
Profil Persip Pekalongan
  • Nama lengkap : Persatuan Sepak Bola Indonesia Pekalongan ( PERSIP )
  • Julukan : Laskar Kalong
  • Didirikan : 1948
  • Nama Stadion : Stadion Hoegeng Pekalongan
  • Kapasitas Penonton : 20.000
  • Asal klub : Pekalongan, Jawa Tengah Indonesia
  • Level Kompetisi saat ini : Liga Divisi Utama Liga Indonesia
  • Kelompok Suporter : Kalong Mania
Sejarah Persip Pekalongan

Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan
Laskar Kalong Persip Pekalongan
Sepakbola sebagai olahraga rakyat dan kehadirannya di Pekalongan ternyata juga mempunyai sejarah yang panjang. Sejak zaman kolonial sekitar tahun 1920 jauh sebelum PSSI Berdiri ( Sejarah PSSI terbentuk pada tahun 1930), Sepakbola sudah menjadi kegiatan yang banyak di mainkan dan ditonton warga Pekalongan saat itu.

Dahulu kala di pekalongan kehadiran tamu klub asal negara eropa, yaitu dari Austria yang sempat bertanding dengan tim lokal pekalongan, bertempat di alun-alun kota pekalongan. Salah satu klub Sepakbola tertua di pekalongan yang pernah tercatat yaitu Klub Sepakbola THH, klub ini milik warga Tionghoa di pekalongan.

Hebatnya lagi seperti yang tercatat di buku Voetbal 40 Jarr in Nederlands indie, 1894-1934 karya W.Berrety. Klub THH Pekalongan adalah merupakan salah satu klub sepak bola yang mengikuti kompetisi yang diadakan NIVU ( Nederlandsche Indishe Voetbal Unie ) bahasa indonesianya adalah Serikat Sepak Bola Hindia Belanda, yaitu perkumpulan sepakbola yang dilaksanakan oleh Hindia Belanda.

Tidak mengherankan jika jejak sejarah itu kini mulai dirintis kembali oleh Persip Pekalongan yang walau hingga sampai saat ini hanya mampu menembus kasta kedua Liga indonesia yaitu Divisi Utama PSSI. Meskipun begitu Persip Pekalongan tetap dicinta warga Pekalongan terutama suporter setia dan fanatiknya Kalong Mania.

Hadirnya KLUB SEPAKBOLA DI PEKALONGAN, memiliki sejarah panjang dan mengakar. Pada era dekade 1950 - 1960, prestasi sepakbola di Pekalongan mulai terangkat naik. Kesebelasan Persip waktu saat itu, selalu menjadi langganan uji coba Tim Nasional Indonesia asuhan pelatih legendaris Toni Poganic.

Perlu diketahui Toni Pogacknik adalah salah satu pelatih legendaris timnas Indonesia yang didatangkan dari Yugoslavia di era kepemimpinan Ketua Umum PSSI Maladi . Pelatih yang akrab dipanggil Tony ini memang sering terlibat langsung dalam memberikan dasar-dasar teknik sepak bola pada pemain muda. Dia bukan tipikal pelatih yang puas dengan sekadar memberi instruksi.

Dalam masa singkatnya sebagai pelatih timnas Indonesia, Toni berhasil membawa timnas meraih berbagai kemajuan diantaranya meraih tiket semifinal pada Asian Games 1954 di Manila, menahan imbang Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956, dan merebut medali perunggu pada Asian Games 1958 di Tokyo.

Demikian ungkap pemain legendaris Persip Pekalongan dan juga mantan Pemain Nasional Mubarak Sulaiman. Menurutnya, saat itu Persip Pekalongan selalu menjadi pilihan lawan tanding Timnas Indonesia. Pardeteks dan Persija yang waktu itu juara Perserikatan juga sering meminta ujicoba sebelum mereka melakoni pertandingan internasional di jepang, ungkapnya.

Dahulu kala lapangan stadion pekalongan selalu menjadi lokasi ajang pertandingan Persip melawan klub - klub besar tanah air seperti, Persebaya Surabaya, PSM Makasar, PSIS Semarang, Putra Parahiyangan Bandung, UMS 80, Jayakarta dan mahesa Jakarta. Diakuinya, dahulu setiap hari jumat hampir pasti ada pertandingan melawan klub-klub besar indonesia di stadion kraton pekalongan. Seringnya Persip melakukan pertandingan itulah akhirnya para pemainya terpantau dan bisa masuk Tim Nasional indonesia.

Meski kala itu belum ada siaran live sepak bola di Televisi seperti sekarang, namun antusiasme warga pekalongan dengan sepakbola sangat tinggi. Waktu itu sepakbola sangat di gandrungi merata hampir di setiap sudut kampung di pekalongan.

Bahkan hingga sampai warga batang, Comal, pemalang selalu berduyun-duyun datang ke stadion Kraton dengan naik sepdeda ontel, oplet, gelinding, dokar, ungkap Mubarak Sulaiman Kelip yang kini tinggal di salah satu rumah di jalan H.Agus Salim Pekalongan.

Sejarah Persip Pekalongan Disegani Lawan
Tak hanya Persip yang menjadi idola kala itu, tapi juga ada klub sepakbola dari pekalongan yang juga disegani kiprahnya oleh tim dari luar pekalongan. Sebut saja kesebelasan Al-Hilal dan POP, kedua klub ini memiliki segudang pemain muda berbakat, hingga beberapa diantara pemainya ada yang memperkuat timnas Indonesia kala itu.

Menurut Farid Akhwan budayawan yang tinggal di pekajangan, Ia mengatakan bahwa cukup banyak pemain-pemain legendaris PS.POP yang ngetop waktu itu seperti Kasmuri dan beberapa pemain hebat lainnya.

Kita mengenal kakaknya Kasmuri yaitu Wahyono yang bermain sebagai gelandang. Lalu Sukirman Pemain kanan dalam. Barki kiri luar. Barki ini mengingatkan kita pada Ryan Giggs pemain sayapnya MU.

Juga ada Slamet palang pintu POP. ada Babud, back kanan handal. Djasdan yang gayanya mirip Edwin Van de Sar, lalu ada kipernya tim Nasional papar Farid yang juga mantan politisi serta anggota DPR.

Demikian dengan PS-Al-hilal, yang sebagian besar pemainnya keturunan Arab. Klub yang mempunyai markas di lapangan sorogenen ini, sangat hebat dan disegani. Permainanya terkenal dengan permainan bola sambanya ala Brazil.

Pemain-pemain legendarisnya, ada Dillah, Ali Kelip (mantan rektor Unissula), dan yang tak terlupakan pastilah Saleh Saqbal, kiper handal Al-Hilal yang pernah menggagalkan tendangan geledeknya Ramang pemain legendaris PSM Makassar saat bertanding di Stadion Kraton Pekalongan tandas Farid.

Dulu mereka hebat, karena sepakbola benar-benar dikelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Seperti layaknya diposisikan sebagai industri hiburan dan dikelola juga dipimpin oleh orang-orang yang bener-bener mengerti soal falsafah sepakbola, tambah farid.

Jejak kejayaan sepakbola pekalongan sepertinya, perlahan mulai bangkit, meski tak sehebat dulu. Kini Persip pekalongan mulai beranjak naik dengan berada di level Divisi Utama liga indonesia. Harapan Saya sebagai warga pekalongan semoga suatu saat nanti Laskar Kalong Persip Pekalongan bisa merasakan ketatnya persaingan Liga 1 Indonesia. Semoga lahir generasi - generasi Kasmuri dan Mubarak Kelip muda yang bisa menembus Timnas Indonesia.

Sejarah Pemain Persip Pekalongan yang membela Timnas Indonesia 
Muhammad Ridho Djazulie Timnas Indonesia
Muhammad Ridho Djazulie
Akhirnya selama penantian panjangnya, Muhammad Ridho mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan tahap kedua timnas U-23 Indonesia untuk persiapan Asian Games 2018.  Putra asal Baros, Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang saat ini bermain untuk klub Borneo FC itu dipanggil untuk pemusatan latihan bersama tiga kiper lainya  yang sebelumnya pernah memperkuat timnas Indonesia yakni Andritany Ardhiyasa, Satria Tama, dan Kurniawan Kartika Ajie.

Dalam sejarah Pekalongan Muhammad Ridho Djazulie tercatat menjadi orang ketiga asal Pekalongan yang sukses masuk Timnas Indonesia senior. Sebelumnya ada nama Kasmuri yang berhasil masuk skuad Timnas Indonesia pada Olimpiade Melburne 1958 dan Mubarak Sulaiman Kelip yang masuk Timnas untuk ajang Asia Games 1962.

Masuk Timnas bagi Ridho merupakan kebanggaan juga penantian panjang, karena sebelumnya pada Juni 2013 saat Ia menjadi Kiper ke 2 Persip Pekalongan, Ia juga pernah dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-23 asuhan Rahmad Darmawan kala itu, dimana Timnas U-23 ini akan diproyeksikan untuk ajang Sea Games Myanmar.

Saat itu Ridho bergabung bersama dengan 23 pemain lain dari berbagai klub indonesia air untuk mengikuti tahapan seleksi timnas di Jogjakarta tanggal 5 - 8 Juni 2013. Sayang dia gagal bersaing dengan kiper Timnas lainya saat itu.

Selain Muhammad Ridho di bulan September 2016 tiga pilar utama Persip Pekalongan juga dipanggil ikut seleksi Timnas U-19 yang dipersiapkan tampil pada Piala AFF Hanoi, Vietnam. Tiga pemain yang dipanggil adalah Awan Setho Raharjo (kiper), Muhammad Rizky Ramadhan dan Ibrahim Sanjaya (bek). Saat itu ketiga pemain muda tersebut jadi andalan utama bagi Laskar Kalong mengarungi kerasnya persaingan ISC B.

Ini membuktikan bahwa Pekalongan memiliki talenta muda berbakat dalam sepak bola. Dan mudah-mudah ke depan muncul lebih banyak lagi pemain-pemain muda yang mampu berprestasi mengharumkan nama Bangsa dan daerah kelahiranya. Jadi jangan patah semangat adik-adiku yang di pekalongan. Jika Kalian mau kerja keras, Saya yakin suatu saatnanti Kalian juga mampu.

Profil Stadion Stadion Hoegeng Pekalongan

Profil Stadion Stadion Hoegeng Pekalongan
Stadion Hoegeng Pekalongan
Stadion Kota Batik adalah sebuah Stadion Sepak Bola di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang juga merupakan markas klub sepak bola Persip Kota Pekalongan. Dalam Memeriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke-105 1 April 2011 nama Stadion Kraton pada Jumat 18 Maret 2011, diubah menjadi Stadion Kota Batik.

Kembali di tahun 2017, Stadion kebanggaan warga Kota Pekalongan, resmi berubah nama menjadi Stadion Hoegeng. Nama stadion tersebut terinspirasi dari seorang Jenderal bernama Hoegeng yang merupakan polisi jujur yang lahir di Pekalongan.

Peresmian nama Stadion Hoegeng saat itu dihadiri langsung oleh istri almarhum Jenderal Hoegeng, Mary Hoegeng, yang ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, pada hari Jumat (21/4/2017).

Menurut Keterangan Ketua KONI Kota Pekalongan H Risca Mangkulla, pemberian nama itu disesuaikan dengan budaya batik yang kini sudah terkenal di manca negara. Stadion ini dibangun pada tahun 1986 Kemudian direnovasi tahun 2005. Stadion Kota Batik memiliki kapasitas 20.000 tempat duduk.

Sejarah Suporter Persip Kalong Mania

Sejarah Suporter Persip Kalong Mania
KALONG MANIA terbentuk dari gabungan nama – nama Suporter Persip Pekalongan seperti BATMAN (Batik Mania) dengan logo Kelelawar, di Medono ada Lowo Biru, ada Serdadu Grogolan, Panther (Panjang Suporter) Sneper Bendan, Krapyak, Yosorejo ada juga dari Kabupaten Pekalongan dan masih banyak lagi tersebar di seantero pekalongan hinga keduwungi wonoppringgo kajen.

Kalong Mania
Suporter Persip Kalongmania
Di awal Maret Tanggal 11 Tahun 2006 kelompok-kelompok supoter setia Persip ini akhirnya menyatakan bersatu menjadi satu Nama yaitu Kalong Mania. Rapat Pembentukan Kalong Mania dilaksanakan di rumah H. Budi Setiawan ( yang pada waktu itu belum masuk dalam Persip Pekalongan ). Demikian Sejarah Lengkap Klub Sepak Bola Persip Pekalongan, semoga bermanfaat dan tetap semangat Persip Laskar Kalongku. #cayoindonesia.