Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Film LIMA Penghayatan Tentang Nilai - Nilai Pancasila

Film LIMA Penghayatan Tentang Nilai-Nilai Pancasila. Indonesia belakangan sedang bergairah dengan munculnya film-film berkualitas. Salah satu yang Film yang patut tunggu adalah sebuah film berjudul LIMA yang mengangkat tema soal Pancasila dengan nuansa sosial dan juga edukasi.

Menurut Sutradara dan sekaligus produser film LIMA Lola Amaria, film ini terinspirasi dari Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Lewat film ini juga, Ia mencoba menghadirkan lima cerita yang berkaitan dengan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.

Film LIMA ini menarik karena suatu film utuh yang disutradarai oleh 5 orang dengan 5 cerita dengan tema Pancasila dari sila satu sampai sila lima. Film ini tidak putus di satu film. Film dengan lima cerita utuh yang saling berkesinambungan meski digarap dengan lima sutradara berbeda-beda. Masing-masing ceritanya mengemukakan intisari dari 5 sila yang terkandung dalam Pancasila. Lima sutradara yang terlibat di film ini adalah Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, TikaPramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah

Lima sutradara tersebut mendapat bagian masing-masing satu sila yang harus diaplikasikan menjadi sebuah cerita dalam film. Shalahuddin Siregar kebagian untuk sila pertama, Tika Pramesti sila kedua, Lola Amaria sila ketiga, Harvan Agustriansyah sila keempat, dan Adriyanto Dewo sila kelima. Film Lima dibintangi oleh PrisiaNasution, Yoga Pratama, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, dan Dewi Pakis.
Film LIMA Penghayatan Tentang Nilai - Nilai Pancasila
Film LIMA
Sinopsis Film LIMA 

Film LIMA bercerita soal Fara, Aryo, dan Adi yang baru saja kehilangan ibu mereka, Maryam. Ijah, sang asisten rumah tangga juga kehilangan Maryam.

Konflik timbul mengenai cara Maryam dimakamkan. Maryam ini adalah merupakan seorang muslim, sementara itu dari ketiga anaknya Maryam , yang muslim cuma Fara. Namun, akhirnya segala sesuatu terselesaikan dengan damai.

Namun masalah lalu berkembang ke anak-anak Maryam setelah beliau meninggal. Adi yang kerap di-bully disuatu ketika Ia harus menyaksikan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan. Adi berusaha membantu semampunya, walaupun untuk itu Dia harus berhadapan dengan Dega, teman sekolah Adi yang kerap mem-bullynya.

Sementara Fara juga menghadapi masalahnya sendiri di lingkingan pekerjaannya sebagai pelatih renang. Ia harus menentukan atlet yang akan dikirim ke Pelatnas dengan tidak memasukkan unsur ras ke dalam penilaianya. Ia menghadapi tantangan dari pemilik klub yang adahal, para muridnya yang notabene adalah para remaja tidak pernah mempermasalahkan warna kulit mereka.

Lalu Aryo, sebagai anak kedua dan lelaki tertua di keluarganya, sepeninggal Ibunya, Ia harus menjadi pemimpin ketika masuk ke wilayah persoalan warisan yang ditinggalkan Maryam Ibunya.
Sementara itu juga Ijah juga memiliki masalahnya sendiri. Ia terpaksa pulang ke kampung halamanya untuk menyelamatkan keluarganya sendiri untuk menuntut keadilan yang seringkali tak mampir ke orang kecil seperti dirinya.

Hingga pada akhirnya, keluarga yang penuh campursari ini cuma butuh kembali ke lima hal yang paling dasar yang menjadi akar mereka, yakni Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan juga Keadilan.

Baca juga [ Ditimur Matahari Film Indonesia terbaik yang pernah Lahir ]

Proses syuting film LIMA tersebut sudah mulai dilaksanakan pada 4 Februari dan direncanakan akan tayang  di bioskop pada 1 Juni 2018 mendatang.bertepatan dengan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2018.

Film LIMA berusaha untuk mendekatkan penontonya ke sana, yaitu bahwa Pancasila bukan untuk dihafal, tapi bagaimana Pancasila dipakai dalam kehidupan sehari-hari dari yang paling dekat yaitu lingkungan keluarga, tempat kerja, dan juga lingkungan yang terdekat dengan Kita.

Ditimur Matahari Film Indonesia terbaik yang pernah Lahir

Sudah lama rasanya ingin review film ini, namun Saya baru ingat sekarang. Memang  Film ini sebenarnya sudah lama dirilis, yaitu sekitar pertengahan tahun 2012, akan tetapi tidak ada salahnya kalau saya ingin menciritakan kembali film ini, karena menurut Saya Film ini adalah salah satu film Indonesia terbaik yang pernah dibuat.

Cerita sedih, cinta, komedi, sosial, pendidikan,dan juga  perang ada di film drama Di Timur Matahari ini. Saya benar - benar Salut dan angkat topi sama mas Ari Sihasale selaku produkser dan juga sutradara film Di Timur Matahari ini.
Ditimur Matahari Film Indonesia terbaik yang pernah Lahir
Ditimur Matahari 
Film yang mengambil lokasi shooting di daerah di Tiom Kabupaten Lany Jaya, salah satu daerah terpencil di pedalaman Papua. Film ini juga dibintangi oleh artis-artis papan atas nasional sebut saja Ringgo, Ririn Ekawati, Lukaman sardi, Laura Basuki, Michael Jakarimilena, Putri Nere serta anak-anak lokal asli papua yaitu; Lucky Martin,Simson Sikoway, Abetnego Yogibalomdan masih banyak lagi pemuda lokal yang turut ambil bagian dalam film ini.

Dikemas dalam bahasa Indonesia yang berdialeg Timur, dan adat istiadat warga lokal serta pemandangan alam lokasi shooting, menambah nilai plus bagi siapa saja yang menonton film ini. Sekedar untuk mengingatkan kembali bahwa pernah ada film indonesia yang bermutu yang lahir di tahun 2012.

Film ini menceritakan tentang perjuangan dan semangat anak-anak di pegunungan Papua untuk mengenyam pendidikan dasar dengan berbagai keterbatasan dan persoalan adat setempat. Salah satu persoalan yang mereka hadapi ketika mereka ingin belajar  namun tidak adanya guru pengganti yang bersedia mengajari mereka setiap hari sebagai akibat kerasnya alam dan kehidupan di lingkungan Tiom yang seringnya terjadi perang antar warga kampung yang penyebabnya dari hal yang sepele.
Matahari terbit di timur menyinari pulau ini.

Papua, pulau paling timur dari Indonesia, dimana cahaya matahari selalu meneranginya lebih awal dari pulau lain. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu, seperti biasa mereka masih setia menunggu kedatangan cahaya, cahaya yang akan menerangi mereka dari kegelapan ilmu pengetahuan, namun seperti hari-hari yang telah lalu cahaya itu pun tak kunjung datang ( GURU).

Karena peranglah yang hingga membuat para guru yang mengajar kerap kali mengurungkan niatnya untuk mengajar di daerah tersebut. Di tengah keterbatasan yang mereka alami,  dan yang menyedihkan adalah semangat anak-anak di desa Tiom untuk bersekolah sungguh luar biasa besarnya.

Mazmur yang diperankan oleh  Simson Sikoway (pemeran utama), hampir setiap hari menanti datangnya guru pengganti yang akan mengajari mereka sambil menoleh ke arah bukit dan berharap-harap cemas.

Tatkala guru yang dinantinya tak kunjung datang, Mazmur pun segera masuk ke kelas sekolah dan memberitahukan kepada teman sekelasnya bahwasanya guru pengganti tidak  datang. Akan tetapi kecerian dan kepolosan anak-anak papua tidak hilang begitu saja. Untuk mengisi kekosongan, terkadang mereka bermain bola di dalam ruang kelas dan murid perempuannya bernyanyi bersama. Lagu “DiSini Senang Di Sana Senang” dan  juga “Hymne Guru” jadi favorit mereka.

Karena guru tidak pernah datang akhirnya Mazmur dan teman-temannya terkadang mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel (Lukman sardi), ibu dokter Fatimah (Ririn ekawati), om Ucok(Ringgo) dan om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan.

Masa anak-anak mereka begitu indah dengan menghabiskan waktu bermain bersama dan sesekali mereka juga membantu orang tua bercocok tanam di ladang atau membantu ibu ke pasar. Kejadian lucu juga ditonjolkan di film ini lewat karakter dan tingkah Ucok (Ringgo) dan asistennya Jolex.  Ucok merupakan pemuda asal Sumatra Utara, yang bertugas sebagai kontraktor proyek di Tiom. Sebuah kejadian menimbulkan konflik, dimana Ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah dari Agnes, dan paman dari Yokim dan Suryani.
perang papua film ditimur matahari
Perang papua film ditimur matahari
Pertikaian antar kampungpun tak bisa dihindari. Kabar kematian Blasius ayah Mazmur sampai kepada Michael, adik dari Blasius yang sejak kecil diambil oleh mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta, Michael terpukul mendengar itu, bersama Vina istrinya, dia memutuskan untuk kembali ke Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini.

Namun tidak segampang yang dipikirkannya, karena adik bungsunya Alex menentang semua pemikiran modern dari Michael. Perang Itu jadi jalan satu-satunya bagi Alex untuk membalas kematian Blasius.

Orang dewasa bisa saja perang dan bertikai, namun tidak bagi Mazmur, Thomas dan juga ketiga sahabatnya, walaupun kampung mereka bermusuhan, ayah Mazmur terbunuh oleh ayah Agnes, namun mereka tetap berkawan dan berusaha mendamaikan kedua kampungnya demi sebuah cita – cita mulia.

Data Film Di Timur Matahari 

Judul Film Di Timur Matahari
Sutradara  Ari Sihasale
Produser Ari Sihasale

Pemeran Film Di Timur Matahari
  • Laura Basuki
  • Lukman Sardi
  • Ririn Ekawati
  • Ringgo Agus Rahman
  • Michael Jakarimilena
  • Putri Nere
  • Lucky Martin
  • Simson Sikoway
  • Abetnego Yogibalom
Distributor : Alenia Pictures
Tanggal rilis 14 Juni 2012

Full Movie Ditimur Matahari


Pembelajaran dari Film Di Timur Matahari 
Kondisi sekolah di desa Tiom papua
Kondisi sekolah di desa Tiom papua
  1. Siapapun Presidenya Program pemerintah tentang pemerataan pendidikan seolah selalu menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas untuk di kerjakan, terutama di Kawasan Indonesia Timur. 
  2. Sesungguhnya Pertikaian, permusuhan tidak akan memberikan solusi, balas dendam, saling menjatuhkan hanya akan melahirkan suatu rantai penyakit yang tidak akan ada habisnya. 
  3. Tampilan pemandangan alam Papua yang begitu eksotik. Padang rumputyang terhampar begitu luas. Laksana bentangan permadani hijau. Diselingi pegunungan batuan kars yang membentang satu sama lain. Tempat Mazmur dan Thomas, biasa melepaskan merpati jantan. Di biarkan terbang, untuk mencari sang betina. Ada juga gunung-gunung yang menjulang tinggi. Juga lembah-lembah yang ditumbuhi segala macam pepohonan.
  4. Pernah ada film indonesia yang bermutu yang lahir di tahun 2012.
  5. Bintang 4 buat film Di Timur Matahari. Yang belum nonton silahkan tonton Filmnya
Demikian, semoga bermanfaat untuk pembaca. 

Film Merah Putih Memanggil Bukti Kehebatan Tentara Nasional Indonesia

Sungguh suata kebanggan Kita Rakyat Indonesia sekarang bisa menyaksikan bagaimna kehebatan Tentara Nasional Indonesia yang sebelumnya mungkin hanya Kita dengar lewat cerita, artikel dan yang lainya.
Film Merah Putih Memanggil Bukti Kehebatan Tentara Nasional Indonesia
Merah Putih Memanggil
Setelah beberapa tahun lalu Kita bangga dengan suguhan Serial Film Patriot Net TV , Kali ini Kehebatan Pasukan TNI akan kembali bisa Kita saksikan lewat karya besar TNI dalam Film Layar lebar berjudul "Merah Putih Memanggil". Film TNI Terbaru ini menggambarkan tentang Bukti Kehebatan Tentara Nasional Indonesia. Film Merah Putih Memanggil tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 5 Oktober 2017, bertepatan dengan HUT TNI.

Film Merah Putih Memanggil Tentang Bukti Kehebatan Tentara Nasional Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuat film terbaru dengan judul "Merah Putih Memanggil" . Dalam proses produksinya TNI bekerjasama dengan TB Silalahi Picture. Peresmian produksi film Merah Putih Memanggil sendiri dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada hari Jumat (28/4/2017) yang lalu di Gedung Suma 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Film Merah Putih Memanggil menghadirkan sejumlah pasukan khusus yang dimiliki TNI seperti dari Angkatan Darat , Kopassus, Taipur Kostrad, Angkatan Laut. Seakan ingin menunjukan Kehebatan Tentara Kita .

Film Merah Putih Memanggil juga meghadirkan persenjataan baru TNI seperti alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Tak hanya itu dalam Film TNI Terbaru Merah Putih Memanggiljuga akan menghadirkan pesawat Sukhoi SU-30 beserta para penerbangnya. Lalu ada kapal perang di antaranya KRI Diponegoro, dan Kapal Selam KRI Nanggala dari TNI Angkatan Laut.

Lokasi Syuting Film Merah Putih Memanggil 
Merah Putih Memanggil
Lokasi Shuting film "Merah Putih Memanggil" diantaranya berada di daerah Gunung Bundar Selatan, Kota Bogor. Pantai Anyer, Banten dan sekitarnya. Film Merah Putih Memanggil bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang bagaimana prajurit-prajurit TNI menyelesaikan tugasnya di medan tempur. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa film ini ingin menunjukkan kepada Masyarakat bahwa sejatinya TNI memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah mana pun.  Dengan begitu di harapkan Masyarakat Indonesia maupun pihak luar yakin bahwa TNI selalu ada untuk melindungi seluruh warga negara dari ancaman teroris.

Sinopsis Video Film Merah Putih Memanggil 



Film Merah Putih Memanggil bercerita tentang operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelompok teroris.

 " Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal dikarenakan lakukan pembangkangan. Empat orang awak kapal terhitung kapten beserta tiga orang warga negara Prancis, satu orang warga negara Kanada dan satu orang warga negara Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga," tutur penulis skenario, TB Silalahi.

Pimpinan penculik meminta tebusan berasal dari negara-negara yang warga negaranya diculik dan sudah barang tentu terhitung Indonesia. TNI tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan teroris itu berada di negara Iain/tetangga.

Negara tetangga berikut terhitung sedang kewalahan menghadapi para teroris ini, dikarenakan Pemerintahnya sendiri mengalami banyak masalah di dalam negeri. Namun, dikarenakan pendekatan berasal dari Pemerintah Indonesia negara tetangga berikut memberi izin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya untuk membebaskan sandera dibatasi di dalam kala 2x24 jam.

Untuk itu TNI membuat rancangan Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan. TNI AD lakukan operasi tertutup/pendadakan dengan mengirimkan 1 tim berasal dari Batalyon Anti-Teror Kopassus yang diterjunkan malam hari secara free fall.

" Dalam situasi siap siaga akan dibantu pesawat tempur berasal dari TNI AU dan juga kapal-kapal perang TNI AL di pantai dan juga operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini kelanjutannya dilibatkan," papar TB Silalahi.

Akhirnya operasi pembebasan berlangsung dengan berhasil, walaupun ada korban di pihak TNI dan di lain pihak pasukan teroris di dalam kuantitas yang besar bisa dilumpuhkan dan dihancurkan.

Dalam film ini juga, ucap TB Silalahi, ditunjukkan segi manusiawi antara lain kisah keluarga yang ditinggal dan terjalinnya percintaan antara perempuan warga negara Prancis dan komandan tim yang masih lajang yang dilatarbelakangi perasaan berhutang budi dikarenakan jiwa dan keluarganya diselamatkan.

Di hadapan awak media, Panglima TNI mengatakan pembuatan film Merah Putih Memanggil, bertujuan untuk mengimbuhkan uraian bahwa Tentara Nasional Indonesia, baik AD, AL dan AU tiap-tiap kala siap lakukan tugas untuk menghadapi ancaman apa-pun dan juga selalu buat persiapan kemampuannya, dimanapun rakyat Indonesia memanggil berasal dari ancaman apapun, baik teroris di dalam negeri maupun internasional.

Panglima mengatakan bahwa TNI mulai bangga meraih tugas one way ticket. Artinya lebih baik pulang nama daripada gagal di dalam tugas, adegan ini ditampilkan dengan maksud sehingga  semua rakyat Indonesia menyadari Indonesia membawa Prajurit TNI yang tangguh dan siap menjalankan tugas demi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Artikel Terkait Sembilan Pasukan Khusus Milik Indonesia yang di takuti dan di segani

Para Pemain Film Merah Putih Memanggil

Merah Putih Memanggil
Film TNI terbaru Merah Putih Memanggil juga di bintangi oleh deretan aktor dan Aktris ternama Indonesia seperti Maruli Tampubolon dan Mentari De Marelle untuk pemeran utamanya.  Adapula Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga, dan Prisia Nasution. Film Merah Putih Memanggil akan tayang perdana pada 5 Oktober 2017 di bioskop Indonesia bertepatan dengan HUT TNI.

Ayo Masyarakat Indonesia jangan sampai lupa menyaksikan kehebatan Tentara Nasional Kita lewat karya besar TNI dalam Film Merah Putih Memanggil. #cayoindonesia.

Pelajaran Berharga dari Petualangan Alexander Supertramp

Pelajaran berharga dari petualangan Alexander Supertramp. Christopher Johnson McCandless yang kemudian berganti nama menjadi Alexander Supertramp dalam film Into The Wild adalah sebagai sosok yang Anti kemapanan dan tidak suka mengikuti mainstream. Prestasi nilai yang bagus ketika lulus dari Emory University dan kehidupanya yang di bilang sudah berkecukupan dengan orang tuanya ternyata tidak membuat hidupnya tenang. Christopher Justru memilih keputusanya mecari “the real life” yaitu dengan cara menyatu dengan alam dan meninggalkan kehidupan mapanya

Hebatnya dalam melakukan petualangan perjalananya, Chris sengaja memotong ID card dan sumber uangnya yaitu kartu ATM, bahkan uangnya yang tersisa Ia dibakar. Mobilnya pun ditinggalkanya begitu saja di tengah badai dengan sebelumnya mencopot plat nomornya. Christopher Johnson McCandless juga  mengganti nama menjadi Alexander Supertramp.

gambar Pelajaran Berharga dari Petualangan Alexander Supertramp

Dia dalam perjalanannya Ia sempat berjumpa banyak orang  dengan yang luar biasa mulai dari berjumpa dengan pasangan Rainey dan Jan, yang merupakan pasangan gila yang ditemuinya saat Ia mengarungi sungai Colorado.

Lalu Wayne si petani gandum, kakek di salvation city, kemudian gadis pujaan hati nya si Tracy Tratro, dan Franz si orang tua bijak yang ingin mengangkat Alex menjadi anak angkatnya. Dalam Setiap pertemuan di perjalanan petualanganya tersebut, Alex mendapatkan berbagai kisah dan pelajaran tentang makna kehidupan mulai dari  kebijaksanaan, kekeluargaan, sampai dengan cinta, dan juga pemikiran awam tentang tindakan gila yang dilakukanya sekarang.

Pada bagian cerita akhir Film Into The Wild petualangan " Alexander Supertramp
Tokoh  chris atau Alex diceritakan salah dalam mengenali jenis makanan hingga menyebabkan Ia keracunan. Lalu kenudian diceritakan bagaimana dia sempat mengalami rasa frustasi dan niatan untuk pulang mengahiri petualanganya hingga ahirnya  Di terjebak di alam liar.

Banyak kutipan dan pelajaran arti kehidupan yang mendalam dalam film Into The Wild seperti arti 


gambar Film Into The Wild petualangan Alexander Supertramp 

 “HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED
“Maksudku, inti dari semangat manusia berasal dari pengalaman baru”

Dalam mengapresiasi jenis film seperti ini adalah memahami makna yang disampaikan oleh film tersebut.film seperti ini membutuhkan pemikiran dalam memahami bangunan cerita yang sarat makna.

Dalam film ini penekanan filmnya bukan di keindahan alam namun lebih dari segi isi cerita yang sarat makna terutama dalam perjalanan petualangan si Alexander Supertramp itu sendiri. Cerita yang disajikan sangat kuat dan dalam, isi film dan jugapengambilan gambar di film ini luar biasa yang mampu membuat film ini sangat berkelas.

Terkait Meru Film Dokumentasi Pendakian Terbaik 

Perjalanan McCandless memang menarik tetapi dibalik itu tersimpan kebodohan yang mendasar yaitu ketika dia memutuskan untuk menyatu dengan alam dengan sedikit bekal pengetahuan dan logistik untuk bertahan di alam  Terlihat begitu nekat dan bodoh.

Film Into The Wild Pelajaran Berharga dari Petualangan Alexander Supertramp




Pembelajaran tentang kehidupan dalam Film Into The Wild adalah

  • Kebahagiaan adalah segalanya dimana Chris meninggalkan kebhagiaan pada umumnya orang dan mencoba mencari kebahagiaan menurut versinya sendiri
  • Harus siap menanggung resiko Ketika sudah memutuskan suatu hal itu dan harus berfikir yang akan dihadapi maka dari itu harus menyiapkan segala sesuatunya temasuk bekal ilmu, kemampuan, dan segalanya untuk menghadapi resiko yang akan dihadapi
  • Setiap perjalanan yang Kita tempuh ada suatu pembelajaran yang bisa dipetik maknanya.
  • Kebebasan yang dicari oleh Alexander Supertramp menginspirasi untuk bisa mencari sesuatu tujuan yang ingin dicapai seperti Alexander Supertramp yang memutuskan untuk mencari kebebasanya dengan cara berpetualang.
  • Setiap orang mempunyai tujuan hidup masing-masing dan bebas untuk memilih jalan yang ditempuh
  • Karena Hidup harus dirasakan, maka rasakan arti hidup itu.
Demikian tentang Pelajaran Berharga dari Petualangan Alexander Supertramp. Semoga bermanfaat.

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979. Dieng kini menjadi objek wisata yang sangat dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara apalagi setelah hadirnya Dieng Culturue Festival (DCF) menjadikan Wisata Dieng makin dikenal. Dataran tinggi dieng banyak di anugrahi keunikan alam oleh sang pencipta.

Di dieng yang disebut sebagai negeri diatas awan banyak menyimpan nilai - nilai sejarah yang terlihat dari banyak candi - candi di dieng. Anugrah alam dieng banyak menyimpan seribu keunikan seperti danau alami telaga warna dan banyaknya kawah - kawah historis yang tersebar di wisata dieng culture. Namun di balik keindahan dan pesona alam dieng juga terdapat banyak kisah misteri yang mengerikan seperti kisah Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979.

gambar Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979

Sebagian Masyarakat Indonesia, terutama Penduduk Desa di Dieng, pasti pernah mendengar yang namanya Tragedi Sinila. Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng merupakan peristiwa nyata nan mencekam yang terjadi pada malam hari tepatnya menjelang shubuh.

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng terjadi pada tanggal 20 Februari 1979. Tragedi  mengerikan tersebut disebakan oleh fenomena alam, yaitu meletusnya kawah Sinila di dataran tinggi dieng.
gambar Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979, Tragedi mengerikan di malam mencekam yang menewaskan 149 orang tewas dalam kejadian tersebut. kawah Sinila terletak di antara Desa Batur, Desa Sumberejo, dan Desa juga Pekasiran, Kecamatan Batur.

Pada malam mencekan nan mengerikan tersebut, Kawah gunung Sinila meletus dan mengeluarkan banyak gas karbondioksida dari dalam kawah tersebut menyembur ke udara,  gas – gas  beracun keluar dari dalam kawah tersebut . Para penduduk yang berlari untuk mengungsi banyak yang menghirup gas beracun tersebut.

Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979 menelan korban nyawa sebanyak 149 orang, yang diantaranya terdiri dari orang dewasa, orang tua, dan juga anak-anak, Mereka banyak ditemukan tewas bergelimpangan di jalan-jalan disekitar pemukiman penduduk. Bahkan sejumlah hewan ternak pun ikut menjadi korban dalam tragedi mengerikan tersebut. kawah Sinila Dieng saat itu  meletus setelah sebelumnya terjadi gempa bumi di sekitar kawasan Dieng.

Beruntung berkat PFN Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979 berhasil di abadikan dalam bentuk Film dan pernah disiarkan di stasiun Swasta TVRI Kala itu. Dengan Film tersebut Kita bisa menyaksikan bagaimana ke ngerian tragedi Kawah Sinila Dieng tersebut. 

Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979


Sinopsisnya Film Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979
Kawah Sinila di pegunungan Dieng meletus. Keluarga Warso dari desa Kepucukan harus menyingkir karena lahar menerjang desanya.


Karena panik, Warso meninggalkan mbahnya yang sudah renta. Peristiwa itu membuat desa tak layak huni lagi dan penduduknya diminta bertransmigrasi. Warso berangkat dengan sedih hati karena mbahnya belum ketemu juga. Ternyata mereka jumpa di pemukiman transmigran Baturaja. Demikian semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film

Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film. Soe Hok Gie adalah inspirasi pemuda indonesia dan tak akan pernah habis kisahnya untuk ditulis ulang dan dibaca berkali - kali. Hok Gie merupakan aktivis kampus, Soe Hok Gie ini sosok mahasiswa yang sangat rajin belajar, tekun dan gemar baca buku-buku. Dalam keseharian Gie sebagai anak kampus, dia juga gemar melakukan aktifitas naik gunung. Sebagai lelaki normal Gie juga berpacaran layaknya kebanyakan mahasiswa.
Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film
Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film
Di dalam dunia perkuliahan Soe Hok Gie masuk dalam kategori mahasiswa Akademis dan juga Aktivis. Ia  mampu mengakomodir dan menyeimbangkan keduanya, aktivis kampus namun dia tekun belajar  untuk mengasah pola berpikir yang kritis.

Mahasiswa jenis Akademis dan Aktivis berprinsip bagaimana mungkin bisa tajam mengkritisi pemerintah kalau isi kepala kosong ilmu dan minim wawasan yang luas? Wawasan yang luas dan ilmu tentang kehidupan bukan hanya diperoleh di bangku kuliah saja, akan tetapi juga bisa dengan cara baca banyak buku dan  terjun langsug bersosialisasi dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat.

Pada tahun 1965 Soe Hok Gie mendirikan suatu organisasi di kalangan mahasiswa yaitu MAPALA ( Mahasiswa Pecinta Alam), nama organisasi MAPALA yang didirikan oleh So Hok Gie  ini pun sudah besar dan mungkin saja di setiap kampus di indonesia sudah mempunyai organisasi MAPALA.

Soe Hok Gie menerbitkan buku harianya yang berjudul "Catatan Seorang Demonstran" di tahun 1963 yang berisi opini dan juga pengalamannya terhadap aksi demokrasi, buku harianya pun menjadi inspirasi untuk sebuah film, pada tahun 2005 yang berjudul "GIE", Soe Hok Gie memang Pemuda indonesia yang sangat memiliki pemikiran-pemikiran bijak.

Lewat penggambaranya sebagai mahasiswa pada era orde lama, Membaca buku karya Hoe Gie ini dapat membawa kita untuk menyelami kehidupan rakyat Indonesia pada masa itu.

Dalam catatan pendakianya, pucak Mahameru gunung semeru adalah merupakan puncak terahir yang di daki Hok Gie, Dia meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 disebabkan karena menghirup asap beracun yang keluar dari puncak mahameru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Pada tanggal 24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian jasadnya dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga jasadnya harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal ingin jasadnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan itulah akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Hok Gie memang pergi meninggalkan Kita di usia muda, namun akan tetapi ia akan tetap hidup di hati banyak orang hingga kini. Soe Hok Gie adalah contoh model ideal bagi setiap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa untuk menilai diri mereka secara jujur. Apa yang telah mereka lakukan untuk bangsa ini.

Kata- kata mutiara, kata bijak Soe Hok Gie

  • Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah
  • Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis
  • Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi
  • Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun
  • Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
  • Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi
  • Tapi sekarang aku berpikir, sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. Seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa?
  • Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau
  • Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda
  • Makhluk kecil, kembalilah dari tiada menuju tiada. berbahagialah dalam ketiadaanmu
  • Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia
  • Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun
  • Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah
  • Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia
  • I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist
  • Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita
  • Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin
  • Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan
  • Dunia itu seluas langkah kaki, Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah.Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu denganya
  • Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut
  • Realitas - realitas baru inilah yang menghadapi pemuda-pemuda Indonesia yang penuh dengan idealisme. Dia hanya punya dua pilihan. Yang pertama, tetap bertahan dengan cita-cita idealisme. Menjadi manusia-manusia yang non-kompromistis. Orang-orang dengan aneh dan kasihan akan melihat mereka sambil geleng-geleng kepala. “Dia pandai dan jujur, tetapi sayangnya kakinya tidak menginjak tanah
  • Ada pun yang ditempuh, semua jalan berakhir dengan frustrasi. Yang satu bagai merasa Don Kisot melawan kincir angin, yang lain merasa sebagai pilot yang tidak pernah terbang.

Film Soe Hok Gie ( Nicholas Saputra )

Film Gie disutradarai Riri Riza dan dirilis pada tahun 2005 ini mengisahkan tentang perjalanan hidup tokoh aktivis Soe Hok Gie.


Data lengkap tentang Film Gie  2015
  • Sutradara Riri Riza
  • Produser Mira Lesmana
  • Penulis  Riri Riza
Para Pemain Film Gie : Nicholas Saputra, Wulan Guritno, Indra Birowo, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Thomas Nawilis, Jonathan Mulia, Christian Audy, Donny Alamsyah, Robby Tumewu, Tutie Kirana,  Gino Korompis,  Surya Saputra, Happy Salma.

Download file pdf Buku Soe Hok Gie
Download buku Soe Hok Gie
Buku Soe Hok Gie 
Silahkan Download Buku ebook Soe Hok Gie berjudul "dibawah lentera merah" sebanyak 73 halaman.
Demikian semoga bermanfaat , jika ada salah kata ataupun penulisan, Saya selaku admin blog ini mohon maaf yang sebesar - besarnya.
            

Meru Film Dokumentasi Pendakian Gunung Terbaik

Meru Film Dokumentasi Pendakian Gunung Terbaik. Film Meru berhasil memenangkan penghargaan Prestigious Audience Award di Sundance International Film Festival sebagai film dokumenter perjalanan terbaik yang pernah dibuat . Meru sebuah Film dokumenter menceritakan tentang tiga orang pendaki profesional yang berusaha untuk menaklukan Gunung Meru dengan puncaknya bernama Shark’s fin ( sirip hiu ).

Ketiga orang pendaki masing - masing bernama Conrad Anker, Jimmy Chin dan Renan Ozturk, mereka bertiga merupakan sahabat baik dan sekaligus pendaki professional yang sudah sangat terkenal di dunia karena kemampuannya dalam menaklukan puncak-puncak tertinggi dunia.

image Meru Film

Conrad Anker, dia adalah seorang pendaki professional telah malang-melintang didunia pendakian hampir lebih dari 30 tahun. Dalam ekpedisi Everest pada tahun 1999 Conrad Anker adalah salah satu pendaki yang berhasil menemukan mayat George Malory.

Jimmy Chin yang merupakan seorang pemanjat tebing professional juga berprofesi sebagai Fotographer majalah National Geographic. Sedangkan Renan Ozturk adalah merupakan seorang Solo Climbers yang berpengalaman.

Meskipun mereka dikenal sebagai seorang pendaki professional, Menaklukan Gunung Meru dengan puncaknya bernama Shar’k fin (sirip Hiu) adalah sesuatu yang tidak mudah walaupun dilakukan oleh orang berpengalaman mendaki atau profesional sekalipun. Shar’k fin adalah salah satu puncak tertinggi dunia dan dengan medan paling sulit didaki, lokasinya berada di Gunung Meru yang berada di perbatasan antara negara India dan Nepal.

Dengan persiapan yang sangat matang pada tahun 2008 silam, Mereka bertiga mencoba untuk menaklukan tebing Meru tersebut, dan berusaha untuk menambah daftar panjang gunung yang pernah mereka bertiga taklukan. Berbekal semangat nan membara, ketiga pendaki tersebut mulai melakukan pendakian dengan perlahan memanjat dinding curam dengan medan bebatuan tajam tersebut.

image meru mt
Dengan ekspektasi yang tinggi hingga sampailah ketiga pendaki tersebut di punggungan tebing terakhir dan itu artinya hanya tinggal sedikit lagi mereka dapat menggapai puncak gunung tersebut.

Namun yang terjadi ketiga pendaki tersebut menyerah seratus meter sebelum puncak, dikerenakan beberapa pertimbangan seperi habisnya logistik dan menurunnya kesehatan dari para pendaki itu sendiri sehingga hal tersebut membuat mereka harus mengubur impian mereka menaklukan puncak meru kala itu.

Tiga tahun telah berlalu, hingga Conrad Anker bersama kedua sahabatnya tersebut berniat untuk kembali menaklukan tebing yang pernah mereka panjat sebelumnya. Belajar dari kegagalan sebelumnya, kini Mereka telah siap untuk menaklukan puncak Puncak Mehru Shark’s fin ( sirip hiu ).

Meskipun bayang-bayang akan kenangan mengerikan tiga tahun silam dan kecelakaan setelahnya masih teringat jelas di benak mereka, akan tetapi hal tersebut tidak menghentikan langkah demi langkah mereka.

Untuk mencapai kemenangan dan menebus kegagalanya silam , Kini mereka bertiga benar-benar siap untuk mencobanya sekali lagi ganasnya tebing Meru hingga ahirnya di pendakian kedua mereka berhasil menaklukan ganasnya tebing meru dan berhasil menggapai puncak Shark’s fin ( sirip hiu ).

Banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa diambil dari film Meru ini, yang salah satunya adalah mengajarkan tentang sikap profesionalisme, kerja tim, dan semangat pantang menyerah mencoba kembali demi sebuah mimpi.

FILM MERU Documentary 2015