Membahas tentang indonesia mulai dari wisata, gunung, sejarah, kebudayaan, kesehatan tentang ramuan tradisional dan pengetahuan umum tentang indonesia lengkap seperti lagu daerah dan lagu nasional indonesia dan pengetahuan lainya.

Tampilkan postingan dengan label BUMDes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMDes. Tampilkan semua postingan

Keren Dana Desa digunakan untuk bangun Lapangan Sepak Bola Standar Internasional

Sepakbola adalah merupakan olahraga favorit sebagian besar Masyarakat Indonesia, maka tak heran jika Timnas Indonesia mendapat banyak dukungan jika bertanding baik yang langsung mendukung distadion ataupun lewat layar kaca telivisi. Namun sayangnya prestasi Sepakbola Indonesia baik Timnas ataupun klub - klub Indonesia belum mampu untuk berprestasi baik ditingkat asia tenggara atupun level asia dan melihat kinerja PSSI saat ini, nampaknya untuk menatap prestasi Dunia masih jauh dari harapan.
Lapangan Desa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat
Lapangan Desa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat
Berbicara tetang sepakbola pasti berkaitan dengan lapangan sepak bola, karena prestasi sepakbola berawal dari lapangan sepakbola yang memadai untuk melahirkan bibit - bibit unggul pemain bola handal yang nantinya akan menghuni skuat timnas Indonesia dan klub - klub di Indonesia yang syukur - syukur bisa ke luar negeri.

Umumnya kondisi lapangan sepakbola di Indonesia khususnya di desa terbilang kondisinya sangat seadanya dengan rumput alami yang terkadang tidak teratur panjang pendeknya, lalu ada pula yang sebaliknya, tak ada rumput dengan permukaaan tidak rata dan berdebu.

Dana Desa digunakan untuk bangun Lapangan Sepak Bola Standar Internasional 
Lapangan Sepak Bola Desa dengan Standar Internasional
Lapangan Sepak Bola Desa dengan Standar Internasional
Pemerintahan Desa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat sengaja menyulap lapangan desa yang biasa saja menjadi lapangan sepakbola dengan rumput berkelas yang berstandar FIFA. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu perwujudan dari program Nawacita ‘Ayo Bangun Desa’ melalui sektor olahraga yaitu dengan membangun sarana olahraga di tiap desa.

Dana pembangunan lapangan desa berstandar internasional seluruhnya berasal dari pemerintah desa.

“Pembangunan sarana olahraga desa ini sesuai dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018. (Pembangunannya pun sudah) disetujui oleh semua unsur masyarakat,” ucap Yudi Cahyudin, Kepala Desa Cisayong seperti dikutip dari halaman brilio.net Selasa (16/10/2018). 

Baca juga [ 11 Stadion Sepak bola termegah saat ini yang ada di Indonesia]

Sumber dana untuk pembangunan lapangan ini berasal dari dana desa 2018 dan juga dari bantuan keuangan pemerintah provinsi. Total hingga saat ini, untuk pembangunan TPT lapangan, perataan tanah, drainase, water sprinkle system, pasir dan juga pembuatan pagar seluruhnya telah menelan biaya sebesar Rp 1,4 miliar.

Untuk biaya perawatan lapanganyang  diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti ini , pemerintah desa mengalokasikan dana sebesar Rp 5 juta per bulannya yang pembagianya meliputi biaya listrik, penyiraman, pemotongan, dan juga pemupukan rumput.

Yudi Cahyudin, Kepala Desa Cisayong menuturkan bahwa untuk proses pembangunan lapanganya sendiri masih akan terus berlanjut untuk beberapa waktu ke depan yang nantinya akan juga dibuat jogging track dan juga tribun untuk penonton.

Video Lapangan Sepak Bola Standar Internasional Desa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat


Lapangan ini disewakan untuk masyarakat umum dengan biaya satu kali main Rp 500 ribu, dan untuk urusan sewa-menyewa diurus oleh BUMDes Sakti Lodaya.  Sementara untuk pembinaan generasi muda, baik sekolah sepak bola atau event tournament liga yang di selenggarakan didesa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat ini akan diurus oleh Sakti Lodaya Foundation.

Respect buat Kades yang menggunakan dana desa dengan baik. Membangun lapangan desa bertaraf internnasional menurut Saya adalah ide cemerlang, karena lapangan sepakbola yang bagus akan menciptakan banyak peluang untuk generasi sepakbola indonesia. Syukur - syukur lahir pemain dunia dari sini yang membawa nama harum Indonesia dan juga desa kelahiranya.

Selain itu dengan menyewakan lapangan dan banyak turnamen pemasukan desapun bertambah.  Mungkin saja pada nantinya lapangan desa Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat ini bisa dilirik untuk alternatif lapangan latihan Timnas Indonesia yang otomatis akan juga membuat desanya menjadi terkenal dan perekonomian rakyatnya juga akan ikut meningkat seiring makin dikenal desanya. 

Membangun Indonesia dari desa melalui BUMDes

Membangun Indonesia dari desa melalui BUMDes. Pembangunan desa untuk memajukan perekonomian bangsa tercantum dalam payung hukum , yaitu Undang Undang Desa. Didalam implementasinya tersebut, Undang Undang Desa memiliki beberapa tujuan utama, yaitu
gambar Desa wisata Ramang-ramang Bumdes
Ilustrasi foto bumdes desa wisata Berua ramang - ramang Sulawesi Selatan
Tujuan utama BUMDes

  1. Pengakuan dan status hukum pada sistem pemerintahan setingkat desa yang beragam di Indonesia; 
  2. Mendorong tradisi dan kebudayaan masyarakat; 3) mendorong partisipasi warga dalam pemerintahan desanya; 
  3. Meningkatkan pelayanan untuk semua orang lewat lebih sanggupnya pemerintahan desa; 
  4. Mendorong pembangunan oleh oleh warganya sendiri.
Kemudian pada perkembangannya, dikeluarkan juga regulasi yang mendukung UU Desa tersebut, yaitu melalui PP No. 60/2014 tentang Dana Desa. Peraturan Dana desa mengatur bahwa desa yang sekarang sudah bisa aktif turut membangun indonesia, perlu adanya sokongan dana.

Artinya, dana desa diadakan dengan dua cita-cita yaitu “pemerintah desa lebih bisa sanggup melayani kebutuhan warga, sekaligus warganya lebih aktif berinisiatif”

Salah satu wadah untuk memajukan ekonomi desa tersebut yaitu melalui Badan Usaha Milik Desa atau disebut BUMDes. BUMDes pada dasarnya merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDes sebagai lembaga sosial harus berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial.

Tujuan pendirian sebuah Bumdes , yaitu

  1. Meningkatkan Perekonomian Desa, 
  2. Meningkatkan Pendapatan asli Desa, 
  3. Meningkatkan Pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan 
  4. Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.
Empat tujuan pendirian Bumdes itu sudah seharusnya melekat pada visi-misi sebuah pemerintahan desa. Ke empat tujuan itu seharusnya menjadi sikap dan dedikasi semua Kepala desa dan juga perangkatnya.

Jika ke empat tujuan tersebut di jalankan dengan baik maka desa-desa di indonesia akan lebih maju dam berbagai aspek. Sudah banyak contoh keberhasilan BUMDes di seluruh pelosok nusantara. Namun pada intinya, semua keberhasilan itu masih kecil persentasenya.

gambar membangun Indonesia dari desa melalui BUMDes
Kumpulan logo - logo BUMDes 

Dikutip dari halaman presidenri.go.id menyebut bahwa BUMDes Minggirsari Blitar beberapa kali terpilih sebagai BUMDes terbaik indonesia karena mereka mampu mengelola usaha desa dengan professional, baik itu mengenai simpan-pinjam ataupun pengembangan usaha tani yang sudah beromset ratusan juta per bulanya.

Kemudian ada BUMDes Panggungharjo yang bekerja sama dengan sebuah perusahaan swasta dalam usaha pengolahan minyak jelantah hingga BUMDes Panggungharjo menjadi pensuplai minyak jelantah yang produksinya dikumpulkan dari warga desanya.


Dengan jumlah desa di seluruh Indonesia mencapai 72.000 desa, peran dari Kepala Desa dalam upaya memajukan ekonomi desanya sangat penting. Kemajuan ekonomi desa memang sangat besar kontribusinya untuk kemajuan ekonomi suatu bangsa.

Seperti yang kerap disampaikan pemerintah, dalam hal tersebut peran Kepala Desa sangatlah vital yang harus bisa menerjemahkan Nawacita butir ketiga sesuai potensi desa masing-masing. Demikian semoga bermanfaat.