Karya Lukisan Naturalisme peristiwa pertempuran 10 November 1945. Pelukis aliran Naturalisme asal Surabaya M.Sochieb sangat dikenal dengan karya - karyanya yang identik dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 Surabaya.
M.Sochib lahir di Surabaya pada tahun 1931 dan menjadi pelaku sejarah pada peristiwa pertempuran 10 November 1945. Bersama Arek-arek suroboyo M.Sochieb yang pada saat itu berusia 14 tahun,ikut berperang dan mengangkat senjata pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Tak ada kata terlambat dalam mencari ilmu, M.Sochieb belajar melukis dari pelukis asal Surabaya Indra Hadi Kusuma di usia 31 tahun, dan dari keahlianya melukis itu ia mecoba memvisualisasikan pertempuran berdarah Arek -arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya melalui karya lukis naturalisme yang sangat mengagumkan dan mengharukan.
Berdiri tegap,menatap maut,Pejuang sejati tak mengenal takut.Hadapi dan langkhi mayat Kami sebelum kau kuasai negeri ini.
Tetes airmata dan doa tulus dari Bunda,adalah bekal semangat dan tekad baja.Kami bangkit mengayun langkah pasti,membuka dada menyerahkan jiwa dan raga pada Ibu pertiwi.
Sebening harap dari jiwa yang tulus gema doa dan cita-cita .Bagai sejuk bunga menyiram raga tegak berdiri diatas tanah pertiwi. Bila esok ataukah nanti darah Kami menyiram bumi tercinta.Gugur sebagai syuhada demi segenggam harap tanah Merdeka.
Perdamaian adalah impian setiap insan di dunia.Perang hanya ciptakan bencana,membuat istri kehilangan suaminya,menjadikan Anak kehilangan Bapaknya.Gencatan senjata merupakan jalan menuju kerukunan hidup antar umat Manusia.
Banteng-banteng Surabaya dengan dada sebagai tameng rela berkorban demi tegaknya kedaulatan bangsa.Mereka dengan gagah berani memanjat menara hotel demi berkibarnya Merah Putih.
Berperang tanpa strategi adalah kesia-siaan.Mati tanpa arti.Kami sadar akan kekuatan sendiri.Menyergap musuh merebut benteng.
Mundur bukan berarti takut melainkan mengatur siasat untuk menang.Pemimpin yang cerdik mengetahui kekuatan sendiri.Kapan saat menyerang atau mundur mengatur siasat.
Putra-putra bangsa gagah berani tidak gentar walau kalah persenjataan.Semangat baja dan bambo runcing ditangan menyongsong musuh.Serdadu sekutu menjadi jeri dan ngeri.
Asap hitam meruah menghanguskan kota.Pekik arek-arek suruboyo membahana kobarkan semangat.Mati satu tumbuh seribu demi satu tujuan mengusir penjajah.
Perjuangan panjang putra bangsa mempertahankan setiap jengkal tanah pusaka bertumpu diatas jerit dan kesengsaraan.Semua tiada sia-sia, damai sejahtera bergema diseluruh dunia bukti kejayaan negeri tercinta Indonesia.
Demi kebenaran,demi menuntut hak tanah pusaka "Allahuakbar" senantiasa Tuhan memimpin putra-putra bangsa yang menyerahkan jiwa dan raganya dimedan juang demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia.
Sebuah perjalanan panjang beriring darah dan Air mata.Tak ada rotan akarpun jadi,tiada meriem golokpun jadi,tak ada golok bambopun jadi.Hanya satu tujuan Kami......MERDEKA..!!!!!
Dibawah hujan peluru,ditengah bising dan selimut asap mesiu ,dalam tekad yang satu Merdeka.Sekalipun harus kehilangan jiwa dan raga tak ada kata takut,mundur ataupun jera demi membela negeri tercinta.
Negeri ini adalah milik Kami.Putra -putri Ibu pertiwi tak gentar mati.Semua Kami pertarukan demi nusa dan bangsa.Meski korban-korban telah berjatuhan namun bara dihati tak pernah padam.Perjuangan Kami demi satu kemerdekaan demi satu kemenangan.
Ketidak seimbangan senjata bukan hambatan bagi pejuang sejati.Tekad berani penuh semangat.Kilatan peluru,ledakan Boom adalah bara semangat yang takpernah padam.
Nilai sebuah perjuangan terlalu mahal.Setiap detik putra bangsa setia mempersembahkan bakti mulia dimedan laga.Mempertaruhkan jiwa dan raga.Biarkanlah hari ini negeri berlumuran darah demi esok bertabur cahaya khatulistiwa.
Fisik tak lagi diperhatikan begitupun luka.Pertempuran membuat Kami berpisah dari orang-orang tercinta.Melepas lelah sambil berbincang dan meroko,namun bukan berarti hilang waspada untuk menhadapi segala kekacauak.
18. Sepatu laras dan senjata adalah bukti sejarah keikutsertaan Kami berkobar untuk membela tanah Air.Kemerdekaan itu harus ditebus dengan jiwa raga dan air mata.
Sejak tahun 1970 bersama para pelukis Jawa Timur Ia secara rutin mengadakan pameran lukisan pada tanggal 10 november di Surabaya dan Jakarta.Dalam lukisan karya M.Sochieb seluruhnya menggambarkan betapa Arek-arek Suroboyo tersebut telah rela berkorban sebagai benteng kota demi kedaulatan bangsa dan kemerdekaan yang telah diraihnya.
Dari karya - karya M.Sochieb Saya sendiri pribadi benar-benar bisa merasakan bagaimana keikhlasanan pemuda surabaya menyerahkan jiwa dan raganya demi mempertahankan bumi pertiwi.Saat memandangi lukisan tersebut dan menulis artikel ini Saya serasa dibawa oleh M.Sochieb ke masa pertempuran tersebut,sungguh pengorbanan yang begitu besar untuk meraih kemerdekaan mereka rela mengorbankan semuanya, nyawa, keluarga, bahkan harta benda mereka.
Battle of Surabaya
Peristiwa pertempuran 10 November 1945 ini juga diangkat kedalam film animasi 2D karya anak bangsa (Battle of Surabaya) dan telah mendapat beberapa penghargaan diluar negeri seperti People Choice Award di International Movie Trailer Festifal (IMTF) tahun 2013.
Film Animasi 2D buatan Anak-anak STMIK AMIKOM Yogyayakarta tersebut juga dilirik oleh pihak Walt Disney Pictures.Wow merupakan suatu kebanggaan dan prestasi yang sangat luar biasa dan semoga bisa menambah semangat Animation-animation yang lain untuk bisa membuat karya-karya animasi yang spektakuler lagi untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa..!!!!!
Film Battle of Surabaya bergenre animation yang diproduseri oleh Aryantoyuniawan, Hery soelistyo, Adi Djayusman yang diproduksi oleh MSV Pictures ini bisa Anda saksikan dibioskop 21 Ciniplek mulai 20 Agustus 2015. Ayo saksikan beramai-ramai dan dukung trus karya-karya Anak bangsa, kalau bukan Kita siapa lagi..!!!! Semoga bermanfaat.
M.Sochib lahir di Surabaya pada tahun 1931 dan menjadi pelaku sejarah pada peristiwa pertempuran 10 November 1945. Bersama Arek-arek suroboyo M.Sochieb yang pada saat itu berusia 14 tahun,ikut berperang dan mengangkat senjata pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Tak ada kata terlambat dalam mencari ilmu, M.Sochieb belajar melukis dari pelukis asal Surabaya Indra Hadi Kusuma di usia 31 tahun, dan dari keahlianya melukis itu ia mecoba memvisualisasikan pertempuran berdarah Arek -arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya melalui karya lukis naturalisme yang sangat mengagumkan dan mengharukan.
![]() |
| Karya Lukisan Naturalisme peristiwa pertempuran 10 November 1945 |
Karya mengagumkan Lukisan Naturalisme peristiwa 10 November 1945. M.Sochieb
1. Putra Bangsa
Berdiri tegap,menatap maut,Pejuang sejati tak mengenal takut.Hadapi dan langkhi mayat Kami sebelum kau kuasai negeri ini.
2. Semangat Mengabdi
Tetes airmata dan doa tulus dari Bunda,adalah bekal semangat dan tekad baja.Kami bangkit mengayun langkah pasti,membuka dada menyerahkan jiwa dan raga pada Ibu pertiwi.
3. Doa dan Pengorbanan
Sebening harap dari jiwa yang tulus gema doa dan cita-cita .Bagai sejuk bunga menyiram raga tegak berdiri diatas tanah pertiwi. Bila esok ataukah nanti darah Kami menyiram bumi tercinta.Gugur sebagai syuhada demi segenggam harap tanah Merdeka.
4. Gencatan Senjata
Perdamaian adalah impian setiap insan di dunia.Perang hanya ciptakan bencana,membuat istri kehilangan suaminya,menjadikan Anak kehilangan Bapaknya.Gencatan senjata merupakan jalan menuju kerukunan hidup antar umat Manusia.
5. Insiden Bendera
Banteng-banteng Surabaya dengan dada sebagai tameng rela berkorban demi tegaknya kedaulatan bangsa.Mereka dengan gagah berani memanjat menara hotel demi berkibarnya Merah Putih.
6. Gagah Berani
Berperang tanpa strategi adalah kesia-siaan.Mati tanpa arti.Kami sadar akan kekuatan sendiri.Menyergap musuh merebut benteng.
7. Mengatur Siasat
Mundur bukan berarti takut melainkan mengatur siasat untuk menang.Pemimpin yang cerdik mengetahui kekuatan sendiri.Kapan saat menyerang atau mundur mengatur siasat.
8. Melucuti Musuh
Putra-putra bangsa gagah berani tidak gentar walau kalah persenjataan.Semangat baja dan bambo runcing ditangan menyongsong musuh.Serdadu sekutu menjadi jeri dan ngeri.
9. Berkobar
Asap hitam meruah menghanguskan kota.Pekik arek-arek suruboyo membahana kobarkan semangat.Mati satu tumbuh seribu demi satu tujuan mengusir penjajah.
10. Gema Perjuangan
Perjuangan panjang putra bangsa mempertahankan setiap jengkal tanah pusaka bertumpu diatas jerit dan kesengsaraan.Semua tiada sia-sia, damai sejahtera bergema diseluruh dunia bukti kejayaan negeri tercinta Indonesia.
11. Pantang menyerah
Demi kebenaran,demi menuntut hak tanah pusaka "Allahuakbar" senantiasa Tuhan memimpin putra-putra bangsa yang menyerahkan jiwa dan raganya dimedan juang demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia.
12. Hanya Satu tujuan
Sebuah perjalanan panjang beriring darah dan Air mata.Tak ada rotan akarpun jadi,tiada meriem golokpun jadi,tak ada golok bambopun jadi.Hanya satu tujuan Kami......MERDEKA..!!!!!
13. Satu tekad Merdeka..!!!!!!!!
Dibawah hujan peluru,ditengah bising dan selimut asap mesiu ,dalam tekad yang satu Merdeka.Sekalipun harus kehilangan jiwa dan raga tak ada kata takut,mundur ataupun jera demi membela negeri tercinta.
14. Satu Kemenangan
Negeri ini adalah milik Kami.Putra -putri Ibu pertiwi tak gentar mati.Semua Kami pertarukan demi nusa dan bangsa.Meski korban-korban telah berjatuhan namun bara dihati tak pernah padam.Perjuangan Kami demi satu kemerdekaan demi satu kemenangan.
15. Bara Semangat
Ketidak seimbangan senjata bukan hambatan bagi pejuang sejati.Tekad berani penuh semangat.Kilatan peluru,ledakan Boom adalah bara semangat yang takpernah padam.
16. Bakti Mulia
Nilai sebuah perjuangan terlalu mahal.Setiap detik putra bangsa setia mempersembahkan bakti mulia dimedan laga.Mempertaruhkan jiwa dan raga.Biarkanlah hari ini negeri berlumuran darah demi esok bertabur cahaya khatulistiwa.
17. Bung Minta Apinya Bung
Fisik tak lagi diperhatikan begitupun luka.Pertempuran membuat Kami berpisah dari orang-orang tercinta.Melepas lelah sambil berbincang dan meroko,namun bukan berarti hilang waspada untuk menhadapi segala kekacauak.
18. Sepatu laras dan senjata adalah bukti sejarah keikutsertaan Kami berkobar untuk membela tanah Air.Kemerdekaan itu harus ditebus dengan jiwa raga dan air mata.
Sejak tahun 1970 bersama para pelukis Jawa Timur Ia secara rutin mengadakan pameran lukisan pada tanggal 10 november di Surabaya dan Jakarta.Dalam lukisan karya M.Sochieb seluruhnya menggambarkan betapa Arek-arek Suroboyo tersebut telah rela berkorban sebagai benteng kota demi kedaulatan bangsa dan kemerdekaan yang telah diraihnya.
Dari karya - karya M.Sochieb Saya sendiri pribadi benar-benar bisa merasakan bagaimana keikhlasanan pemuda surabaya menyerahkan jiwa dan raganya demi mempertahankan bumi pertiwi.Saat memandangi lukisan tersebut dan menulis artikel ini Saya serasa dibawa oleh M.Sochieb ke masa pertempuran tersebut,sungguh pengorbanan yang begitu besar untuk meraih kemerdekaan mereka rela mengorbankan semuanya, nyawa, keluarga, bahkan harta benda mereka.
Battle of Surabaya
Peristiwa pertempuran 10 November 1945 ini juga diangkat kedalam film animasi 2D karya anak bangsa (Battle of Surabaya) dan telah mendapat beberapa penghargaan diluar negeri seperti People Choice Award di International Movie Trailer Festifal (IMTF) tahun 2013.
Film Animasi 2D buatan Anak-anak STMIK AMIKOM Yogyayakarta tersebut juga dilirik oleh pihak Walt Disney Pictures.Wow merupakan suatu kebanggaan dan prestasi yang sangat luar biasa dan semoga bisa menambah semangat Animation-animation yang lain untuk bisa membuat karya-karya animasi yang spektakuler lagi untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa..!!!!!
Tonton Film Battle of Surabaya
Film Battle of Surabaya bergenre animation yang diproduseri oleh Aryantoyuniawan, Hery soelistyo, Adi Djayusman yang diproduksi oleh MSV Pictures ini bisa Anda saksikan dibioskop 21 Ciniplek mulai 20 Agustus 2015. Ayo saksikan beramai-ramai dan dukung trus karya-karya Anak bangsa, kalau bukan Kita siapa lagi..!!!! Semoga bermanfaat.


















