Dua Pendaki wanita Indonesia Pertama yang Kibarkan Merah Putih Di Puncak Denali Alaska. Prestasi yang jarang sekali sanggup dicapai oleh wanita mengingat pendakian itu butuh ketahanan fisik dan mental yang kuat. Namun dua Srikandi Indonesia berhasil membuktikanya dengan menorehkan prestasi yang membanggakan dengan mengibarkan bendera Merah Putih di Gunung Denali, Amerika Serikat.
Adalah Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung tersebut yang telah berhasil mencapai puncak gunung denali alaska .
Dikutip dari nationalgeographic menyebutkan bahwa Tim pendakian The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) akhirnya berhasil menapakkan kaki di puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), yang terletak di Alaska, Amerika Utara, dalam perjalanan yang bertajuk BRI WISSEMU Reaching Denali Summit.
Mereka tim WISSEMU yang beranggotakan Mathilda Dwi Lestari (23) dan Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) memulai perjalanan menggapai puncak denali dari tanggal 19 Juni 2017, dan ahirnya Mereka berhasil menggapai puncak denali dan mengibarkan bendera Merah Putih juga membunyikan angklung di Puncak Denali pada tanggal 2 Juli 2017 pukul 22.40 WIB atau tepatnya pada 1 Juli pukul 19.40 waktu setempat.
Dalam pendakian menggapai puncak Denali tersebut tim WISSEMU sempat beberapa kali terkena kondisi cuaca dengan hujan salju yang menyebabkan jarak pandang tim menjadi kabur namun hal tersebut tak menghalangi Mereka berada di puncak dan menjadi wanita pertama yang berhasil berdiri di puncak Gunung Denali (6.190 mdpl) Alaska, Amerika Utara. Sebagai catatan bahwa jalur pendakian yang dilewati tim WISSEMU ini melewati beberapa trek yang amat berbahaya, termasuk jurang yang bisa saja memakan nyawa.
Dalam menggapai puncak Denali Tim WISSEMU harus melalui trek yang sangat panjang, Mereka membawa beban total seberat 40 kilogram. Beban seberat 22 kilogram dalam carrier dan 18 kilogram dibawa menggunakan sled yang disabungkan ke carrier pendaki.
Baca juga Catatan persiapan dan latihan Dua Srikandi Indonesia dalam menggapai puncak Denali Alaska
Tantangan lain dari gunung Denali ini ialah banyaknya crevasse atau retakan gletser yang berbentuk jurang di sepanjang jalur pendakian yang meningkatkan risiko pendaki jatuh ke dalam retakan tersebut. Tak ada keberhasil yang datang dengan sendirinya, semua perlu kerja keras . Demikian semoga bermanfaat dan bisa memotivasi Anda. Terimakasih. Source NatGeo.
Adalah Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung tersebut yang telah berhasil mencapai puncak gunung denali alaska .
Dikutip dari nationalgeographic menyebutkan bahwa Tim pendakian The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) akhirnya berhasil menapakkan kaki di puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), yang terletak di Alaska, Amerika Utara, dalam perjalanan yang bertajuk BRI WISSEMU Reaching Denali Summit.
Mereka tim WISSEMU yang beranggotakan Mathilda Dwi Lestari (23) dan Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) memulai perjalanan menggapai puncak denali dari tanggal 19 Juni 2017, dan ahirnya Mereka berhasil menggapai puncak denali dan mengibarkan bendera Merah Putih juga membunyikan angklung di Puncak Denali pada tanggal 2 Juli 2017 pukul 22.40 WIB atau tepatnya pada 1 Juli pukul 19.40 waktu setempat.
Dalam pendakian menggapai puncak Denali tersebut tim WISSEMU sempat beberapa kali terkena kondisi cuaca dengan hujan salju yang menyebabkan jarak pandang tim menjadi kabur namun hal tersebut tak menghalangi Mereka berada di puncak dan menjadi wanita pertama yang berhasil berdiri di puncak Gunung Denali (6.190 mdpl) Alaska, Amerika Utara. Sebagai catatan bahwa jalur pendakian yang dilewati tim WISSEMU ini melewati beberapa trek yang amat berbahaya, termasuk jurang yang bisa saja memakan nyawa.
Dalam menggapai puncak Denali Tim WISSEMU harus melalui trek yang sangat panjang, Mereka membawa beban total seberat 40 kilogram. Beban seberat 22 kilogram dalam carrier dan 18 kilogram dibawa menggunakan sled yang disabungkan ke carrier pendaki.
Baca juga Catatan persiapan dan latihan Dua Srikandi Indonesia dalam menggapai puncak Denali Alaska
Tantangan lain dari gunung Denali ini ialah banyaknya crevasse atau retakan gletser yang berbentuk jurang di sepanjang jalur pendakian yang meningkatkan risiko pendaki jatuh ke dalam retakan tersebut. Tak ada keberhasil yang datang dengan sendirinya, semua perlu kerja keras . Demikian semoga bermanfaat dan bisa memotivasi Anda. Terimakasih. Source NatGeo.

